Penantian Panjang Program Air Minum Dumai Belum Berakhir

Zul As tinjau PDAM PT. Tirta Dumai.

Wasiatriau.com – Proyek multiyear air bersih kota Dumai menjadi perhatian masyarakat Dumai. Pasalnya sudah berjalan hampir sepuluh tahun pembangunanya tidak juga kunjung rampung. Sementara mereka berharap banyak hal itu bisa terwujud.

Hal itu tidak terlepas dari situasi geopolitik kota dumai itu sendiri, Kenapa tidak, sebab jika dilihat dari rekam jejak rentang perjalan waktu, diduga terkesan tarik menarik kepentingan para pihak dan dominan mengedepankan egosentris daradigma sempit  dari pemegang kendali.

Awalnya program air bersih tersebut murni visi misi dan program kerja walikota terpilih saat itu, Periode 2004 – 2009  Zulkifli As – Sunario. oleh karena program air bersih untuk kota dumai menelan biaya cukup besar, sekitar duaratus miliyar rupiah lebih. sedangkan apbd kota dumai saat itu tidak sampai 1 triliun rupiah, maka Walikota Dumai berusaha semaksimal mungkin mencari anggara pihak ke 3. namun usaha untuk melibatkan pihak ke 3, menurut informasinya selalu terbentur regulasi dan anggaran. karena pihak ke 3  adalah bisnis murni sementara program pemerintah kota dumai lebih dominan pada kesejahteraan masyarakat. tentu harga bahan baku air untuk kebutuhan masyarakat bersubsidi.

Akhirnya Program air bersih baru dapat dijalankan pada pertengahan priode kepemimpinan mereka. sekitar tahun 2008. dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD ) Kota Dumai, pekerjaan tahun jamak, Multiyear selama tiga tahun, pelaksanaan pembangunan proyek multiyear tersebut dikerjakan oleh perusahan BUMN, seperti PT. Adhi Karya persero, PT. Waskita Persero, PT. Nindya Karya persero dan Konsultan, anggaran biaya pelaksanaan proyek air bersih sebesar 233 Miliyar rupiah tersebut, baru terserap sekitar 146.630 263.794.00,- atau sekitar 146 miliyar rupiah.

Berdasarkan informasi, pelaksanaan proyek pembangunan tahun jamak program air bersih tersebut dimulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2011, pembiayaan menggunankan APBD kota Dumai, sesuai progresif pekerjaan PT. Adhi Karya Persero termin tahun 2008, salah satu contoh pembayaran termin pada tanggal 16 Desember 2008, Nomor SP2D 6089/SP2D/LS/2009. Rp. 9.000.000.000.00,- dan total pembayaran termin pada PT. Adhi Karya sampai 2010 sebesar Rp. 40.265.121.474.00,- atau sekitar 40 miliyar rupiah lebih. dan untuk PT. Waskita Persero pada 16 Desember 2009, nomor SP2D6088/SP2D/LS/2009, sekitar Rp. 1.358.911.500.00,- dan seterusnya sampai dengan total pembayaran termin selama 3 tahun sebesar Rp.39.390.713.999.00,- atau 39 miliyar lebih. dan kemudian PT. Nandya Karya Persero termin tahun 2009, yaitu 18 Maret 2009  Nomor SP2D00353/SP2D / LS / 2009. rP. 9.000.000.000.00,- dan termin selanjutnya sehingga total pembayaran termin samapi 2010, Rp.26.761.780.491.00,- atau sekitar 26 miliyar rupiah lebih. dan biaya konsultar sekitar Rp.847.162.000.00,- atau sekitar 847 juta rupiah lebih. maka pemerintah kota dumai daftar kontruksi dalam pengerjaan per 31 Desember 2010 dengan total biaya yang sudah diserahkan kepada 3 perusahaan dan ditambah  konsultan adalah sebesar Rp. 146.630.263.794.00,- atau sekitar 146 miliyar rupiah lebih sudah dikeluarkan untuk proyek air minum melalui APBD kota Dumai.

Sementara Walikota – Wakil Walikota Dumai  periode 2004 – 2009  Zulkifli As – dr. Sunario sudah berakhir dan digantikan Walikota – Wakil Walikota Dumai periode 2009 – 2014  Khairul Anuar.SH  –  dr.Agus Widayat.

Pergantian pucuk pimpinan pemerintahan kota dumai ternya membawa dampak kepada kelangsungan program air bersih dumai tersebut, sebab pengerjaan proyek multiyear air bersih tersebut dianggap ada masalah, karena ada multi tafsir antara pelaksana  proyek dengan pemko Dumai saat itu, sehingga sempat pembayaran termin pelaksana proyek tersebut tertunda beberapa saat,  dengan alasan Khairul Anwar ( alm ) tidak mau terlibat masalah, akhirnya setelah mendengar pendapat hukum bahwa pelaksaan pekerjaan sudah sesuai progresif, maka pemko dumai wajib bayar.

