Wako Berharap BLK Provinsi Dikelola Oleh Dumai, Untuk Melatih Tenaga Kerja Trampil


Wasiatriau.com -Walikota Dumai mengatakan balai latihan kerja (BLK) milik provinsi Riau yang berada di bukit timah sebaiknya diserahkan pengelolaannya pada pemerintah kota Dumai. Sabtu ( 21/09) saat acara silaturahmi H. Syamsuar dengan relawan beliau di gedung pendopo Dumai.

Permintaan Zul As disampaikan beliau dalam pidato sambutanya dihadapan gubernur terpilih dan Relawan pemenang Syamsuar – Edy Natar kota Dumai.

Kata Zul As, sampai saat ini BLK tersebut dikelola provinsi Riau tapi apa yang dikerjakan daerah tidak tahu. Ujarnya.

Jika BLK itu dikelola pemerintah kota Dumai, tentunya pelatihan tenaga kerja lebih efektif, karena pemko Dumai bisa bekerja sama dengan perusahaan swasta yang ada di kota Dumai, ” kita akan latih tenaga skil sesuai dengan kebutuhan perusahaan swasta tersebut,” ungkap beliau dengan penuh semangat.

“Kita juga punya pegawai banyak yang skill untuk ditempatkan di BLK “, papar walikota Dumai.

Tenaga kerja merupakan salah satu program prioritas walikota Dumai, namun program tersebut terkesan masih jalan ditempat.

Sementara perusahaan swasta dan BUMN banyak berdiri di kota Dumai, baik perusahaan tersebut berskala nasional, internasional, seratus lebih perusahaan swasta beroperasi di Dumai,Namun para pencari kerja lokal masih banyak menganggur, dan terkesan pihak perusahaan swasta yang berdiri di dumai kurang memperhatikan pencari kerja lokal,sebab mereka dianggap kalah bersaing dengan pencari kerja dari luar daerah.

Berdasarkan informasi, kendala yang dihadapi tenaga kerja lokal untuk mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan swasta itu terhambat dengan regulasi serta kurang transparan perusahaan dalam hal merekrut tenaga kerja dan kebutuhan tenaga kerja yang terbatas, sistem informasi yang semakin mudah mengakses informasi melalui jejaring sosial.

Masih ucapan Zul As menyebut, jika kita sudah melatih tenaga trampil / skill sesuai kebutuhan perusahaan swasta,tentu mereka tidak bisa mengelak mencari cari alasan lagi, kilah orang nomor 1 Dumai itu.