Jangan Kau Kotori Kota Ku, Dumai Kota Beradat dan bertuan

ilustrasi wajah kota dumai

Wasiatriau.com – (DMI) Beginilah kondisi kota Dumai saat ini, dari kasat mata telanjang, terkesan kotor dan bergelimangan dosa.

Di laut dipenuhi dengan kotoran, membuang limbah tidak pada tempatnya, di udara ada residu asap tebal muntahan cerobong pabrik dan di darat menjamur tempat maksiat, subur bak jamur tumbuh di musim hujan, begitu juga geografis pesisir pantai kota Dumai dimanfaatkan sindikat sebagai jalur perdagangan bebas narkoba. malah diduga dijadikan jalur sindikat narkoba luar negeri

Berdasarkan pantauan, kondisi carut marut ini semakin lama semakin krodit, tak nampak lagi kota beradat, kota berbudaya dan kota religius.

Padahal kota ini dulunya dihuni oleh para ulama tarikat, seperti basilam baru, tuan Sekh Umar pangkalan sesai, suluk teluk makmur dan Bagan besar, para tuan guru dan jamaahnya setiap malam berdoa keselamatan dari bala, sehingga kota Dumai senantiasa aman dan damai samapi menjadi berkembang seperti saat ini.

Masyarakatnya berbudaya, adat istiadat Melayu dijunjung tinggi ramah tamah dalam pergaulan, rukun dan damai menghormati siapa saja tetamu yang datang.

Namun dengan perjalanan waktu khazanah budaya itu berangsur sirna, kondisi mulai berobah dan perilaku masyarakat tak terarah, bebas berbuat seperti negeri ini sudah tidak bertuan lagi. Kenapa tidak, sebab tempat maksiat sudah tidak terkendali lagi,dan limbah pabrik semakin menimbun, kota Dumai malah jadi jalur transit narkoba sindikat internasional, perjudian berkedok permainan anak anak semakin berkembang, virus HIV dan penyakit masyarakat makin meningkat.

Entah dari mana mau dimulai mengungkai kusut masai ini dan entah sampai kapan kondisi ini berakhir. Mengembalikan kota Dumai menjadi kota berbudaya, modern dan religius.

Siapakah yang mampu merubah budaya salah itu, jika di tangan orang yang salah, sampai kiamat kondisi ini tidak akan berobah, malah menambah permasalahan baru. ( aba )