Pelabuhan Penumpang Bandar Sri Junjungan Dumai, Hari ini Diresmikan Irjen


Wasiatriau.com -Walikota Dumai Zulkifli As menghadiri acara peresmian terminal penumpang Bandar Sri Junjungan Dumai, Jumat (01/02/2019)

Hadir dalam acara peresmian tersebut, Wawako Dumai Eko Suharjo,  Forkompinda Dumai, rombongan dirjen, KSOP Dumai, sejumlah OPD kota Dumai, camat dan lurah se kota Dumai.

Turut juga hadir LAMR kota Dumai, tokoh masyarakat Dumai, Ormas OKP, LSM, Laskar, KMBD, wartawan kota Dumai. Begitu juga sejumlah perusahaan swasta dan BUMN yang beroperasi di kota Dumai,

Terlihat juga para pekerja TKBM berbaris di sisi kiri tenda acara, puluhan TKBM pimpinan Agus ikut serta mensukseskan acara peresmian pelabuhan penumpang bandar Sri Junjungan kota Dumai tersebut.

Disela sela pidato sambutan walikota Dumai Zulkifli As menceritakan keinginan masyarakat Dumai, sudah cukup lama masyarakat Dumai ingin memiliki pelabuhan sendiri

Apalagi geografis kota Dumai terletak digaris pantai timur Sumatera dan berbatas dengan selat Malaka.

Kota Dumai salah satu daerah di provinsi Riau sebagai kota pelabuhan, untuk itu nantinya Pelabuhan bandar sri Junjungan yang sebentar lagi diresmikan ini, dapat membuka akses antar pulau, sehingga dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Tambah beliau lagi mengatakan, mempermudah petugas untuk mengawasi barang maupun orang yang keluar dan masuk ke pelabuhan,” ujar Zul As

Inspektur jendral perhubungan Wahyu Satrio Utomo SH. M.Si disela sela dalam kata sambutan menyebutkan bahwa pelabuhan Dumai menjadi pelabuhan pertama di tahun 2019 yang menerapkan sistem inaportnet, setelah sebelumnya sistem inaportnet diterapkan di 16 pelabuhan di Indonesia.

Selain go live inaportnet pelabuhan Dumai, terminal penumpang Bandar Sri Junjungan juga diresmikan inspektur jenderal kementerian perhubungan Wahyu Satrio utomo, Jumat (01/02/2018)

” Tahun 2019 Direktorat jendral perhubungan laut kementerian perhubungan menargetkan sistem inaportnet ini dapat diaplikasikan secara lebih luas disejumlah pelabuhan kelas I dan II, implementasinya dimulai dari pelabuhan Dumai,”

Inaportnet merupakan salah satu program Quick win kementerian perhubungan yang harus didukung penerapannya di pelabuhan – pelabuhan di Indonesia. Terang Satrio.

” Penerapan sistem inaportnet di berbagai pelabuhan dapat meningkatkan pelayanan kapal dan barang di pelabuhan menjadi lebih cepat, valid, tranparan, dan terstandar dengan biaya yang minimal, sehingga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia, termasuk di Dumai ”

Penerapan inaportnet di pelabuhan Dumai, menurutnya dapat meningkatkan daya saing pelayanan transportasi laut yang akan berdampak pada peningkatan kualitas produk dalam negeri bahkan dapat meningkatkan ekspor karena biaya produksinya mampu bersaing dengan produk luar negeri.

Berbagai upaya persiapan penerapan sistem inaportnet di pelabuhan Dumai telah dilakukan, seperti kegiatan pelatihan dan sosialisasi serta penandatanganan pakta integritas oleh kepala kantor KSOP kelas I Dumai, Direktur SDM PT.Pelindo I cabang Dumai, Direktur operasional PT pelabuhan tiga bersaudara, dan general manager pt.Pelindo I cabang Dumai.

Ditempat terpisah, kepada kantor KSOP kelaa I Dumai, Sanggam Marihot menerangkan, selama masa soft launching sejak tanggal 14 Desember 3018 hingga 30 Januari 2019, penerapan sistem inaportnet di pelabuhan Dumai dapat memberi kemudahan untuk para pengguna jasa.

,” Selama kurun waktu lebih satu bulan sejak soft launching tercatat jumlah pendaftaran pemberitahuan melakukan kegiatan usaha (PMKU) sebanyak 50 perusahaan, dengan jumlah surat persetujuan berlayar (SPB) on- line sebanyak 577 buah

Lanjutnya lagi, Sanggam Mengatakan terminal penumpang bandar Sri junjungan ini diperuntukkan untuk melayani penumpang domistik.

Pelabuhan bandar Sri Junjungan dilengkapi dengan pembangunan dua buah phonton untuk fasilitas sandar / Tambat kapal penumpang 500 GT. Sementara di darat pemerintah kota Dumai melalui PT. Pelabuhan Dumai Berseri ( PDB) telah menyiapkan ruangan terminal penumpang 2 lantai luas masing masing 725 m2 dan 603,5 m2 beserta lapangan parkir kendaraan seluas 4.945 m2.

Perkembangan pelabuhan bandar Sri Junjungan Dumai ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dimana pengoperasian dermaga disisi laut berada di bawah pengawasan kantor KSOP Dumai, sedangkan pelayanan sisi darat dikelola oleh BUMD PT. Pelabuhan Dumai Berseri (PDB).

” Semoga sinergi positif ini dapat terus memberikan manfaat yang besar khususnya bagi masyarakat Dumai,” Katanya.

Ditempat terpisah, salah seorang warga purnama Idris merasa senang dengan telah dioperasikannya perubahan penumpang tersebut, sebab sudah sepuluh tahun lebih  masyarakat Dumai ingin memiliki pelabuhan,namun tidak kunjung selesai.

Dengan telah diresmikan pelabuhan bandar s4ri junjungan dumai ini, maka terwujudlah keinginan Masyarakat Dumai memiliki pelabuhan sendiri.Ujarnya. ( ada)