Acara Prabowo di Yogyakarta Sempat Ricuh, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan

Prabowo-Sandi kampanye damai ( net )

Wasiatriau.com ( Jogyakarta )- Tak henti hentinya masalah yang yang dihadapi Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 02  Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. terutama saat mereka melakukan safari kegiatan Kampanya.

Berdasarkan informasi yang dapat dirangkum wasiatriau.com. Belum lama berselang hari  Sabtu (23/02/2019), pengurus desa Adat Pagi I, kecamatan penebel, Kabupaten Tabanan, Bendesa Adat Pagi I Wayan Yastera bersama Kelihan Dinas Banjar Adat Pagi I Wayan Suka Wijaya dan Kelihan Banjar Adat Pagi I Noman Subagan, terjadi penolakan kehadiran Calon Wakil Presiden nomor 02, Sandiaga Uno di Desa Adat Pagi I tersebut, Mereka  beralasan Warga di Banjarnya sedang sibuk urusan adat karena melakukan persiapan menjelang upacara ritual Panca Wali Krama di Pura Besakih, Kabupaten Karangasem.

Mendengar informasi tersebut, dengan bijaksana Sandiaga Uno menjawabnya, mengakui ingin menghormati keputusan itu, dan dia juga berujar ingin situasi politik dan keamanan dibali tetap kondusif agar parawisata tak terganggu.

Sementara, Sandiaga Uno saat berkampanye di Tanjung Benoa Bali, beliau berjanji akan menolak Reklamasi Teluk Benoa jika proyek pengerukan laut itu merusak lingkungan dan merugikan nelayan.

Jika Masyarakat Bali merasa Reklamasi merusak lingkungan dan mengancam penghidupan para nelayan, bersama masyarakat Bali, Prabowo Sandi akan menolak reklamasi, melalui keterangan tertulis beliau, Ahad ( 24/02 )

Kali ini muncul lagi hambatan kecil saat berkampanye di Yogyakarta, namun bukan penolakan tapi diduga ada orang yang ingin mengacau suasana kampanye Capres nomor 02 tersebut. Sebagaimana rilir berita Kompas.com.

Kericuhan sempat terjadi di jalan Magelang, tepatnya di sebelah Utara Grand Pasific Hall, tempat digelarnya acara ” Prabowo Menyapa Warga Jateng-DIY”. Kericuhan terjadi diduga akibat ada orang yang membawa spanduk Jokowi-Ma’ruf Amin. Salah satu warga yang kebetulan melintas di jalan Magelang Km 4, Aji (25) menuturkan awalnya ada orang yang membentangkan spanduk Jokowi-Ma’ruf Amin. “Setahu saya tadi ada 2 orang yang membawa spanduk, Jokowi-Ma’ruf,” ujar Aji salah satu warga Jalan Magelang, Rabu (27/02/2019).

Rombongan yang sedang konvoi melihat spanduk yang dibentangkan oleh dua orang tersebut. Mereka lalu mengejar dua orang itu. “Dua orang itu dikejar. Mereka lari,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah membenarkan sempat ada kericuhan kecil. Namun bisa langsung diredam. “Iya benar ada kericuhan, tetapi tidak masalah,” tuturnya. Diakuinya, anggota yang di lokasi sempat melakukan tembakan peringatan untuk menghalau massa. Hingga saat ini pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut.

Itu (tembakan peringatan) untuk menghalau. Sampai saat ini belum ada yang diamankan. masih dalam pengejaran.

Diketahui terkait kejadian kericuhan tersebut, di dalam gedung Grand Fasipik Hall Sleman, suasana acara Prabowo Subianto menyapa masyarakat dan Purnawirawan DIY – Jateng tetap berjalan lancar dan penuh hikmat.

Ditempat terpisah, di lokasi kericuhan, tepatnya di sebuah gang Padukuhan Kutu Dukuh, Keluragan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman malam ini, suasana di sekitar lokasi cenderung lengang. Tampak beberapa sepeda motor berlalu lalang.

Namun, di jalan aspal gang tersebut terdapat pecahan kaca yang cukup banyak, tepatnya di depan pagar sebuah rumah tingkat 2 yang didominasi warna cream. Rumah itu adalah milik politisi Partai Demokrat, Roy Suryo.

Sedangkan di simpang empat, tepatnya di sebelah timur rumah Roy terdapat beberapa spanduk yang diduga dirusak secara sengaja. Tak hanya itu, sebuah warung yang berada di simpang empat tersebut tampak telah tutup.

Seperti diketahui, acara Prabowo Subianto Menyapa Masyarakat dan Purnawirawan TNI/Polri DIY-Jateng di Grand Pacific Hall, Sleman sempat diwarnai kericuhan. Insiden terjadi di luar gedung atau tepatnya di pinggir Jalan Magelang Km 4,5.  ( aba )