Daoud, Syuhada yang penuh kedamaian


Wasiatriau.com – Terkait dengan insiden penembakan brutal oleh berenton tarrant warga negara Australia kepada jemaah mesjid An – Nur, Jumat ( 15/03/2019 ) pukul 13.40 waktu setempat.

Diantara sekitar 48 orang korban penembakan brutal tersebut ada seorang imigran Afghanistan Daoud (71) turut menjadi korban. beliau adalah salah satu syuhada dan menjadi tetamu Allah SWT.

Namun daoud menjadi contoh bagi ummat muslim sedunia dan membuat orang lain terkagum kagum melihat Daoud dengan tenang dan santai menghadapi seseorang teroris yang ada didepan mata beliau.

Berdasarkan informasi, sebelum Daoud menghembuskan nafas terakhirnya, beliau tetap senyum dan menyapa seseorang teroris yang sedang menenteng senjata api

” Hallo Brather, How are you.? “.

Sapa daoud dengan lembut dan penuh kedamaian kepada orang asing yang sadis tersebut disaat hindak memasuki pintu mesjid.

Sapaan seorang daoud langsung dibalas dengan tembakan, warga negara Australia memuntahkan timah panasnya kearah daoud, sebanyak 3 peluru bersarang di tubuh daout dan rebah seketika itu juga.

Insiden penembakan brutal telah tersebar ke seluruh dunia lewat video yang diunggah oleh pelaku tersebut, tujuan untuk mencari sensasi dan keuntungan, namun sebaiknya video tersebut membuat ummat Islam bertambah bangga dengan sikap yang ditunjukkan daoud kepada orang lain meskipun orang itu yang akan membunuhnya. Dari cara dan sikap Beliau menyapa teroris tersebut tidak terlihat rasa takut, malah dengan suara lembut dan tenang ia menyapa lelaki yang sedang menenteng senjata api, dengan senyum ia mengucapkan ” Hallo brather ,”.

Tuhan menunjukkan kepada umat sedunia yang dicontohkan kepada daoud, begitulah ciri ciri dan cara sikap dan mental orang muslim melayani musuh.

Tidak takut mati,dan tidak gentar menghadapi musuhnya, beliau hanya takut kepada Allah SWT.

Diketahui bahwa, Daoud Seorang imigran Afghanistan yang telah melarikan diri dari hari-hari mengerikan di negara asalnya untuk menemukan kedamaian di tanah indah itu, New Zealand.

Tak terbayangkan oleh Daoud, hari-harinya selama ini yang damai untuk menjalankan imannya sebagai seorang muslim di bumi pertiwi suku Maori itu berakhir menjadi sebuah tragedi. Ketika sorang teroris bernama Brenton Tarrant, warga Australia berusia 28 tahun, membunuhnya bersama 48 muslim lain, dengan senapan mesin, ketika shalat Jumat.

Berdasarkan informasi, Saat Tarrant mendekati pintu masjid an-Nur di Christchurch, Daoud menyapa pria itu dengan sebuah sapaan penuh cinta dan kedamaian, “Hello brother,” ucapnya seperti terekam dalam video yang direkam secara live oleh sang teroris.

Daoud tentu melihat Tarrant menodongkan senjata. Tetapi cinta yang telah penuh dalam jiwanya tetap membuatnya menyapa dengan penuh kasih, “Halo saudaraku”. Juga dengan sebuah sambutan, “Welcome brother”, selamat datang (di masjid ini) saudaraku.

Tentu saja, sapaan Daoud bukan sebuah tindakan seorang pengecut. Itu adalah aksi seorang pemberani yang penuh cinta. Meski barangkali Daoud mengerti ia sedang menghadapi seorang iblis, Daoud ingin mencoba mengubah situasi itu dengan cintanya.

Namun, Tarrant adalah iblis yang biadab. Sapaan cinta itu tak berfungsi dalam hatinya. Ia memberondong Daoud dengan tiga tembakan yang membuatnya tewas seketika. Dan terus masuk ke dalam masjid untuk membantai jamaah Jumat yang lain.

Hari itu, di Selandia Baru, dari masjid cahaya (an-Nur), Tarrant berusaha membuat seluruh dunia redup. Tetapi sesungguhnya ia gagal. Cinta Daoud, ketulusan kasihnya yang tak pandang siapa, justru membuat an-Nur bercahaya menerangi seluruh dunia. Ia memberi tahu dunia siapa dan bagaimana seorang muslim sesungguhnya.

Teroris itu mengira bahwa dengan menembaki muslim yang tengah sembahyang ia akan membuat mereka menderita. Tidak, sama sekali tidak, sebab sesungguhnya mereka langsung diganjar surga. Barangkali memang akan ada keluarga yang bersedih, tetapi mereka akan ikhlas, sebab yang pergi telah menjadi para syuhada.

Teroris itu mengira bahwa dengan membunuh saudara-saudara muslim kami maka kami akan takut. Demi Allah tidak. Sedikitpun kami tak gentar karena tak perlu ada yang ditakutkan bila cinta dan kedamaian adalah hal yang memenuhi hati kami. Kebencianmu tak akan mengubah cinta kami pada sesama.

“Hello brother.” Terima kasih Daoud, kini kau sudah tersenyum di surga. “Welcome brother.” Cintamu, wahai Daoud sang martir, telah meledakkan cahaya dari masjid an-Nur ke seluruh dunia. Membuat dunia tahu siapa muslim sebenarnya.

Teroris itu telah kalah Saudara ku, beliau Kalah secara telak dan memalukan.

Ditempat terpisah, sejumlah tempat ummat Islam di sentaro Dunia, mereka menggelar doa untuk para syuhada tersebut dan keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah menghadapi cobaan ini. ( aba )