Jalan Dtk Laksamana Baru Dibangun Sudah Patah,Hingga Kini Tak kunjung diperbaiki.


Wasiatriau.com – Beginilah nasib jalan Datuk Laksamana, akibat kurang pengawasan. baru saja dibangun sudah retak retak dan patah.

Berdasarkan informasi jalan itu dibangun oleh PT Arara panjang tahun 2017 yang lalu, namun begitu selesai dikerjakan, muncul retak retak melintang jalan, ada puluhan retak melintang, namun retak retak tersebut dapat diatasi oleh kontraktor pelaksana saat dengan cara menyuntik cairan khusus untuk menutup pori pori beton yang dilakukan oleh salah satu subkon dari Pekanbaru.

Tapi anehnya berselang waktu tidak beberapa lama, muncul lagi retak separuh melingkar jalan, pas diujung simpang jalan Datuk Laksamana – jalan Sudirman.

Awalnya retak melintang jalan tersebut tidak begitu parah, tapi tidak begitu lama retak tersebut semakin besar. Diduga bodi jalan patah. Diperkirakan bodi jalan yang patah tersebut hanya lebih kurang 20 meter.

Saat berita ini diterbitkan, bodi jalan yang patah tersebut sudah semakin parah, bukan saja patah tapi sudah turun ke bawah lebih kurang 10 centimeter.

Jika bodi jalan yang patah tidak diperbaiki segera, tentunya jalan tersebut semakin hancur parah, apalagi jalan Datuk Laksamana setiap hari dilewati oleh mobil bobot tonase besar seperti mobil CPO perusahaan dan lainnya.

Kepala dinas PUPR kota Dumai Syahminan saat dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu Terkait bodi jalan yang patah tersebut, beliau mengatakan sudah meyurati kepala dinas PU provinsi Riau. Kita tunggu saja jawabannya. Ujar Syahminan.

Menurut beliau lagi bahwa dinas PUPR Dumai hanya membantu pengawasan, sementara proyek jalan Datuk Laksamana tersebut merupakan wewenang dinas PU provinsi. Terang kadis PUPR.

Salah satu ketua RT 11 kelurahan Dumai kota Sunarto, menyayang kan patahnya jalan Laksamana yang tidak kunjung diperbaiki, karena kalau tidak diperbaiki maka jalan tersebut akan cepat hancur. Ujarnya.

Tambah beliau lagi mengatakan, beliau berharap jalan yang rusak segera diperbaiki, karena jalan tersebut akse jalan pintu masuk mobil mobil perusahaan menuju pelabuhan, apalagi masyarakat kelurahan Dumai kota, disitulah akses jalan anak anak pergi ke sekolah dan warga pergi bekerja. Ujarnya

Tambah beliau lagi, ” kami sudah lama menderita, bertahun tahun kami menghirup debu jalanan kalau musim panas, jalan penuh lubang banyak menelan korban. Akibat terjatuh masuk lubang. Tapi setelah jalan Laksamana itu dibangun, lega rasanya karena tidak menghirup debu lagi, tetapi yang herannya baru saja jalan dibangun sudah rusak lagi. Kilah beliau mengakhiri. (aba)