Orang Baik Itu Harus Proaktif, Jika Tidak Mau Dikuasai Orang Jahat


” Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara untuk menuju akhirat yang kekal dan abadi”

WR.com -Banyak pesan bijak yang disampaikan tokoh belahan dunia ini untuk kemaslahatan ummat,

Kontribusi pemikiran para tokoh tersebut bersifat universal, sebab setiap negara juga mengalami hal yang sama.ada yang dikuasai dan menguasai.

Hal itu bukan saja terjadi dalam sebuah negara, malah dilakukan oleh negara lain, negara negara besar ingin menguasai negara kecil melalui meliter, budaya dan sosial ekonomi, politik. Idiologi, agama serta tren baru disusupi dengan narkoba.

Jika rakyat sudah menjadi antek antek asing, tidak ada lagi nalar akal sehatnya menjaga Marwah negeri, malah pengkianat itu rela menggadaikan negerinya sendiri demi kepentingan orang pribadi, kelompoknya, meskipun negeri mereka akhirnya dijajah oleh asing.

Stabilitas Negara jadi tak berdaya melawan pendudukan negara asing di negara mereka, hal itu akibat ulah rakyat yang menjadi pengkhianat di negeri sendiri.

Sejarah telah membuktikan pada kita, sejumlah negara tenggelam dari catatan sejarah, tidak sedikit negara yang porak poranda dan hancur akibat perang saudara. Ramai Anak anak menjadi yatim karena ayahnya gugur di medan pertempuran, rakyat yang tidak berdosa pun ikut jadi korban.

Begitu juga negara yang terlilit hutang luar negeri yang melebihi kemampuan keuangan. Negara tidak sanggup membayar, harus meminjam lagi untuk membayar bunga hutang, akhirnya secara ekonomi, Negara yang berhutang tersebut terpaksa tunduk dengan mereka.

Dinamika politik di negara yang merdeka memang rentan dengan propaganda asing, apalagi negera bebas dan tidak memiliki sistem memproteksi arus transpormasi yang masuk. Mereka (red) bebas bergerak menjalankan strategis terselubung memanfaatkan aset aset negara melalui tangan orang lain.

namun sedikit yang mengerti makna yang tersirat dalam pesan tersebut.

Nasehat para tokoh dunia dapat dijadikan panduan bagi rakyat yang akan menghadapi pemilu. Guna untuk antisipasi agar arah sebuah negara tidak digeserkan oleh oknum pengkhianat negara.

Seperti yang disampaikan oleh 5 tokoh masyarakat dunia dalam menghadapi pemilihan legislatif, pilkada dan pilpres.

1. Ali bin Abi Thalib ra.

“Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik.”.

2. Syaikh Yusuf Qardhawi (Ketua Asosiasi Internasional Cendekiawan Muslim)

” Setidaknya ada 3 cara dalam mempertimbangkan pilihan “.

Pesan beliau.Jika semuanya baik, pilihlah yang paling banyak kebaikannya.

Jika ada yang baik dan ada yang buruk, pilihlah yang baik.

Jika semuanya buruk, pesannya lagi, pilihlah yang paling sedikit keburukannya.

Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, MA. M. Phil. Ketua MIUMI Pusat, dan putra Pendiri Pesantren Gontor.

“Jika anda tidak mau ikut pemilu karena kecewa dengan pemerintah & anggota DPR, atau parpol Islam. Itu hak anda. Tapi ingat jika anda dan jutaan yang lain tidak ikut pemilu, maka jutaan orang fasik, sekuler, liberal, atheis akan ikut pemilu untuk berkuasa dan menguasai kita. Niatlah berbuat baik meskipun hasilnya belum tentu sebaik yang engkau inginkan.”_

4. Recep Toyyib Erdogan, beliau berpesan, Jika orang “Baik” tidak ikut terjun ke politik,, maka para penjahatlah yang akan mengisinya.

5. Necmetti Erbakan, berperan
Muslim yang tidak peduli Politik, akan di pimpin oleh Politikus yang tidak peduli kepada “Islam”

“Jangan Golput” Kejahatan akan timbul tatkala orang baik semua pada ” DIAM ”

Pesan singkat yang sangat bernas tersebut sebagai sebuah pesan moral untuk disimak, dipahami, dihayati dan jika sesuai dengan hati dan pikiran, lebih baik jika diterapkan didalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita selaku anak bangsa telah berperan aktif memberikan kontribusi terbaik kepada negaranya dalam upaya untuk menjaga keutuhan negara dari Anasir Anasir negera asing. (aba)