Presiden Dunia Melayu Dunia Islam Ziarah Makam Marhum Pekan

Presiden DMDI ziarahi makam marhum pekan

Wasiatriau.com ( Pekanbaru ) – Presiden Dunia Melayu Dunia Islam ( DMDI ) Tan Sri Mohd Ali Rustam berziarah ke makam marhum pekan, Sultan Muhammad Ali Abdul Djalil Muazzam Syah,  Sabtu ( 16/03/2019 ) di komplek makam Marhum pekan di Pekanbaru.

Kunjungan Presiden DMDI Tan Sri Mohd Ali Rustam ke kota Pekanbaru Riau, Indonesia didampingi sejumlah rombongan dari Negeri Melayu, Negara Malaysia, Difahami bahwa rombongan berkunjung ke kota yang didirikan oleh marhum bukit dan diteruskan oleh anandanya marhum pekan, raja ke 4 dan 5 kesultanan Siak Sri Indrapura tersebut,dalam upaya menjalin hubungan keturunan zuriat raja kerajaan Siak Sri Indrapura.

Diketahui bahwa Sultan Muhammad Ali Abdul Djalil Muazzam Syah merupakan Cici kepada Sultan Mahmud Shah kota Tinggi Johor, hal itu suatu pengiktirafan status keturunan Sultan Mahmud Shah mangkat dijulang Kota Tinggi.

Sedangkan Sultan Muhammad Ali Abdul Djalil Muazzam Syah yang akrab disebut oleh masyarakat Pekanbaru Marhum Pekan tersebut adalah Anak dari raja ke 4, Kerajaan Siak Sri Indrapura, Sultan Alamuddin Abdul Djalil Muazzah Syah dan Cucu dari Raja Kecik, Sulatan Abdul Jdalil Rahmat Syah, Pendiri Kerjaan Siak Sri Indrapura.

Sedangkan Pendiri Kerajaan Siak Sri Indrapura, Sultan Abdul Djalil Rahmat Syah (1723 M), merupakan Anak dari Sultan Johor , Sultan Mahmud Shah, Sultan yang dikenal dengan sejarah sultan mangkat dijulang.

Kunjungan rombongan Presiden dunia melayu dunia islam, Tan Sri Mohd Ali Rustam ke kota Pekanbaru merupakan sebuah pertanda lembaran sejarah kerajaan melayu nusantara akan bangkit kembali. kenapa tidak, sebab keturunan zuriat kerajaan Siak Sri Indrapura silih berganti menziarahi makam marhum bukit dan marhum pekan tersebut.

Sebelumnya juga, rombongan keturunan zuriat marhum pekan menziarahi makam marhum pekan, Ahad ( 10/03/2019 ), mereka datang dari beberapa Negara dan negeri, seperti dari Negara Berunai Darussalam, Dari Malaysia dan dari Dumai Riau Indonesia. rombongan berhimpun di kota Pekanbaru menjalin silaturahmi, berbagai kegiatan yang mereka lakukan selama di Pekanbaru. seperti menggelar acara Khatam Al-Qur’an di mesjid Nur Alam dan dilanjutkan menziarahi ke makam raja ke 4 dan ke 5 serta makam kerabat keturunan zuriat mereka yang ada di komplet pemakaman raja kerajaan Siak Sri Indrapura di Pekanbaru.

Rombongan Keturunan Zuriat kerajaan Siak Sri Indrapura tersebut dijemput oleh Walikota Pekanbaru, H. Firdaus. ST.MT, dalam jemputan jamuan makan malam, diisi dengan acara Tepuk Tepung Tawar, acara sakral tersebut dihadiri oleh Azman Raja Sulaiman dan rombongan, Keturunan zuriat Sultan Mahmud Shah Kerajaan Johor dan Zuriat Raja Kecik melalui nasaf Raja Buang Asmara. Hadir juga rombongan keturunan laksamana Hangtuah Malaka, Rombongan dari berunai Darussalam Zuriat Raja Akil adik dari marhum pekan, dan sejumlah rombongan keturunan Zuriat raka ke 5, Sultan Muhammad Ali Abdul Djalil Muazzam Syah.

Turut hadiri dalam acara tepuk tepung tawar tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekanbaru serta Pejabatan di lingkungan Kota Pekanbaru, Ketua Srikandi Melayu se Asean, Datin Ayang dan Datin Raja Susi serta sejumlah rombongan, dan sejumlah wartawan Pekanbaru.

Tepuk tepung tawar keturunan zuriat marhum pekan sebanyak lima orang antara lain : Tengku H. Ir. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazzam Syah,beliau mewakili keturunan zuriat marhum pekan, Azman Raja Sulaiman, beliau mewakili Raja Buang Asmara, H. Ismail, beliau mewakili zuriat Raja Akil, H. Lias mewakili keturunan zuriat marhum pekan dari Berunai Darussalam, dan Tengku Kamaruddin, mewakili kerabat keturunan Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Suasan prosesi tepuk tepung tawar terkesan berlangsung hikmat dan kental bernuansa budaya melayu yang islami, sebab, saat proses acara tepuk tepung tawar dimulai, diiringi dengan membacakan Salawat Nabi.

