Wasiatriau Prihatin Terkait Penahanan Sekda Dumai


WR.com – Ketua LSM Wasiatriau A. Bakri. Mz. merasa prihatin terkait penahanan sekretaris daerah (Sekda) H. M. Nasir. MT oleh KPK, Rabu (06/12/2018) kemaren.

Beliau mengatakan, keprihatinan yang mendalam terhadap sekda Dumai tersebut atas penahanan yang dilakukan KPK. Pasalnya beliau ditahan disaat masyarakat Dumai telah merasakan manfaat atas kinerja Sekda dalam menata pemerintahan kota Dumai dan roda pembangunan.

Sebagai pembantu walikota, beliau sangat mengerti apa yang harus dilakukan sesuai visi misi walikota Dumai.

Berdasarkan pantauan, selama beliau menjabat sebagai sekda Dumai, banyak pekerjaan yang diselesaikan oleh beliau.

Seperti proses pembangunan fisik jalan, beliau ikut berperan serta membantu tugas dinas PUPR, mengawasi pekerjaan dan malah beliau ikut memberi saran untuk kelancaran pekerjaan. Malah beliau sempat turun sampai malam hari mengawasi pekerjaan tersebut sampai selesai.

Sebut saja seperti jalan sultan Syarif Kasim, awalnya pihak pelaksana terkesan lambat dan diduga tak akan siap, namun ternyata setelah beliau turun langsung kelokasi, akhirnya siap dikerjakan.

Sejumlah pembangunan fisik jalan beliau juga turun langsung mengawasinya,seperti jalan Budi kemuliaan, Hasanudin kelakap tujuh, jalan Soebrantas, Sukarno Hatta dan lainnya. Apalagi ada yang dikerjakan pas akhir tahun namun kegigihan beliau ikut serta turun semua pekerjaan siap terlaksana dan dapat bermanfaat bagi aktivitas masyarakat Dumai.

Begitu juga terkait dengan banjir, beliau mengerahkan organisasi perangkat daerah ( OPD) yang terkait mengatasi masalah banjir sejumlah alat berat dikerahkanya kelokasi titik titik rawan banjir untuk menggali parit parit yang tersumbat, seperti yang beliau lakukan dijalan cempedak. Bumi ayu, STDI, dan banyak lagi lokasi rawan banjir dapat diatasi oleh beliau,

Saat itu beliau sempat menaiki perahu karet menyusuri sungai Dumai hingga malam hari.

Beliau langsung terjun ke lokasi titik rawan banjir, tujuannya untuk melihat sumber banjir itu sendiri, soalnya beliau sedang merancang program penanganan banjir rob dan banjir bandang. Karena selama ini kota Dumai selalu dihadapkan dengan persoalan banjir.

Pernah beliau bercerita tentang saluran draenase utama yang ada dikota Dumai puluhan tahun silam, seperti jalan Pattimura, tenaga, kemboja, pasar usang, labour houseing, parit tersebut dulunya tembus kelaut, jikapun banjir akibat curah hujan tinggi, namun banjir hanya sebentar, genangan air cepat surut kembali karena saluran draenase lancar langsung tembus ke laut.

Diketahui beliau adalah orang Dumai tahu dengan kondisi kota Dumai saat itu, setelah puluhan tahun meninggalkan Dumai dan kembali ke dumai untuk membenahi Dumai lebih maju.

Beliau juga membangun Astaka MTQ provinsi Riau di area bukit gelanggang, dan Astaka tersebut dijadikan ” Ikon ” kota Dumai,

Rencana beliau membangun sarana pendidikan agama, tahfis Al-Qur’an di kelurahan Laksamana tepatnya disebelah rumah Andi firman, saat ini dilokasi tersebut baru dibangun akses jalan, sarana ibadah surau dan disitu dijadikan area kompet pengajian tahfis Al-Qur’an.

Salah seorang masyarakat Dumai menyebutkan saat mendengar berita penahan oleh KPK disalah satu media, beliau merasa sedih dan kecewa, karena masyarakat sudah merasakan manfaatnya secara langsung maupun tidak langsung atas kerja keras Sekda Dumai.

Katanya lagi, kami masyarakat Dumai mendoakan semoga beliau tabah menghadapi cobaan tersebut. Ujarnya singkat.

Diketahui bahwa kasus yang menjerat sekda Dumai terkesan sebuah permainan tingkat tinggi, karena dilihat dari kronologisnya mulai dari pencekalan beliau saat mau berangkat naik haji, sehingga beliau tidak jadi berangkat menunaikan haji ke tanah suci Mekah, pencekalan keluar negeri selama 6 bulan dan berselang beberapa hari status beliau naik dari terperiksa menjadi tersangka.

Kasus yang menjerat beliau terkait proyek pembangunan jalan Rupat – pangkalan nyirih, tahun 2013-2015, saat itu beliau menjabat kadis PU Bengkalis.

Oleh karena kinerja beliau cukup bagus di Bengkalis maupun di kabupaten Inhil, maka beliau ditarik ke dumai, apalagi beliau salah satu anak Dumai yang dianggap memiliki kemampuan di bidang birokrasi, dan setelah lulus seleksi ASN beliau dilantik menjadi Sekda Dumai dibawah kepemimpinan walikota Dumai terpilih saat itu, Zulkifli As. (aba)