Disdik kota Dumai Terima Aksi Demo Mahasiswa, Terkait Mobdis Plat Hitam


WR.com – Sejumlah mahasiswa kota Dumai Menggelar aksi demo di kantor dinas pendidikan kota Dumai, terkait plat mobil dinas bertukar plat hitam. Hari Rabu ,( 06/12/2018)

Meskipun jumlah mahasiswa tidak terlalu ramai mengikuti aksi demo tersebut, namun orasi para mahasiswa tersebut sempat menjadi tontonan masyarakat yang kebetulan saat itu sedang membesuk keluarganya dirumah sakit umum daerah (RSUD) kota Dumai.

Dengan suara lantang mereka meneriakan tuntutan meminta kejelasan dari kadis pendidikan terkait mobil dinas dilingkungan dinas pendidikan diduga diganti plat nomor polisi atau BM mobil ( red ) dengan plat hitam.

Para mahasiswa tersebut saling bergantian berorasi dengan alat pengeras suara, kami minta kadis pendidikan menjelaskanya, jika tidak mereka tetap bertahan disini. Ujar salah satu mahasiswa tersebut.

Sepanduk seadanya dari kertas karton bertuliskan,” copot kadis pendidikan”. Dipajang didepan pagar kantor dinas yang ditutup rapat.

Puluhan petugas polisi polres Dumai turut menjaga keamanan dan ketertiban.

Suasana aksi demo mahasiswa terkesan berjalan lancar dan tertib, kondusif dan terkendali.

Setelah diadakan negosiasi agar para aksi demo dipersilahkan masuk ke gedung kantor dinas pendidikan untuk berdialog.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sekali lagi para mahasiswa aksi demo menolak berdialog dengan pegawai dinas, mereka meminta kepala dinas yang dihadirkan.

Acara dialog baru dimulai yang dipimpin Kabid pendidikan dasar, Dodi, langsung dihujani intrupsi para mahasiswa.

Mereka menginginkan kadisdik yang hadir, ” kami tidak butuh bapak, kami mau berdialog dengan kadis”,Ujar salah seorang mahasiswa dan diamini rekan rekan mereka.

Dengan tenang dan sabar Dodi menjelaskan bahwa kepala dinas tidak berada ditempat, sedang tugas keluar daerah.

Mendengar penjelasan Kabid pendidikan dasar tersebut, para mahasiswa tersebut langsung menyerlah,koordinator para aksi demo langsung intupsi setelah mendengar penjelasan kabid tersebut,namun intrupsi tersebut bukan menanyakan sesuatu tapi mengintruksikan kepada rekan rekanya untuk meninggalkan ruangan, karena mereka menganggap pegawai yang hadir saat itu tidak bisa mengambil keputusan,

Mendengar intuksi koordinator mahasiswa tersebut, langsung para mahasiswa yang hadir saat itu meninggalkan ruangan.

Mereka berpesan, ” kami akan datang kesini dengan membawa masa yang lebih banyak lagi “, Ujar koordinator aksi demo.

Ditempat terpisah ketika awak media menanyakan keberadaan kadis pendidikan, As’ari, beliau mengatakan kemaren bapak kadis masih di Dumai, tapi hari ini beliau tugas keluar daerah. Ujarnya.

Saya dipesan untuk menerima para mahasiswa aksi demo tersebut, namun beliau hanya dipesan menerima aspirasi para mahasiswa tersebut. Ujar Dodi.

Wajah Dodi terlihat agak sedikit gelisah, pasalnya inilah kali pertama mahasiswa berdemo di kantor dinas pendidikan, selama puluhan tahun beliau bekerja di sini, katanya baru kali ini beliau berhadapan dengan aksi demo. Terang beliau agak polos.

Dapat pengalaman baru, namun akuinya jujur, belum tahu cara menghadapi aksi demo tersebut.

Oleh karena diamanahkan oleh bapak kadis kepada beliau agar melayani dan menerima aspirasi aksi demo tersebut, maka tugas itu harus beliau laksanakan. Ujar Dodi. Demikian pantauan awak media wasiatriau.com. (aba)