Masyarakat Medang Kampai Resah Sering Lakalanta, Jalan Rusak Banyak Memakan Korban.


Wasiatriau.com – Masyarakat kecamatan Medang Kampai resah melihat kondisi ruas jalan lintas Dumai- Sei Pakning rusak. Pasalnya sudah banyak menelan korban. Demikian disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Pelintung Amran, Selasa (27/08) di gedung LAMR kota Dumai.

Menurut beliau, kerusakan jalan lintas Dumai – Sei Pakning yang paling parah disekitar kelurahan mundam, akibat jalan rusak itu katanya banyak kandaraan roda jatuh disekitar jalan yang rusak tersebut.

Seperti baru baru in, imbuhnya seorang wanita terjatuh masuk lobang,”untung saat itu tidak ada mobil Tanki CPO yang melintas”, ujarnya dan diamini rekan rekan beliau kebetulan berada disitu.

Katanya lagi, sejak jalan tersebut rusak, sudah banyak kandaraan roda dua terjatuh masuk lubang, malah ada juga yang meninggal dunia akibat terjatuh.Sebut tokoh masyarakat Medang Kampai itu

Lanjut Amran lagi menjelaskan, kerusakan jalan lintas Dumai- Sei Pakning, akibat mobil Tanki CPO yang melintas di jalan tersebut. Kenapa tidak, sebab mobil tanki membawa CPO beratnya 32 ton, sementara kekuatan bobot jalan tidak seimbang berat mobil yang melintasi jalan tersebut.tentulah fisik jalan cepat rusak.Ujar beliau

Seperti diketahui, mobil Tanki yang mengangkut CPO tersebut dibawa kepabrik Wilmar group kawasan industri Dumai (KID) di Pelintung.

Berdasarkan pantauan dilokasi jalan lintas Dumai – sei Pakning diperkirakan ratusan kandaraan berat melintasi jalan setiap hari. bukan saja mobil CPO, tapi ada juga kandaraan berat melintasi jalan tersebut yang mengangkut komoditi lainnya.

Ditempat terpisah, salah seorang tokoh masyarakat teluk makmur juga ikut angkat bicara, jika yang melintas jalan lintas Dumai – sei Pakning hanya kandaraan umum atau kandaraan pribadi tentulah jalan tersebut tidak akan rusak, tapi akibat banyaknya kandaraan berat melebihi daya tampung jalan yang mengangkut komuditi pabrik, tentu jalan tersebut cepat rusak. Terangnya.

Menurut beliau, kerusakan jalan lintas tersebut juga disebabkan penggalian pipa gas PGN. Sebab bahu jalan bekas penggalian pipa gas tersebut masih banyak yang lembut karenakan penimbunan bekas galian pipa itu tidak padat sehingga kandaraan yang parkir di bahu jalan bekas galian pipa gas tersebut sering terpuruk. Terang beliau.

” Seharusnya bekas galian pipa gas tersebut dipadatkan dengan tanah timbun bukan tanah bekas galian”,ungkap tokoh masyarakat teluk makmur tersebut.

Banyaknya kandaraan melintasi jalan tersebut, tidak sedikit yang menjadi korban lakalantas. Kata beliau lagi,dan salah satu faktor kecelakaan tersebut karena tidak dibatasi kecepatanya. Sedangkan penerangan lampu jalan sangat kurang.

Beliau berharap,kecepatan mobil yang melewati jalan lintas Dumai Sei Pakning tidak boleh melebihi 40 km/jam, begitu juga dengan penerangan lampu jalan. Harap beliau.

Lanjut beliau lagi, seharusnya pihak perusahaan Wilmar group juga ikut memperhatikan dengan kondisi jalan yang rusak, karena kerusakan jalan tersebut juga tidak terlepas dari dampak mobil berat yang melintasi jalan lintas Dumai- Sei Pakning tersebut. Sebut beliau mengakhiri. (aba)