Dengan jumlah pembayaran sebanyak 146 miliyar lebih, maka masih ada pembangunan fisik bangunan dan sarana lainya yang belum selesai dikerjakan,  karena jika dilihat dari total pembiayaan proyek multiyear program air bersih / minum tersebut sebesar.223 Milayar rupiah.  artinya masih ada sekitar 30 persen lebih lagi yang harus diselesaikan oleh jasa pelaksana proyek. sedangkan proyek multiyear tersebut selama tiga tahun dengan anggaran sebesar 223 miliyar rupiah.

Walikota Dumai, H. Khairul Anwar SH saat itu tidak lagi melanjutkan pengerjaan proyek mulytiear air bersih tersebut, mungkin tidak mau terlibat terlalu jauhmencampuri program air bersih itu, karena bukan program beliau, apalagi saat pembayaran termin terakhir pada perusahan pelaksana tahun 2010 terkesan kurang harmonis antara pemko dumai sebagai pengguna anggaran dengan perusahan jasa pelaksana proyek.

Pada tahun 2011, cerita proyek air bersih hilang dari peredaran, apakah perda proyek multitear program air bersih sudah tidak berlaku lagi atau unlimitid dan atau sudah diganti dengan perda baru terkait pemberhentian pelaksanaan proyek air bersih. saat berita ini dirilis belum menemukan jawaban dari pihak berkompeten.

Sementara Pemerintah kota dumai melaksanakan program pelebaran dan pembersihan draenase dalam kota, seperti jalan Datauk Laksamana, Sultan Syarif Kasim, Sukajadi, namun saat pekerjaan penggalian parit tersebut membuat pipa air bersih yang baru beberapa tahun ditanam hancur, patah patah karena disenggol alat berat saat menggali parit tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, masing masing intansi terkesan melepaskan tanggung jawab terhadap pipa air bersih tersebut, saling buang badan siapa yang harus bertanggung jawab menjaga aset daerah yang bernilai ratusan miliyar tersebut. Instansi Dinas PU atau Badan Pengelola Air Minum PT. Tirta yang harus bertanggung jawab melindungi aset daerah tersebut. oleh karena saling lepas tanggung jawab, sehingga dengan semena mena pelaksana proyek menghancurkan aset daerah itu. tanpa ada pengawasan dan pencegahan dari pengawas proyek. pipa yang patah patah akibat penggalian parit ada yang dibawa ke kantor PDAM PT. Tirta saat itu, tapi tidak sedikit diambil warga, karena mereka anggap  pipa yang patah patah tersebut tidak bisa disambung lagi untuk pipa air bersih dan sudah  dianggap barang rongsokan dan mereka jual perkilo.

Kenapa Pemerintah kota dumai saat itu tutup mata dan tidak ada yang bertindak untuk mencegahnya dari kerusakan aset daerah tersebut. kenapa Anggota dewan saat itu tidak bertindak, sedangkan tupoksi dewan salah satunya ada fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintahan dalam hal ini Pemerintahan kota Dumai. lalu berapa kerugian uang daerah saat itu dibiarkan oleh mereka.

berdasarkan informasi, bahwa pipa yang hancur akibat kelalaian pelaksana proyek akan diganti oleh perusahan jasa pelaksana. namun sampai hari ini pipa air yang rusak belum juga diganti dengan yang baru, jika ada biaya yang rusak diganti oleh pelaksana proyek draenase, lalu uangnya dibawa kemana, dikembalikan ke kas negara dianggap kelebihan silva atau uang penggantian pipa yang rusak dialihkan untuk pembangunan fisik yang lainnya.

Seharusnya, jika ada aset negara atau aset daerah yang dirusakan dengan sengaja atau tidak disengaja, bagi yang bersangkutan minimal harus menggantinya dan jika ada unsur kesengajaan atau unsur pembiaran perusakan aset negara atau aset daerah tersebut yang masih layak digunakan atau belum habis limit, maka yang bersngkutan dianggap melakukan tindak kejahatan melanggar hukum karena merusak aset.

Masih berita yang sama, setelah habis masa jabatan Khairul Anwar menjabat walikota dumai, maka pucuk pimpinan berganti, Zulkifli As terpilih kembali menjadi walikota dumai periode 2016 -2021. sesuai visi misi dan program prioritas salah satunya program air bersih / air minum. karena beliau mau melanjutkan program yang tertunda selama lima tahun yang lalu.

Zul As juga telah menurunkan tim ahli dari jakarta beberapa bulan yang lalu, selama hampir sebulan mereka berada di kota dumai untuk memeriksa pipa pipa air minum yang rusak. ” Mereka menggunakan alat sensor untuk mengecek pipa yang rusak “, Ujarnya.

Dalam perjalanan program lanjutan tahap ke dua program air minum , kebetulan ada program nasional terkait kerjasama regional air bersih yang disebuat dengan Regional SPAM Durolis, Sistem pengelolaan air minum Dumai, Rohil dan Kabupaten Bengkalis.

