KPK Hari Ini Periksa 4 Saksi Terkait Proyek Multi year Rupat


Wasiatriau.com -( Bengkalis ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Senin (3/9/2018) memeriksa empat saksi untuk M Nasir, tersangka dugaan korupsi proyek multyear tahun anggaran 2013 – 2015 Jalan Batu Panjang -Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati menyampaikan, empat saksi itu antara lain pensiunan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis Syarifuddin, karyawan PT Citra Gading Asritama Mariyanto, karyawan PT Wijaya Karya Topan, dan staf PT Widya Sapta Contractor Heru Kuncoro.

“Hari ini, dijadwalkan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi untuk tersangka ( MNS ) terkait kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015,” kata Yuyuk.

Seperti diketahui sebelumnya KPK telah menetapkan dua orang tersangka yakni sekda Dumai Provunsi Riau(MNS)dan Direktur PT Mawatindo Road Construction (HOS) pada 11 Agustus 2017 yang lalu.

Tersangka MNS saat itu menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis 2013- 2015 dan Hobby Siregar (HOS) diduga melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sekurangnya Rp 80 miliar.

Keduanya melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur tentang orang yang melanggar hukum, menyalah gunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Berdasarkan pantauan, beberapa bulan yang lalu, KPK juga telah menggeledah kantor dan rumah dinas Bupati Bengkalis, menurut informasi kehadirin instalasi anti rasuah itu di negeri junjungan untuk mencari bukti baru terkait kasus korupsi proyek multyear, namun tidak ditemukan bukti baru, hanya saat penggeledahan rumah dinas bupati ditemukan uang sebanyak 1,9 miliyar rupiah

Sementara uang yang ditemukan KPK tersebut tidak ada informasi kelanjutan,apakah uang itu dapat dijadikan barang bukti hasil dari kejahatan korupsi atas tidak. Jika uang itu hasil kejahatan korupsi, korupsi tentang apa, atau diduga dari hasil suap, lalu siapa yang menyuapnya. Namun uang yang dibawa KPK tersebut belum dapat informasi lanjutan apakah sudah atau belum dikembalikan kepada pemiliknya. ( aba )