Sempena HUT ke-2 Wasiatriau.com Ziarah Makam Marhum Pekan


Wasiatriau.com – Sempena Ulang tahun yang ke -2 media online wasiatriau.com melakukan ziarah makam marhum pekan, di bukit Senapelan Pekanbaru. hari Minggu ( 10/03/2019 ).

Untuk mengisi hari ulang tahun media, pihak management telah merencanakan untuk menziarahi makam makam yang dianggap bernilai sejarah yang ada di Riau.

Berdasarkan pantauan sejumlah makam yang ada di daerah provinsi Riau, Makam raja raja kerajaan Siak Sri Indrapura yang ada di kota Pekanbaru memiliki nilai sejarah, terutama kota pekanbaru.

Salah satu yang dikunjungi awak media adalah makam marhum pekan yang terletak di bukit Senapelan, kecamatan Senapelan Pekanbaru. dan bukan saja ke.makam marhum pekan tapi ke makam marhum bukit karena makam beliau berhampiran.

Diketahui bahwa makam marhum pekan tersebut adalah makam raja ke 5 kerajaan Siak Sri Indrapura, Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazzam Syah.

Beliau adalah penerus ayahnda beliau yang digelar marhum bukit.

Marhum bukit adalah raja ke 4 kerajaan Siak Sri Indrapura, Sultan Alamuddin Abdul Djalil Muazzam Syah.

Saat beliau naik tahta, raja yang ke 4, pusat pentakbiran kerajaan Siak Sri Indrapura di mempura dipindahkan ke Senapelan, yang saat ini berada di kecamatan payung sekaki, kota Pekanbaru.

Masa kepemimpinan anak dari raja kecil tersebut, beliau telah mendirikan bangunan Istana, Balai kerapatan adat dan mesjid yang dikenal dengan Mesjid Nur Alam,

Masyarakat kota Pekanbaru menyebut raja ke 4 tersebut dengan gelar marhum bukit, karena makam beliau terletak di atas bukit Senapelan.

Setelah berganti kepemimpinan kepada ananda beliau, raja ke 5, Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazzam Syah, beliau telah membangun peka Baharu, artinya sebuah pasar baru, dan saat ini dikenal dengan pasar bawah, Pekanbaru.

Menurut informasi pasar baru tersebut berfungsi untuk pusat perdagangan masyarakat, bukan saja untuk rakyat Pekanbaru tapi juga untuk masyarakat lainnya.

Berdasarkan informasi yang dapat dirangkum, pembangunan pekan Baharu ( pasar baru ) tersebut, juga guna menghindari campur tangan dari pihak Belanda, karena sistem perdagangan Belanda berbeda dengan budaya perdagangan masyarakatnya.

Meskipun pemerintah kota Pekanbaru setiap tahun merayakan ulang tahun, untuk mengingat jasa beliau sebagai pemimpin kerajaan yang telah mendirikan pasar pekan Baharu, namun selama ini baru sekali masyarakat Pekanbaru merayakan ulang tahunnya, yang dikenal dengan sebutan Haol marhum pekan.

Haol marhum pekan yang julung kali diadakan oleh Lembaga Adat Melayu Riau ( LAMR ) kota Pekanbaru pada bulan September 2018 yang lalu.

Malah menurut informasi dari salah seorang keturunan zuriat marhum pekan, keturunan dari marhum pekan belum pernah menjumpai catatan secara lengkap, baik dalam buku catatan sejarah kerajaan Siak Sri Indrapura maupun dalam buku karangan budayawan Riau. Yang ada nama marhum pekan. Sedangkan marhum pekan mempunyai 6 orang anak antara lain Tengku Embong. Mahmud dan empat anaknya yang lain.

Berangkat dari informasi itulah media online wasiatriau.com merasa tertarik memulai agenda menziarahi makam marhum pekan tersebut. dan sekaligus menggali nilai nilai sejarah yang mungkin masih ada yang belum tergali atau terungkap selama ini.

Manajemen media menganggap, seakan akan ada yang belum terjawab dari cerita Marhum pekan tersebut.

Menziarahi makam makam yang bernilai sejarah dan budaya Riau bukan saja saat acara ulang tahun media wasiatriau.com, tapi ini merupakan titik awal program menziarahi dan meliput ke tempat tempat yang bernilai sejarah dan budaya, termasuk makam makam bersejarah dan mitos mitos yang ada di daerah.

Kegiatan menziarahi ke makam akan dilakukan selama seminggu dalam rangka mengisi ulang tahun wasiatriau.com. ( aba )