Masyarakat Sesalkan Pernyataan Jokowi Saat Gelar Jumpa Tim Relawan


Wasiatriau.com – Terkait dengan pernyataan presiden Jokowi saat gelar acara dengan tim relawan membuat pernyataan tidak takut apabila mendapat serangan dari lawan politik, termasuk harus siap bila harus terlibat dalam perkelahian.beberapa waktu lalu sontak jadi perbincangan hangat para tokoh.

Pernyataan seorang presiden dianggap kurang pantas pasalnya terkesan provokatif, karena akan berdampak luas pada keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebagai mana diketahui di sela sela pidato beliau meminta para relawannya tidak takut apabila mendapat serangan dari lawan politik, termasuk harus siap bila harus terlibat dalam perkelahian

Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Irjen Pol (Purn) Anton Tabah Digdoyo, menyebut pernyataan Jokowi itu bisa diseret ke ranah hukum karena sama dengan menghasut.

“Juga bisa kena pidana, apalagi omongan pejabat bisa masuk katagori penganjur untuk melakukan tindak pidana (bila terjadi apa yang dianjurkan). Ini terkena KUHP Pasal 55 ayat 1 dan 2,” kata Anton saat dihubungi, Minggu (5/8).

Anton menjelaskan, tidak ada pembenaran bagi ucapan Jokowi tersebut dengan mengimbau relawannya siap berkelahi jika ada yang mengajak.

“Karena itu Sangat heran presiden ko sembarangan berbicara, apalagi tidak ada fakta sama sekali ada pihak yang mengajak berkelahi. Seandainya ada fakta pun tidak bisa menghalangi unsur pasal tersebut, apalagi tanpa fakta,” paparnya.

Pernyataan Jokowi itu yakni meminta barisan relawan pendukung tidak mencari musuh, tapi harus siap bila harus terlibat dalam perkelahian.