Peletakan batu pertama diresmikan dirjen SDA kementrian SDM di kecamatan tanah putik Kabupaten Rokan Hilir. Sumber air baku dari air sungai rokan rohil, dan pembiayaan  pembangunan pipa dari pusat pengolahan air minum di sungai rukan ke perbatasan kabupaten kota dibantu APBN dan APBD Provinsi Riau dan jatah distribusi air untuk kota dumai sebanyak 250 liter perdetik.

Menurut keterangan Walikota Dumai Zulkifli As, untuk memenuhi kebutuh air minum masyarakat Dumai, maka akan dibantu air bahan baku dari air sungai Mesjid. Terang Zul As kepada wasiatriau.com beberapa waktu yang lalu.

Untuk melanjutkan program air minum jilid dua, Pemerintah Kota Dumai juga telah membentuk tim air, setelah dilakukan pelelangan untuk mencari pihak ketiga, nantinya pihak ketiga bekerjasama dengan pemerintah kota dumai melalu badan usaha milik daerah mengelola air minum tersebut.

Namun program air minum tersebut tidak seperti membalikan telapak tangan, tentu butuh kerja keras dan ektra hati hati. Pasalnya proyek sebesar itu jika tidak dilaksanakan dengan benar sesuai koridor hukum dan peraturan perundang undangan yang berlaku, maka pelaksanaannya rentan dengan kegagalan dan korupsi.

Seperti apa yang disampaikan salah satu tokoh masyarakat Dumai, M.Hasbi dalam tulisanya di FB beliau, mewanti wanti jangan sampai ada indikasi modus baru dalam pelaksanaan proyek air minum tersebut. sebab dengan biaya  yang cukup besar, apalagi KSO BOT antara Perusahaan BUMD PT.Tirta dengan PT. Adhi Karya ditambah dengan PT. Adhro selama masa kontrak selama 25 tahun dengan biaya sekitar lebih kurang 400 miliyar rupiah. Tulis Hasbi dalam FB beliau.

Lanjut beliau lagi dalam tulisanya, Bagi membuktikan kebenaran bahwa Air Sungai Mesjid tidak layak sebagai air minum dan hanya dikomsumsi sebagai air bersih karena kadar gambut sangat tinggi dengan keasamannya bila diolah menjadi air bersih biayanya sangat tinggi demikian dikatakan Ketua tim Amdal saat melakukan presentase dokumen pada BLK Kota Dumai bersama Komisi Amdal.  yang datang saat itu dengan berbagai unsur yang ada yang kita olah air sungai mesjid adalah menjadi air bersih bukan menjadi air minum. Padahal dalam Perda Multi Years dibuat bahwa proyek air minum bukan air bersih dengan nilai 233 milyar dengan sistem multi years sudah dibayar 146 Milyar Rupiah pada tiga perusahaan Negara yaitu PT.Nidya Karya Persero.PT.Waskita Karya Persero dan PT.Adhi Karya Persero dan konsultan. ( aba )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagi membuktikan kebenaran bahwa Air Sungai Mesjid tidak layak sebagai air minum dan hanya dikomsumsi sebagai air bersih karena kadar gambut sangat tinggi dengan keasamannya bila diolah menjadi air bersih biayanya sangat tinggi demikian dikatakan Ketua tim Amdal sangat melakukan presentase dokumen pada BLK Kota Dumai bersama.Komisi Amdal yang datang saat itu dgn berbagai unsur yang ada yang kita olah air sungai mesjid adalah menjadi air bersih bukan menjadi air minum.Padahal dalam Perda Multi Years dibuat bahwa proyek air minum bukan air bersih dengan nilai 233 milyar dgn sistem multi years sudah dibayar 146 Milyar Rupiah pada tiga perusahaan Negara yaitu PT.Nidya Karya Persero.PT.Waskita Karya Persero dan PT.Adhi Karya Persero.Bagaimana perusahaan PDAM PT.Tirta Dumai Bersemai berani melakukan KSO BOT selama 25 Tahun dgn PT.Adhi Karya Karya +PT Adhro dengan nilai 400 milyar rupiah bahkan mengatakan 484 milyar sangat berani sekali kebohongan ini.Bagaimana akal sehat dan waras mengatakan sumber air mesjid sudah ada sama sekali untuk air bersih menjadi BOT 25 Tahun inikan tak masuk akal alias gila sama sekali.Maka supaya kebohongan demi kebohongan merugikan keuangan daerah dgn Apbd 146 milyar dari Pemko Dumai ini ditambah KSO 25 tahun 400 milyar rupiah sungguh naip dan gila.sekali.Demi menutup Kebusukan dan Pemberian Harapan Palsu kita korbankan lg perusahaan swaasta menjadi korban berikutnya dgn kerugian dan dosa dihadapan Allah SWT dgn kebohongan dan kebusukan ini.Hentikan KSO bila tidak kita minta KPK.Kejagung.Kapolri cq Mabes Polri membongkar jaringan penipuan KSO ini atas nama rakyat Dumai dan Pemko Dumai demi menutupi kebusukan KKN dan bangkai Infrastruktur tak ada pertangung jawaban secara hukum sama sekali.