Dumai Kota Langganan Banjir Rob, Pintu Klip Tak Kunjung Dibangun


Wasiatriau.com – Miris sungguh jika melihat nasib warga Dumai kota, pasalnya Setiap bulan air laut masuk rumah warga.

Seperti diketahui,letak kelurahan Dumai kota memang berbatasan dengan areal PT Pelindo I cabang Dumai, berhampiran dengan laut tentulah tidak terlepas masalah banjir rob atau banjir air pasang.

Berdasarkan pantauan, dulunya kawasan pemukiman kelurahan Dumai kota tidak separah saat ini jika pasang naik atau air besar (red) hanya beberapa lokasi yang dataran rendah saja yang masuk air pasang,tapi sekarang berbeda saat pasang naik, hampir merata digenangi air pasang.

Wilayah kelurahan Dumai kota menjadi langganan banjir rob itu berawal dari pelebaran parit jalan Datuk Laksamana.Pasalnya parit lebih kurang 3 meter tidak memiliki pintu air, guna untuk membatasi air yang masuk dari laut saat air pasang, sedangkan parit tersebut dibangun sampai kepantai, Sepajang jalan Datuk Laksamana lurus menuju kelaut sekitar pelabuhan pas di sungai Dumai.

Akibat parit berukuran besar itu dibangun langsung kelaut tanpa ada pintu klip pengendalian air masuk dan keluar atau pasang naik dan pasang surut serta air hujan, pemukiman penduduk di kelurahan Dumai kota tersebut sudah merata mejadi langganan banjir.

Seperti jalan melati, sebelumnya tidak pernah masuk air pasang, kalaupun masuk disaat pasang Keling (red) setahun sekali, tetapi sejak pelebaran parit laksanakan tersebut setiap bulan badan jalan melati tergenang air pasang.

Begitu juga jalan teratai, air laut sudah menjadi tamu baru warga malah satu bulan bisa dua kali datang masuk kerumah warga.

Memang ada pintu air dibangun beberapa tahun yang lalu namun pintu air tersebut tidak berfungsi lagi, sudah rusak,dan begitu juga mesin pompa,tidak berfungsi lagi hanya dijadikan pajangan buat contoh barang.

Berdasarkan pantauan, saat air pasang naik tiba, arus air pasang didalam parit cukup deras naik kedarat, air tersebut masuk parit parit warga sampai penuh dan melimpah limpah, sebab didesak air pasang dari laut, parit sudah tidak tertampung lagi, akhirnya air parit tersebut melimpah ke tempat yang lebih rendah, lalu sampai masuk kerumah rumah warga,

Disisi sosial ekonomi,dampak air laut masuk rumah warga dapat menambah tugas baru, kenapa tidak, sebab harus menguras air. Disisi lain, setiap tahun warga harus mengganti perabot rumah tangga yang baru, karena hancur terendam air asin.

Salah seorang warga teratai yang tidak mau dirilis namanya, sejak dilebarnya parit jalan Datuk Laksamana, rumah beliau selalu kena banjir, hampir dua Minggu sekali air masuk dalam rumah. Ujarnya.

Terkait dengan pintu air, setiap acara Musrenbang di kelurahan warga mengusulkan, kata ketua RT 011 kelurahan Dumai kota, Sunarto, tapi usulan tersebut tidak pernah keluar.Ujarnya agak kesal.

Padahal, katanya lagi bukanlah banyak biayanya, hanya pintu air tidak sampai satu Miliyar.

Masih ucapan beliau, kalau pintu air dibangun, dapat mengurangi banjir air pasang. Terangnya.

Beliau berharap, pemko Dumai peduli dan bisa memberi solusi kepada masyarakat Dumai kota terkait banjir tersebut. Demikian harap beliau mengakhiri.(aba)