LAMR Kota Pekanbaru Akan Mengadakan Haul Marhum Pekan Ke 234


WR.com – Haul Marhum Pekan yang akan diselenggarakan pada Senin, 19 November 2018 yang akan datang.

Acara Haul Marhum Pekan yang diadakan oleh pengurus lembaga adat Melayu Riau ( LAMR) kota Pekanbaru, di Pekanbaru. Ujar Ir. H. Amir Ahmad.

Menurut beliau menyebutkan, Haul Marhum pekan tersebut akan dihadiri oleh sejumlah anak cucu zuriat keturunan raja raja Siak Sri Indrapura. Demikian kata salah seorang anak cucu zuriat keturunan raja Siak Sri Indrapura yang ke 5 tersebut.

Beliau di istiharkan menjadi pemegang amanah keturunan raja raja Siak Sri Indrapura oleh LAMR provinsi Riau. Beliau salah satu pemegang amanah yang ada di Riau, saat ini bermastutin di kota Dumai.

Pengistiharan beliau pada saat bersamaan dengan penabalan pengurus LAMR kota Dumai, beberapa waktu yang lalu di gedung LAMR kota Dumai.

Diketahui Ir. H. Amir Ahmad merupakan keturunan generasi yang ke 7 dari raja ke 5. Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazamsyah.

Masih ucapan beliau, acara Haul Marhum Pekan nantinya akan dihadiri seluruh anak cucu zuriat keturunan raja raja Siak Sri Indrapura, seperti keturunanya yang ada di negara berunai Darussalam, Malaysia,Singapura dan Kalimantan serta beberapa daerah lainya. Ujarnya.

Katanya lagi menambahkan, Marhum Pekan merupakan raja Siak Sri Indrapura yang ke 5, Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazamsyah yang bergelar Mahum Pekan.

Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazamsyah ialah anaknya dari raja ke 4 Sultan Abdul Djalil Alimuddinsyah, anaknda dari raja Kechik. Sultan pertama kerajaan Siak Sri Indrapura.

Diketahui Sultan Abdul Djalil Alimuddinsyah bergelar Mahum bukit. Awalnya yang membuka kawasan sinapelan dan kampung lainnya disekitar kota Pekanbaru dan setelah mangkat almarhum sultan Tengku Abdul Djalil Alimuddinsyah dimakam dibukit Senapelan. Sehingga raja ke 4 tersebut digelar marhum bukit.

” Raja suak ke 5 Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazamsyah “. Kata Ir. H. Amir Ahmad Mengisahkan.

Sultan Tengku Muhammad Abdul Djalil Muazamsyah saat beliau dinobatkan menjadi raja ke 5 kesultanan Siak Sri Indrapura, beliau meneruskan jejak ayahndanya, namun kali ini menurut riwayatnya, membuka kawasan pasar baharu disebut Pekan-baharu,dan sesuai dengan perkembangan zaman,maka kata Baharu berobah menjadi baru, seperti yang dikenal masyarakat luas saat ini dengan sebutan Kota Pekanbaru. Namun salah satu peninggalan raja ke 4 dan juga diteruskan raja ke 5 yang cukup dikenal oleh masyarakat Riau, Mesjid Nur Alam Pekanbaru.

Masjid Nur Alam peninggalan sultan tersebut menjadi salah satu simbol keislaman kesultanan kerajaan Siak Sri Indrapura sampai saat ini, Apalagi pada saat itu kerajaan Siak Sri Indrapura menjadi pusat penyebaran agama Islam, bukan hanya di negeri Siak saja, tetapi negeri negeri dibawah takluk kerajaan Siak Sri Indrapura. Sehingga Negeri Melayu Riau dikenal dengan negeri Islam. Sampai sampai jika ada mualaf masuk Islam, mereka disebut ” Masuk Melayu ” karena orang Melayu identik dengan Islam.

Masih ucapan Ir.H.Amir Ahmad. Helat Haul Marhum Pekan yang ke 234 adalah pertama sekali dilaksanakan. Dengan maksud untuk menghormati dan mengingat jasa tuanku sultan Marhum Pekan, sehingga nantinya dapat dikenang terus jasa beliau oleh generasi muda terutama orang Melayu Riau itu sendiri dan masyarakat Indonesia umumnya. Demikian ujar beliau mengakhiri (aba)