Warga Pertanyakan Temuan Pipa PT. Energi Sejahtera Mas (ESM) Yang Mengarah Kelaut

copntoh pemasangan pipa limbah

Wasiatriau.com- Masyarakat kota Dumai pertanyakan keberadaan pipa diarea perusahan PT.Energi Sejahtera Mas (ESM) mengarah kelaut.Pasalnya pipa berasal dari dalam perusahaan tersebut telah memuntahkan cairan. Demikian ungkapnya, Rabu (06/09)

Beliau merasa heran keberadaan pipa yang mengarah kepinggir laut. Katanya agak sedikit heran, apa fungsi pipa tersebut. Ujarnya yang tidak mau diriliskan namanya.

Diduga pipa tersebut merupakan tempat saluran untuk membuang limbah pabrik kelaut. Namun hal itu belum ada bukti permulaan pipa tersebut berfungsi membuang limbah.

Sementara pipa yang mengarah ke bibir pantai tersebut sempat terlihat sesekali mengeluarkan cairan yang berwarna kemerah merahan dan diduga cairan yang keluar dari pipa tersebut adalah limbah cair.

Seperti diketahui, bahwa setiap perusahaan pengolahan dan atau refeneri wajib memiliki AMDAL yang dilengkapi dengan sarana kolam kolam penampungan dan prasana penyulingan, sehingga hasil produksi limbah cair tidak merusak lingkungan dan biodata air.

Keberadaan pipa yang mengarah kelaut itu berada diantara turap dan batu – batu. Jika dilihat dari arah laut posisi pipa itu berada di tanki timbun tercatat nomor T-1112. dan untuk lebih jelas lagi posisi lokasi pipa tersebut dapat dilihat langsung dari arah laut.

Terkait informasi keberadaan pipa yang diduga memuntahkan limbah cair kelaut tersebut, salah seorang awak media online coba menghubungi secara resmi salah seorang management perusahan PT. ESM,Arif, Rabu (9/2018) siang, beliau enggan menjawab ketika ditanyakan terkait cairan yang tak biasa yang keluar dari pipa pembuangan ke laut tersebut.dan ketika dihubungi melalui telpon ia mengaku tengah Metting.

Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui pesan Whatsapp seluler miliknya, Arif enggan memberi keterangan terkait cairan diduga limbah dibuang kelaut. ( Kutipan suaratrus. com )

Berdasarkan peraturan sebelum mendirikan Perusahaan terlebih dahulu harus melengkapi Amdal dan atau upal-upal, membangun kolam kolam pengolahan limbah, baru bisa dikeluarkan H.O, andai persyaratan tersebut belum bisa dipenuhi oleh perusahaan, maka pemerintah daerah belum bisa mengeluarkan izin bangunan.

Sedangkan peraturan perundang undangan lingkungan juga telah diatur di dalam Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH).

Bagi perusahaan yang melanggar undang undang nomor 32 tahun 2009 itu akan mendapat sanksi pidana dan denda. (aba)***

.