Panglima Gedang Murka Terkait Oknum Pertamina Lecehkan Marwah LAMR Dumai


Wasiatriau.com – Terkait ucapan salah satu oknum PT. Pertamina RU II Dumai – Pakning dianggap telah melecehkan lembaga adat Melayu Riau (LAMR) kota Damai berbuntut panjang.Pasalnya seng yang dibantunya diungkit ungkit kembali yang membuat sejumlah tokoh Melayu geram.

Berbagai tanggapan dan kritikan dari tokoh Melayu Dumai terus mengalir,kali ini penyataan sikap itu datang dari panglimo laskar hulubalang Melayu bersatu Riau (LHMBR) Dumai, H. Awaluddin. Mengajak kepada orang Melayu berjuanglah atas namakan orang Melayu, ” Saya atas nama pribadi dan keluarga sangat murka atas sikap para tokoh kota Dumai jika berjuang atas sekelompok orang. Tapi berjuanglah bersama sama demi menjaga Marwah orang Melayu. Demikian ungkap beliau kepada awak media,Senin (13/08) di Dumai.

Kekecewaan beliau terkait atas kasus PT.Pertamina RU II Dumai – Pakning yang telah menyumbang beberapa kodi seng untuk rumah Adat dan istana Melayu dan telah terpasang, tapi malah diungkit ungkit lagi, tambah panglimo lagi mengajak,dimohon kepada orang Melayu untuk membuka kembali seng tersebut,diatarkan kekantor Pertamina. Pinta beliau.

Tokoh Melayu Dumai yang akrab disapa H. Gendang melanjutkan,

“Ingat, wahai orang Melayu,tidak ada sejarah orang Melayu jadi pengemis dan peminta sedekah,”

Sebut panglimo lagi, diharapkan GM. PT. Pertamina yang tak tahu adat resam Melayu dikota Dumai ini harus hengkang dari kota ini. Kata beliau agak kesal

” Saya, Panglima Gedang siap mengganti seng yang telah disumbangkan ke lembaga adat Melayu Riau Dumai (LAMR). Ujar Gedang yang bergelar Datuk itu.

Gedang mengajak kepada tokoh Melayu diharapkan agar bersatu untuk menolak kehadiran GM PT Pertamina RU II Dumai-Pakning. Demikian pungkas beliau. (aba)*