Zayu Rizki Syafitri, SH, MA Kunjungi Situ Sejarah, Makam Tuan Syech Umar Dumai,

makam batu beranak dumai

Wasiatriau.com- (DUMAI) Zayu Rizki Syafitri,SH,M.A salah seorang srikandi Riau yang peduli dengan budaya adat istiadat daerah melayu Riau. kenapa tidak, sebab saat beliau turun ke Dumai, langsung menziarahi ke sejumlah makam dan situs sejarah kota Dumai, Jumat (18/01/2018 ). Demikian pantauan awak media wasiatriau.com dilapangan.

Seperti yang dilakukan saat ini,  beliau mengunjungi sejumlah makam yang bernilai sejarah, seperti Makam Tuan Sekh Umar dan Makam tok Kedondong di pangkalan sesai.

Dalam kegiatan menziarahi makam, Wanita kelahiran Duri kabupaten Bengkalis tersebut  didampangi ketua DPW Laskar Hulu Balang Melayu Riau ( RHMB ) Kota Dumai, Panglimo Gedang serta beberapa orang turut mendampingi beliau sebagai penunjuk jalan dan informasi terkait makam yang dikunjunginya.

Sebelum sampai ke makam tuan syech umar, beliau sempat singgah di bundaran tugu pon riau di simpang bundaran sukajadi,  karena disitu maskot pon riau, burung serindit mengenakan pakaian adat melayu. beliau juga menyempatkan untuk berfoto bersama panglimo gedang disekitar tugu burung sendit tersebut.

Ketika ditanya awak media terkait patung burung seriondit memakai baju adat melayu, beliau secara diplomatis menyebutkan, ” Acara Pon Riau kan sudah berlalu,  oleh karena letak tugu tersebut di pintu yang sangat strategis, kan lebih baik jika disitu dibangun tugu yang bernuansa melayu riau, seperti keris, tepak sirih atau yang lainya, namun tetap mengacu pada nilai nilai budaya adat istiadat kearifan lokal,”. Terang Zayu singkat.

Setibanya di depan pintu gerbang makam tuan syech Umar di kelurahan pangkalan sesai, terpantau oleh awak media beliau mengucapkan salam dan mem-fidiah-kan Al-Fatiha kepada pemilik makam, lalu berfoto bersama.

Dari raut wajahnya terkesan agak sedikit sedih melihat kondisi bangunan makam seperti tidak terawat, ada bagian dari bangunan makam sudah mulai lapuk dan usang, begitu juga atap gapura pintu masuk ke makam juga sudah rusak.

” Sayang ya, sudah banyak yang rusak, seharusnya bangunan ini dirawat, karena ini kan makan seorang tokoh agama masyarakat Dumai”. Gumam beliau.

Disela sela perbincangan rombongan tentang sejarah makam Tuan Syech Umar, Panglimo gedang menjelaskan, bahwa Tuan syech Umar adalah seorang guru, beliau adalah salah seorang yang menyebarkan agama islam di kota dumai, tuah syech umar bergelar khalifah tarikat nagsabandiah. “Jasa beliau cukup banyak kepada masyarakat kota dumai, terutama pengajian ilmu agama Islam, makanya beliau tetap dikenang masyarakat dumai sepanjang zaman “, Ujar Panglimo Gedang terkait kontribusi tuan syech umar terhadap masyarakat dumai saat itu.

Setelah melihat lihat di sekitar makan dan membaca doa, beliau dan rombongan langsung berangkat menuju makam Tok Kedondong, yang berda di areal perusahan Patra Niaga, Dock Year di Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat.

Memang masyarakat Dumai banyak yang tau dengan Makam Tok Kedondong,namun masih banyak yang tidak tau dimana letak makam keramat tersebut. sebab posisi makam tok kedondong  tersebut di dalam areal perusahan Patra Niaga.

Sebelumnya lokasi makam Tok Kedondong tersebut di sekitaran rumah penduduk kampung kedondong, pangkalan sesai, namun disaat pertamina membuka kawasan anak perusahan pertamina yaitu petamina dock yard, khusus untuk kegiatan dock kapal tanker, maka saat itu perkampungan kedondong tersebut di gusur, hanya makam tok kedondong yang tidak digusur, mungkin karena keramat,  warga kedondong di-relokasikan di kampung baru, saat ini disebut purnama, ada yang pinda ke teluk pauh, sebelah kampung kedondong dan sekarang bernama pangkalan sesai, namun ada juga yang pindah ke luar negeri Malaysia dan singapura.

Masih berita yang sama, ketika rombongan masuk ke lokasi makam tok kedondong, harus melewati pintu penjagaan, setelah menjelaskan tujuan dan meninggalkan KTP, baru rombongan dipersilakan masuk untuk menziarahi makam tersebut, namun tetap dipantau security perusahaan tersebut dari jauh.

Sekali lagi Zayu membacakan salam dan doa untuk Tok Kedondong, beliau didamping oleh panglimo gedang, beliau juga sempat mengabadikan foto makam tersebut.

Didalam pekarangan makam tersebut terlihat sejumlah telur dan kue, diduga telor dan kue tersebut adalah benda sesajian, seperti diketahui ada juga warga yang menyakini tempat tempat keramat tersebut mujarab untuk tempat meminta atau berniat sesuatu untuk kebaikan diri dan keluarga terutama usaha yang sedang dilakukanya.

Melihat kondisi makam tok kedondong tersebut banyak telor diduga untuk ritual sesajian, Zayu menjelaskan, dalam islam perbuatan seperti itu dilarang keras, karena itu perbuatan Syirik, Terang beliau agak sedikit tegas dalam memegang prinsip sebagai seorang muslim.

