Asnar ; Uang Sudah Dikembalikan, Terkait Audited LPH- BKP


Wasiatriau.com – Terkait dengan temuan Audited laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), menggunakan uang retribusi pad terminal barang sebesar 90 juta rupiah, sudah dikembalikan. Ujar Kadishub kota Dumai Asnar.

Berdasarkan informasi dikutip dari media online trajunews.com menyebutkan Audited LHP- PKP, uang dari PAD terpakai sebesar 90 juta rupiah, saat Asnar masih menjabat sekretaris Dinas Perhubungan kota Dumai 2013

Terkuaknya isu temuan Audited LHP-BPK sempat menghebohkan masyarakat kota Dumai, kenapa tidak, sebab dugaan masyarakat ternyata masih ada lagi sisa sisa oknum dishub yang menyalah gunaan wewenang namun belum ditindak aparat penegak hukum. diketahui kadishub kota Dumai Asnar, saat itu manjabat sebagai sekretaris dishub menggunakan dana retribusi terminal barang.

Seperti apa yang disampaikan ketua DPC PDIP kota Dumai Uber fidaus melalui salah satu media online.

“Dia pakai uang daerah untuk apa? karena tidak dibenarkan seorang pejabat menggunakan uang daerah untuk hal-hal yang tidak jelas. Apalagi untuk memperkaya diri sendiri,” ungkap politisi, Uber Firdaus, Selasa (2/9/2018).

Untuk itu, Uber meminta kepada aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan pemakaian uang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari dana retribusi terminal barang.

“Kepada aparat terkait mohon ditindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan atas temuan tersebut, jika ditemui adanya perbuatan melawan hukum,” katanya.

Karena uang tersebut sudah jelas pos anggarannya dan dana itu dipergunakan untuk percepatan pembangunan di daerah. Ujarnya

Dari audited LHP BPK tersebut, berdampak pada pertanggung jawaban keuangan daerah sehingga mengakibatkan penggunaan uang daerah itu tidak sesuai dengan ketentuannya.

“Itu adalah hasil dari audited BPK. Kondisi itu mengakibatkan penggunaan dana daerah tidak jelas ketentuannya. Sehingga kita menduga ada perbuatan melawan hukum disana dan penyalahgunaan jabatan. Untuk aparat terkait segera menindak lanjuti LHP ini,” pintanya.

Uber juga menceritakan, perbuatan ini juga dilakukan oleh mantan Pejabat Dinas Perhubungan lainnya hingga menyebabkan pejabat itu masuk penjara.

“Kita harapkan jangan ada tebang pilih. Kalau memang melanggar aturan ya.. ditindak,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Asnar diduga telah menggunakan uang puluhan juta rupiah dari dana retribusi terminal barang ketika dirinya menjabat sebagai Sekretaris di dinas tersebut pada tahun 2013.

Hal ini diketahui berdasarkan audited Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Dalam LHP itu, Asnar telah menggunakan uang tersebut sebesar Rp90 juta dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Asnar ketika dikonfirmasi melalui whatsapp mengatakan telah mengembalikan uang yang dia pakai.

“Masalah pemakaian uang itu, sudah dikembalikan tahun itu juga, nanti aku lihatkan bukti pengembaliannya,” ujar Asnar.

Namun hingga berita ini dirilis, Asnar tidak pernah memperlihat kan bukti pengembalian dana restribusi terminal barang Kota Dumai itu.

Bahkan Asnar juga tak menjelas kan untuk keperluan apa uang itu dipakainya.

Ditempat terpisah, ketika awak media menyusuri kebenaran dari apa yang diberitakan, salah satu wartawan senior yang tidak mau disebutkan namanya, kata beliau terkait temuan LHP-PKP tersebut pernah melihat bukti pengembalian uang yang dipakai beliau,dan pengembalian uang setelah ada temuan Audited LPH-PKP tersebut. Ujarnya.