Dari Zuriat Marhum Pekan, Cikal Bakal Kembalinya Empayer Melaka Abad 20-21

makam marhum pekan riau ( net )

Wasiatriau.com ( DMI ) Terkait telah muncul kembali keturunan zuriat Marhum Pekan, pendiri kota pekanbaru 1762 M, sebuah pertanda akan muncul kembali Empayer Melaka yang berakhir 1511 M. Kenapa tidak, sebab Marhum pekan adalah raja ke 5 kerajaan Siak Sri Indrapura, zuriatnya hilang selama 200 tahun sudah muncul kembali.

Diketahui bahwa raja ke 5 Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazzam Syah adalah anak Raja ke 4 Sultan Alimuddin Abdul Djalil Muazzam Syah, yang disebut Raja Alam, anak dari Raja kecil, Pendiri Kerajaan Siak Sri Indrapura 1723 M.  Raja Kecil yang bergelar Sultan Abdul DJalil Rahmat Syah putera Raja Johor (Sultan Mahmud Syah) dengan istrinya Encik Pong, dengan pusat kerajaan berada di Buantan. Konon nama Siak berasal dari nama sejenis tumbuh-tumbuhan yaitu siak-siak yang banyak terdapat disitu. Sebelum kerajaan Siak berdiri, daerah Siak berada dibawah kekuasaan Johor.

Sedangkan Raja kecil adalah anak dari sultan Mahmud Syah. 1685-1699, dan sebelum membuka kerajaan Siak, Raja kecil pernah menjadi Raja di Johor 1718-1722 M,

Sejarah Johor dimulai pada masa pemerintahan Kesultanan Malaka. Sebelumnya daerah Johor merupakan bagian dari Kesultanan Malaka, kemudian Malaka jatuh akibat penaklukan Portugal pada tahun 1511.[1] Berdasarkan Sulalatus Salatin, setelah wafatnya Sultan Malaka, Mahmud Syah tahun 1528 di Kampar, Sultan Alauddin Syah, salah seorang putra raja Malaka, menjadikan Johor sebagai pusat pemerintahannya dan kemudian dikenal sebagai Kesultanan Johor.

Sebagai pewaris Malaka, Sultan Johor menganggap wilayah Johor, Pahang, Selangor, Singapura, Kepulauan Riau, dan daerah-daerah di Sumatra seperti Deli, Siak, Inderagiri, Batu Bara, dan Jambi sebagai wilayah kedaulatannya.[2][3] Pengaruh perjanjian London tahun 1824 bekas wilayah Kesultanan Johor dibagi atas wilayah jajahan Inggris dan Belanda. Setelah kemerdekaan Malaysia, Johor kemudian menjadi salah satu negara bagian Malaysia pada tahun 1963.

Berdasarkan pantauan wasiatriau.com, bangkitnya kembali keturunan zuriat raja ke 5 anaknya raja ke 4 dan cucunya raja pertama yang mendirikan Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan sebuah pertanda akan bangkitnya Empayer Malaka yang telah hilang 800 tahun silam.

Tanda tanda kebangkitan kembali Empayer Malaka tersebut, setelah kami mengikuti perjalan bangkitnya kembali keturunan Zuriat marhum pekan cucu raja kecil, Sultan Abdul Djalil Rahmat Syah, Sebab, hampr 200 tahun lebih nama keturunan zuriat raja ke 5 tersebut tidak terungkap, malah dalam catatan buku sejarah budayawan Riau pun belum terlihat, sementara meraka, keturunan zuriat marhum pekan ada di beberapa daerah dan Negara dan berkembang maju, dan mereka tau dari cerita orang orang tua mereka, bahwa mereka adalah keturunan zuriat raja kerajaan siak sri Indrapura. sampai sampai pada helat Haol kota pekan baru yang diambil dari  tahun berdirinya kota tersebut yang didirikan oleh marhum bukit dan diteruskan anaknya Marhum pekan, juga tidak pernah melibatkan anak cucu cicit keturunan zuriat marhum pekan. malah Haol marhum pekanpun tidak terdengar pernah dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Pekanbaru atau keturunanya

Baru pertama sekali Haol marhum pekan diperingati oleh LAMR Kota Pekanbaru.dan kebetulan saat itu hadirlah sejumlah orang keturunan zuriat raja ke 5 tersebut. disitulah baru pertama sekali mereka keturunan zuriat raja kerajaan siak sri indrapura berkumpul menghadiri Haol nenek moyang mereka. dan mereka disambut secara adat oleh Panitia pelaksana Haol Marhum pekan tersebut.