” Apakah petugas tidak tau ada orang melakukan sesajian disini ” katanya agak sedikit heran, seharusnya sambung beliau lagi, petugas security melarang orang yang datang terutama orang Islam yang melakukan kegiatan yang bertentangan dengan akidah Islam.

Diketahui tok Kedondong tersebut, menurut cerita masyarakat pangkalan sesai, adalah seorang tokoh masyarakat yang cukup terkenal saat itu, sebab menurut cerita beliau itu yang memelihara harimau, harimau itulah yang menjaga kampung kedondong dan sekitarnya dari gangguan manusia jahat dan binatang buas yang mau merusak kampung tersebut.

Ada beberapa ekor nama harimau yang cukup dikenal masyarakat dumai sebagai penjaga negeri ini kala itu, nama nama harimau tersebut seperti Belang, Tengkes, Kilat Senja dan lainya.

Pernah suatu ketika, datanglah Harimau jadi jadian dan kerinci yang akrab disebut oleh warga setempat yang sebut Cenaku, harimau jadi jadian ini kononya bisa bertukar bentuk manusia, ketika bertemu dengan manusia yang bisa dimangsanya, cenaku tersebut berubah menjadi harimau.

Menurut cerita untuk membedakan cinaku dengan manusia biasa, bahwa cinaku tersebut antara bawah hidungnya sampai bibir atas, tidak ada alur lekuk bibir, dan disaat bertukar menjelma menjadi harimau, cinaku tersebut selalu duduk diatas lantai yang berlobang, agar mudah mengeluarkan ekornya, dan disaat itu cinaku tersebut mengeluarkan suara berdehem ” HEEMM ” ( red ) namun suaranya sudah mirip harimau. disaat itulah krakter cinaku berobah total dari sifat manusia menjadi sifat harimau, selalu menerkam mangsanya.

Suatu ketika orang kampung sudah mulai gelisah dan takut karena diteror cinaka dari kerinci, banyak hewan ternak warga kampung dimakan harimau jadi – jadian tersebut, nah disaat itulah harimau penjaga kampung bertindak, karena kampung tersebut diteror jadi mencekam, setelah dicari para harimau penjaga kampung tersebut, akhirnya pas dipersimpangan lorong hutan belukar, berjumpalah dengan harimau jadi- jadian  tersebut, oleh karena harimau penjaga kampung merasa bertanggung jawab dengan keamanan kampung tuannya, maka harimau jadi-jadian tersebut diusir keluar, namun karena harimau cenaku tidak mau kalah, maka menurut cerita terjadilah berkelahian. setelah beberapa hari berkelahi, akhirnya harimau cinaku tersebut tersudut dan kalah, dan menyerah kepada harimau penjaga kampung tersebut, maka disaat itu harimau cinaku itu tidak berani lagi makan manusia dan hewan ternak warga kampung kedondong dan sekitarnya, biasanya cinaku memangsa manusia dan jantung manusia yang dimangsanya akan dibawa pulang ke kerinci sebagai hadiah untuk ketua cenaku. setelah kejadian tersebut, sebagai hadiah untuk ketuanya di kerinci, cenaku hanya membawa jantung pisang dari kampung kedondong.

Menurut cerita areal tempat perkelahian harimau tersebut disebut bukit gelanggang dan areal bukit gelanggang saat ini dijadikan tempat alun alun kota dumai, pas di depan ramayana, simpang segi tiga jalan sudirman dan subrantas Dumai.

Masih Ucapan Zayu, Wanita muda yang energik tersebut mengatakan,” kita selaku anak Riau wajib melestarikan nilai nilai budaya kearifan lokal, karena nilai budaya dan adat istiadat daerah adalah aset  asli daerah yang perlu kita kembangkan sehingga menjadi bernilai ekonomis untuk kota Dumai” Ujarnya

Beliau bertekad akan memperjuangkan nalai nailai budaya kearifan lokal tersebut, salah satunya budaya dan adat istiadat yang ada di kota dumai dan Riau Umumnya.

Berbagai cara beliau membesarkan nilai nilai budaya kearifan lokal riau, salah satu yang akan beliau laksanakan pada bulan Maret 2019 nanti, melaksanakan Pergelaran Bandar Raya Budaya Riau, di Pekanbaru. Beliau akan menampilkan Nilai nilai budaya kearifan lokal, seperti kesenian yang ada di Provinsi Riau.

Menurut beliau, acara akbar ” Bandar Raya Budaya Riau ” akan dilaksanakan semeriah mungkin, karena beliau ingin memecahkan rekor muri.

Menutrut beliau, acara akan dihadiri Gubernur Riau, Walikota Pekanbaru, LAMR Riau dan Pekanbaru, Tokoh masyarakat yang ada di Provinsi Riau, PGRI, Mahasiswa dan pelajar serTa sejumlah sanggar seni. turut juga hadir dari negara malaysia dan berunai darusalam. Terang Master lulusan Ingris tersebut, kebelutan beliau juga Caleg pusat dari Partai Gerindra nomor urut 3. Dapil Riau I.

Target yang diharapnya, agar nilai nilai budaya kearifan lokal  dapat dikenal oleh masyarakat Riau terutama generasi muda, malah beliau berharap acara itu nantinya untuk memperkenalkan budaya kearifan lokal tersebut di mata orang orang pusat dan juga masyarakat Asia. Demikian harap beliau. ( aba )