Untaian acara dilanjutkan dengan tukar cendramata, Tengku H.Ir. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazzam Syah dengan Walikota Pekanbaru H. Firdaus.ST.MT.  dan dilanjutkan dengan acara penyerahan Silsilah Nasaf marhum pekan kepada Walikota Pekanbaru.

Diketahui selama ratusan tahun keturunan zuriat dari marhum pekan tidak penah muncul di pekanbaru, sedangkan raja ke 5 tersebut memiliki 6 orang anak dan masing masing punya keturunan, sampai acara Haol kota Pekanbaru yang rayakan setiap tahun tidak pernah melibatkan keturunan zuriat pendiri kota Pekanbaru tersebut.

Sementara tanpa diketehui oleh masyarakat luas, keturunan zuriat marhum pekan sudah berkembang dan mereka menjalankan kehidupan diberbagai Negara, seperti Negara Berunai Darussalam, malah kononnya salah satu cicit dari Marhum pekan Dayang Zaida menjadi Permaisuri Raja Berunai ke 12. dan keturunan zuriat marhum pekan sudah berkembang di negara tersebut. begitu juga keturunan dari Raja akil  adik marhum pekan.

Sama halnya keturunan zuriat marhum pekan yang ada di Malaysia, johor, terengganu, malaka dan malah kononya juga zuriat marhum pekan juga ada yang berdomisili di benua Amerika.

Memang sudah lama zuriat marhum pekan ingin berhimpun kembali, namun, mereka tidak tau darimana mau memulainya, karena terbatas oleh jarak dan status negara.

Niat yang mulia mereka ternyata tidak sia sia, Dengan izin Allah swt, akhirnya mereka dapat dipertemukan kembali, pertemuan keturunan zuriat marhum pekan di rintis oleh Tengku H.Ir.Amir Ahmad Abdul Djalil Muazzam Syah, beliau merupakan keturuna ke 6 dari Marhum Pekan, selama tiga tahun tanpa kenal lelah mencari rekam jejak keturunan zuriat marhum pekan, satu persatu dapat beliau temui, namun baru sebatas komunikasi lewat face book, telepon.

Sempena Haol Marhum pekan yang julung kali dilaksanakan Lembaga Adat Melayu Riau ( LAMR ) Kota Pekanbaru, disaat itu jugalah Keturunan Zuriat marhum pekan pertama sekali bertemu di Pekanbaru. Utusan zuriat dari Berunai hanya dihadiri 3 orang, H. Ismail, H. Lias dan H. Jasin, mereka diutuskan dari berunai melihat keadaan bagaimana sambutan zuriat mereka yang ada di Riau. namun kehadiran rombombongan ternyata disambut hormat oleh panitia pelaksana marhum pekan di pekanbaru. mereka dijemput sebagai tamu terhormat, seperti jemputan jamuan makan malam dan saat acara puncak haol marhum pekan, para rombongan zuriat marhum pekan juga ditempatkan barisan tamu kehormatan lainya.

Setelah pertemuan pertama, keturunan zuriat melanjutkan kunjungan balasan ke berunai Darussalam, keakraban zuriat semakin bertambah erat dan mereka adakan juga kunjungan ke negeri malaka, melakukan kegiatan berdoa di sekitar bekas tapak istana kerajaan Malaka, letak tapak kerajaan malaka tersebut kononya disekitar lokasi Mezium St. Paol Negeri Malaka.

Pertemuan Keturunan zuriat marhum pekan yang kedua kalinya di pekanbaru merupakan acara balik kampung, meskipun mereka bukan warga negara Indonesia, tapi yang mendirikan kota Pekanbaru tersebut adalah Nenek moyang mereka. sehingga kota pekanbaru menjadi maju dan berkembang pesat.

Bekas peninggalan kekuasaan Raja ke 4 dan ke 5 tersebut, yang dibangun marhum bukit, ada Mesjid raja, Mesjid Nur Alam, Makam Keturunan Raja raja Siak Sri Indrapura, Pasar bawah yang dibangun oleh marhum pekan. Namun bekas Istana sudah tidak ada lagi.

Marhum bukit Raja ke 4 saat beliau memegang tampuk kerajaan, beliau memindahkan pusat kerajaan dari Siak ke Pekanbaru, beliau membuka pusat kerajaan baru di hulu sungai Siak bernama Senapelan. beliau membangun Istana Kerajaan, Kerapatan Adat dan Mesjid, lalu dilanjut anak beliau Marhum Pekan membangun Pekan Baharu, sebuah pasar ( pekan )  baru, sebagai pusat perdagangan masyarakat saat itu, dan seiring perjalan waktu pasar baru tersebut berubah nama menjadi Pasar bawah. pasar tersebut tetap eksis dan sebagai pusat pasar tradisional masyarakat Pekanbaru, malah rombongan berbelanja di pasar tersebut membeli bermacam barang barang sebagai cendramata untuk dibawa pulang ke kampung halamanya masing masing. ( aba )