Rombongan keturunan zuriat raja ke 5 yang ikut merayakan hari marhum pekan terdiri dari Utusan dari Dumai Riau, Tengku Ir.H. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazzam Syah. beliau sebagai perintis membangkitkan kembali khazanah keturuna zuriat Marhum pekan dan  sebelumnya oleh LAMR Provinsi Riau telah meng-istiharkan beliau sebagai pemegang daulat keturunan Raja kerajaan Siak Sri Indrapura, Peng-istiharan beliau bersamaan dengan Pelantikan Pengurus LAMR Kota Dumai, pada tahun 2018 yang lalu.

Pada helat haol marhum pekan yang julung kali dilaksanakan itu, hadir juga utusan dari Negara Berunai Darussalam sebanyak 3 Orang, H. Ismail, H. Lias dan H. Yasin, mereka sengaja datang ke kota Pekanbaru menghadiri Haol Marhum Pekan dan sekaligus melihat sambutan dari masyarakat, terutama keturunan zuriat raja ke 5 dan Pemerintah Daerah setempat, terlihat juga utusan keturunan zuriat marhum pekan dari Negara Malaysia.

Ternyata sambutan masyarakat terhadap keturunan zuriat marhum pekan cukup baik, malah panitia pelaksana acara Marhum pekan mengundang secara khusus rombongan keturunana zuriat marhum pekan tersebut. mereka diundang jamuan makan malam dan deselingi dengan pidato kata sambutan panitia dan dari masing masing utusan, utusan dari Berunai mendapat kehormatan memimpin Doa selamat, pada bulan November 2018 yang lalu.

Kemudian, pertemuan keturunan zuriat Marhum pekan yang kedua juga diadakan pada Ahad ( 10/03/2019 ) di Pekanbaru, mereka menggelar acara Khatam Al-Qur’an di Mesjid Nur Alam dan menziarahi makam Marhum Bukit dan Marhum Pekan.

Malam Ahad ( 10/03) rombongan dijemput hadir di rumah kediaman Walikota Pekanbaru, H. Firdaus.ST.MT, berdasarkan pantauan wasiatriau.com di tempat jamuan makan malam di rumah kediaman kedinasan Walikota Pekanbaru, mereka di tepuk tepung tawar oleh Walikota.

Hadir dalam acara tepuk tepung tawar, Azman raja Sulaiman dari Johor, beliau adalah keturunan raja johor dari nasaf Raja Akil, adik beradik marhum bukit anak dari raja kecik, kerajaan Siak Sri Indrapura, Sultan Abdul Djalil Rahmatsyah 1723 M. Hadir juga Rombongan keturunan Hulubang Laksamana Hangtuah, Perisai kerajaan Malaka yang tersohor sampai ke tanah Jawa. begitu juga utusan dari negara Berunai Darussalam, H.Ismail keturunan zuriat Raja Akil, adik dari Raja ke 5 Marhum Pekan. serta salah satu keluarga besar keturunan raja kerajaan Siak, T. Kamaruddin. Rombongan keturunan zuriat raja ke 5 dari Berunai, Malaysia, serta turut hadir Srikandi Melayu se Asean yang dipimpin Datin Ayang dan Datin Raja Susi.

Turut hadir juga dalam prosesi tepuk tepung tawar, Kepala Dina Pariwisata Pekanbaru, dan sejumlah pegawai di lingkungan Pemko Pekanbaru, serta sejumah awak media ikut meliputi acara tersebut.

Acara tepuk tepung tawar yang dimulai dari Walikota Pekanbaru tersebut, terkesan penuh hikmat dan kental bernuansa melayu yang Islami, sebab disaat acara dimulai diiringi dengan Salawat Nabi,Sedangkan perwakilan keturunan zuriat marhum pekan cucu dari raja kecik yang di tepuk tepung tawar adalah Tengku Ir.H. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazzam Syah, selaku ketua rombongan keturunan zuriat marhum pekan, H. Ismail dari Berunai, mewakili keturunan raja Akil adik marhum Pekan, H. Lias dari Berunai zuriat mahum pekan T. Kamaruddin selaku perwakilan keluarga besar raja kerajaan Siak, Azman raja Sulaiman, Perwakilan raja Johor dan melalui nasaf Raja Buang Asmara adik beradik Marhum Bukit, anak dari raja kecik dan disaksikan oleh perwakilan keturunan Laksamana Hangtuah dari Malaka, Malaysia.

