Panglimo H. Gedang bacakan 8 tuntutan, Terkait Pembakaran Bendera Tauhid


WR.com – Terkait pembakaran bendera tauhid anggota Banser di cerebon beberapa waktu yang lalu, berbuntut panjang. Pasalnya spontanitas menimbulkan rasa kekecewaan umat Islam seluruh Indonesia. Demikian pantauan awak media.

Disejumlah daerah masyarakat Islam menggelar aksi demontrasi menuntut pelaku penembakaran dihukum. Karena diduga pelaku telah melakukan pelecehan terhadap kalimat tauhid tersebut

Seperti halnya masyarakat kota Dumai, mereka yang tergabung sejumlah ormas menuntut agar pelaku pembakaran bendera tauhid tersebut dihukum seberat beratnya karena telah menodai kalimat tauhid.

Ada 8 tuntutan masyarakat kota Dumai yang dibacakan langsung Panglimo Gedang.

Sebelum membacakan tuntutan, sejumlah perwakilan ormas juga menyampaikan orasinya, seperti perwakilan hikmat IB,Abu Kasim menyebutkan dalam orasinya, keadilan harus ditegakkan, sebab kita sama Dimata hukum, jangan ada perbedaan, tumpul ke atas, tajam ke bawah. Ujarnya.

Begitu juga yang disampaikan Ir M. Hasbi, meminta kepada polres Dumai menyampaikan tuntutan masyarakat Dumai ke Polda Riau agar oknum pelaku pembakaran bendera tauhid beberapa waktu yang lalu ditangkap. Orasi beliau.

Dalam pembacaan teks tuntutan masyarakat Dumai, Panglimo H. Gedang menyampaikan orasinya dengan penuh semangat diiringi takbir peserta aksi,”Allahuakbar”

Setelah orasi tuntutan dibacakan Panglimo gedang langsung surat tuntuan tersebut diserahkan dan diterima langsung oleh Kapolres Dumai AKBP Restika PN.

Rombongan aksi demo damai itu langsung dilanjutkan perjalanan mengelilingi kota Dumai dan lalu kembali ketitik ngumpul awal di mesjid baburrahman.

Ribuan masa aksi demo dengan mengendarai kendaraan roda 2 dan roda empat, hampir dua kilo meter barisan konvoi aksi demo memadai jalan Sudirman, lalu menuju jalan sultan Syarif Kasim dan langsung menuju jalan Budi kemuliaan, belok kiri simpang jalan Husni Thamrin,masuk jalan ombak, belok jalan tega lega dan terus ke jalan putri tujuh kembali ke jalan Sudirman. (aba)