Perusahan Abaikan Pencemaran lingkungan Hidup, Masyarakat Dumai Resah


WR.com – beginilah dinamika sosial yang dialami masyarakat yang berada pada kawasan industri, tanpa hari mereka selalu dihadapkan persoalan pencemaran lingkungan. mereka merasa resah dan kuatir dapat mengganggu kelangsungan kehidupan masa depan mereka.

Sementara pihak pihak terkait terkesan jalan ditempat, tidak kunjung selesai terkait penyelesaian persoalan pencemaran lingkungan hidup.

Seperti yang dialami masyarakat Dumai, berbagai keritikan yang disampaikan masyarakat Dumai, mulai dari turun kejalan, mereka menyuarakan aspirasinya agar perusahaan yang melakukan pembuangan limbah ditindak.

Malah persoalan pencemaran lingkungan hidup tersebut sudah sampai laporanya ke pusat oleh penggiat lingkungan hidup, namun berujung hampa, hilang tanpa bekas.

Seperti yang dilansir oleh Media online, Pesisir Nasional.com Pencemaran lingkungan hidup dikota Dumai sudah sampai pada saat mengkuatirkan keberlangsung an eko sistem air laut ,dan udara berada pada posisi yang tidak menguntungkan pasalnya perusahaan -perusahan memba ngun pabrik dipinggir pantai membikin kita terpelongo karena pabrik yang dibangun dibangun dipinggir pantai, sangat rentan terjadinya pembuangan limbah cair kelaut.

Akibatnya ekosistim air laut menjadi khususnya di wilayah perairan pesisir pantai timur kota Dumai.(senen 10/12/2018).

Berbagai Protes telah dilakukan masyarakat dumai berbagai macam aksi unjuk rasa telah dilakukan seperti pada tahun 2018 ini lebih kurang 5 ( lima ) aksi unjuk rasa kasus pencem aran lingkungan air laut dengan tumpah nya minyak Cloum pulm oil (CPO ) dipelabuhan Pt Pelindo oleh perusahaan Pt Naga Emas, dilain sisi diduga telah terjadi pembuangan limbah dipelabuhan di Pt SDS ( Sari Dumai sejahtera ) yang saat ini berujung mengendapnnya kasus pencemaran tersebut.

Kasus Pt SDS yang berlokasi dilubukgaung juga mendapat protes keras dari salah satu organisasi pemerhati lingkun gan AMPHIBI yang bernomor surat : 009/ SKL-TI/DPD-AMHIBI/KD/X/2018, Perihal Temuan pence maran Lingkungan Hidup tertangal 12 oktober 2018 yang ditandatan gani ketua Maulana,

Persoalan ini menambah deret lu ka masyarakat kota Dumai, Kasus pencemaran lingkungan ini tidak pernah habis -habisnya sepanjang tahun.

Sementara itu, Pemerintah kota Dumai sebagai pemilik wilayah tidak mampu melakukan upaya-upaya hukum ataupun sanksi yang akan memberikan efek jera kepada perusahaan bandel ini , bahkan kecendrungan selalu terjadi berhenti dimeja perundingan bahkan mengendap seperti lumpur dikedalaman laut yang tidak mungkin terangkat kepermukaan.

Aparat hukum kota Dumai juga tidak mampu berbuat apa-apa dikarenakan perusahaan tersebut memiliki pembekup yang kuat dari pusat, fitur pencemaran lingkungan ini tidak pernah tersentuh dari kekuatan manapun walaupun sudah banyak bukti yang telah diajukan.

Masyarakat Dumai berada dalam ketidak mampuan untuk menegakkan keadilan , pembelaan , dan tidak mampu memberikan sanksi terhadap perusahaan -perusa haan tersebut .

Sampai kapankah perjuangan ini akan selesai ,dan sampai kapankah kota Dumai akan terjaga dan terhindar dari pencemaran lingkungan ini, jawabnya wallahisallam bisawaf.

Ditempat terpisah, Ir. M. Hasbi menyebutkan,masyarakat Dumai bersama dengan instansi terkait sebaiknya membentuk tim guna mengawasi perusahaan yang ada di kawasan industri tersebut, jika dalam pengawasan nantinya ditemukan pelanggaran tidak memenuhi standar mutu OPL dan PPL maka instansi terkaitlah yang bertindak, dan masyarakat hanya mendampingi, mengawasi proses penindakan tersbut. (aba)