Untaian acara jamuan makan malam tersebut berlanjut dengan tukar cendramata antara Tengku Ir.H. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazzam Syah dengan Walikota H.Firdaus. ST.MT dan Penyerahan Silsilah Nasaf keturunan zuriat Marhum Pekan oleh Tengku H. Ir. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazzam Syah kepada Walikota Pekanbaru.

Penyerahan Silsilah Nasaf garis keturunan zuriat marhum pekan kepada orang nomor satu kota pekanbaru tersebut mengisyaratkan eksistensi keberadaan keturunan zuriat marhum pakan sudah muncul kembali dan ada di berbagai negara.

Keturunan zuriat raja ke 5 juga sudah membuat kegiatan khatam Al-Qur’an dan berdoa di kota Malaka, disekitar tapak bekas kerajaan Malaka, tepatnya sekitaran St. Paol, gereja peninggalan Portugis. mereka mendoakan keselamatan almarhum almarhumah datuk nenek moyang mereka dan kejayaan empayer malaka, johor dan Siak.

Diketahui, sudah lama keinginan keluarga besar keturunan marhum pekan untuk berhimpun kembali, namun tak tau dari mana memulainya, dan kemana hendak numpang bertanya untuk meng-khabarkan bahwa mereka adalah benar keturunan zuriat dari raja kerajaan Siak Sri Indrapura.

Dengan izin Allah swt jualah, mereka dapat bersatu kembali, selama 3 tahun ini Tengku Ir. H. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazzam Syah baru mulai menyusun, mendata dan menyusuri serta mengikuti jejak rekam perjalanan marhum pekan dan ditilik dari wilayah kekuasaan, akhirnya dengan berbekal keikhlasan dan kegigihan diberi petunjuk dimudahkan jalannya. beliau dapat menghimpun keturunan zuriat raja ke 5 tersebut, sampailah puncaknya mereka menggelar pertemuan di Pekanbaru baru baru ini. di tanah tumpah darah nenek moyang mereka, Para rombongan mengadakan kegiatan Khatam Al-Quran dan menziarahi makam marhum bukit dan Marhum Pekan serta kerabat diraja disekitar makam tersebut.

Melihat dari perjalan sejarah, dari kesultanan Malaka, lalu Kesultanan Johor dan Kesultanan Siak Sri Indarapura, 3 Negeri kerajaan ini adalah satu garis keturunan Nasaf, bukan tidak mungkin Empayer Malaka akan hidup kembali dimasa akan datang. apalagi Melaka adalah dikenal Negeri berdaulat dengan laksamana Hangtuah. meskipun kerajaanya sudah hampir 800 tahun hilang, namun sejarah tetap mencatat sebagai saksi bahwa Melaka adalah Negeri Raja Melayu yang pernah jaya.

Tiga Negeri Kerajaan yang dulu pernah gemilang, sebuah kekuatan besar kawasan selat malaka hingga sampai hari ini sejarahnya tetap melekat dikepala orang melayu, apalagi didukung dengan nilai nalai budaya dan adat istiadat melayu yang serumpun, ditambah keturunan zuriat asal muasal orang melaka, Johor dan Kerajaan Siak Sri Indrapura di Riau sudah tersebar di Asean malah kononya ada juga berdomilisi di Asia Barat atau timur tengah, di Eropa dan Benua Amerika serikat.  tentu ini merupakan instrumen sebagai pilar kekuatan Empayer Malaka untuk bangkit kembali menjadi sebuah Empayer baru pada abad 20 – 21 yang akan datang. sesuai dengan semboyan bangsa melayu ” Tak kan Hilang Melayu Dibumi ”

Begitu juga dengan pesan sakral dari marhum pekan, tat kala berjuang menentukan masa depan, pesan beliau ” Nasib sabut timbul, Nasib batu tenggelam ” artinya pesan moral untuk anak cucunya kelak, agar tetap diingat, saat berjuang harus menggunakan akal dan ilmu diiringi Iman kepada Allah swt.

Akankah nasib Empayer kesultanan Malaka nasibnya seperti sabut..?, dan dapat tumbuh berkembang, gemilang seperti yang pernah berjaya sekitar 800 tahun silam..? atau seperti nasib batu, tenggelam ditelan zaman..?  Wallahu’alam Bissawab. ( aba )