Laskar Belonggok Bersembang-sembang ” Melayu bangkit “


WR.com – Laskar hulubalang Melayu bersatu ( LHMR ) Dumai Belonggok ( bahasa Melayu Riau, red ) di markas Panglimo Gedang pasar tradisional gedang. Ahad (11/11) malam.

Sejumlah pengurus laskar LHMR Dumai bersembang sembang ringan,mereka membahas terkait kondisi masyarakat Melayu kota Dumai hari ini, proses menuju matlamat ” menjadi tuan di negerinya sendiri ”

Diketahui kondisi masyarakat Melayu Dumai saat ini terkesan tidak lagi menjadi tuan rumah di negeri sendiri, Terutama kaum muda. Kenapa tidak, sebab untuk masuk bekerja di perusahaan swasta yang ada di sepanjang pantai laut Dumai pun susah. Ujar salah seorang anggota laskar saat itu.

Sementara itu, areal tapak yang dibangun perusahaan swasta itu adalah bekas tanah milik nenek moyang mereka.Meskipun tanah tersebut sudah dibebaskan demi untuk kemajuan negeri, mereka merasa dengan dibukakanya akses industri kampung mereka menjadi kawasan industri dapat menampung tenaga kerja anak Tempatan.

Tapi ternyata harapan mereka hanya tinggal harapan, bukan kesempatan kerja yang mereka dapatkan. tapi berbagai dampak penyakit yang datang. Kenapa tidak, sebab sederetan bangunan pabrik berdiri megah didepan mata membuat polusi udara, udara lingkungan tidak lagi bersih.Setiap hari menghirup residu asap pabrik, dan air tadah hujan tidak bisa diminum karena debu tebal menempel diatas atap rumah penduduk. Terang beliau.

Sementara itu hasil tangkapan ikan Nelayan makin berkurang, tidak bisa lagi untuk memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga. karena laut tempat menjaring ikan diduga sudah tercemar oleh limbah pabrik,

Apalagi areal yang sebelumnya tempat nelayan menangkap ikan sudah semakin sempit. Pasalnya areal tersebut sudah menjadi kolam bandar, zona lalu lintas kapal keluar masuk membawa komoditi perdagangan Ekspor impor. Ujarnya mengenangkan sulitnya nelayan Dumai mencari ikan.

Panglimo gedang menyebutkan budaya dan adat istiadat Melayu yang kental dengan syariat Islam sudah mulai memudar dengan masuknya budaya asing. Ujarnya

Itu semua kata Panglimo gedang akibat derasnya transpormasi budaya globalisasi melalui jaringan internet, disitu memang mempertontonkan kebebasan, sehingga larut dengan kerenah yang dimainkan, lupa dengan jati diri kita sebagai orang Melayu. Seharusnya informasi tersebut dapat dijadikan alat untuk menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan kita, namun tetap berpijak pada akar budaya adat istiadat Melayu.Tegas beliau

Suasana diskusi terkesan penuh hikmat, apalagi saat Panglimo Gedang memberikan wejangan budaya adat istiadat orang orang Melayu.

” Adat bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan Kitabullah “.

Untuk mengembalikan semangat jati diri orang Melayu terutama gerenasi muda, beliau bersama pengurus laskar melantunkan yel yel Laskar, Dengan penuh semangat mereka Saling sahut menyahut menyebut yel yel laskar,

Suasana ruangan tempat mereka bersembang sembang langsung menggema disaat yel yel Laskar diikrarkan, sambil mengepalkan tangan mereka ucapkan kata kata, kami satria Satria Melayu.

” Kami satria Satria Melayu, laskar laskar benteng negeri, Melayu bangkit, Indonesia jaya, Allahuakbar.. Allahuakbar.. Allahuakbar..! ”

Dengan menyerukan yel yel Laskar Melayu, setidak tidaknya dapat menambahkan semangat juang orang Melayu itu sendiri. Sebut Panglimo gedang.

Diketahui ciri ciri orang Melayu itu sikap dan tindakannya saling mengedepan sopan santun dan saling menghormati tamu yang datang, dengan senyuman manis orang Melayu menerima tamu, tidak membedakan status sosial, suku, agama, dan ras didalam pergaulan sehari-hari, seperti jika pembesar disambut dengan tepak sirih, hal itu sebagai tanda persahabatan, jika rakyat jelata disambut dengan sikap ramah tamah dan terkadang diiringi dengan sebait dua bait pantun mengucapkan selamat datang.

Hal itu terlihat dengan ramainya masyarakat diseluruh pelosok negeri datang ke negeri melayu, ikut bersama sama orang orang Melayu membangun negeri ini.

Melihat dari tata Krama orang orang Melayu cara menerima tamu tersebut, mencerminkan sikap dan tindakan menjunjung tinggi adat istiadat budaya sopan santun sebagai ciri khas budaya orang timur. Hakekatnya itulah budaya bangsa Indonesia. Sikap saling menghargai dan hormat menghormati orang lain, saling bantu membantu,toleransi dalam pergaulan, hal itumemang sudah tertanam dalam jiwa orang orang Melayu itu sendiri,

Sejak dini, dari kecil anak – anak mereka sudah didik tunjuk ajar etika ” jangan dekat bapak, kalau ada tamu bapak “. Pesan Bapak pada anak anak nya

Begitu juga kalau ada tamu yang datang ke rumah,baik yang kenal maupun tidak, asalkan namanya tamu, tetap dihormati, para tamu tersebut dihidangkan makanan yang enak enak,dan sempat gulai sempedas di dapur sampai koret (red) asalkan tamu tersebut bisa dilayani oleh tuan rumah dengan baik. Begitu tabiat orang Melayu menghormati tamu mereka.

Namun saat ini khususnya orang Melayu Dumai,tidak lagi menjadi tuan di negeri sendiri. Jangankan hendak melayani tetamu, untuk mengurus diri sendiri saja sudah mulai tak larat, sebab tamu yang tinggal di negeri ini terutama perusahaan swasta yang berdiri megah telah menghambat ruang gerak masyarakat Melayu untuk mencari makan. Hasil Nelayan semakin berkurang karena laut Dumai makin sempit dan telah tercemar, dan hasil hutan seperti rotan dan damar sudah hilang, karena hutan sudah gundul dan beralih fungsi jadi kebun sawit. Kesempatan kerja di perusahaan juga terbatas.

Panglimo Bungsu laskar LHMR Dumai Jailani A.M yang akrab disapa Udo Jay menyebutkan, yel yel Laskar hulubalang Melayu Riau ini nantinya dapat dijadikan penyamangat dan sekaligus jadi pemersatu generasi muda dalam wadah laskar,untuk mengorakan langkah, merapatkan barisan, satukan tekad bersama potensi yang dimiliki, ikut berpartisipasi aktif berperan serta memberikan kontribusi yang terbaik kepada negeri sendiri, dalam upaya untuk bangkit kembali menjaga Marwah negeri melayu, menuju matlamat ” bertuan di negerinya sendiri “. Demikian ungkap Udo Jay dengan penuh semangat.

Berdasarkan pantauan, ternyata acara berlonggok laskar tersebut sungguh punya kesan dan pesan moral, tidak hanya sekedar cakap cakap kosong tanpa punya nilai tersendiri terutama untuk membangkitkan semangat para anggota laskar dalam menghadapi tantangan yang lebih berat lagi yaitu pasar bebas dan Asean

Acara sembang sembang ditutup dengan mengucapkan yel yel laskar. Demikian pantauan awak media di markas laskar hulubalang Melayu Riau. (aba)