Warga Mundam Resah Batu Bes Berserak di jalan saat Diangkut Dump truk.


Wasiatriau.com – Warga mundam resah banyaknya batu bes yang diangkut dengan Dump truk berserak di jalan lintas Dumai – sungai Pakning.

Keresahan warga Mundam itu memang cukup beralasan, sebab bisa mengancam keselamatan pengendara kendaraan terutama bagi pengendara roda dua.

Seperti apa yang disampaikan salah seorang warga Mundam kepada awak media, Jumat siang (01/03) di Dumai, batu yang berserak dijalan lintas Dumai sungai Pakning tersebut bisa membahayakan kesehatan orang lain. Ujarnya

Menurut beliau, batu bes yang diangkut melalui pelabuhan di mundam dengan menggunakan mobil Dump truk tidak ditutup dengan terpal, sehingga berserak di sepanjang jalan lintas.

Tambah beliau lagi, seharusnya mobil yang mengangkat batu bes tersebut harus steril, tidak bisa asal asalan, hal ini katanya bisa membahayakan pengendara roda dua. Ucap pemuda yang tak mau disebutkan namanya.

Apalagi batu bes yang tercecer di jalan juga mengotori lingkungan, ” mobil pengangkut tersebut harus juga menjaga kebersihan lingkungan, jangan hanya mencari keuntungan saja, tapi harus juga menjaga kebersihan lingkungan “.

Berdasarkan pantauan awak media wasiatriau.com dilokasi, memang banyak batu best atau batu seplit yang tercecer dijalan lintas Dumai sungai Pakning.

Batu bes tersebut diangkut dari salah satu pelabuhan bes yang ada di kelurahan Mundam, lalu batu tersebut menurut informasi dibawa ke luar Dumai.

Pelabuhan yang berada di kelurahan Mundam tersebut memang sudah lama beroperasi, namun jenis dan tipe pelabuhan tersebut tidak jelas, apakah tipe pelabuhan rakyat, pelabuhan penumpang, pelabuhan umum atau pelabuhan khusus. Apakah pelabuhan itu telah mengantongi izin operasi. Soalnya olah gerak kapal dan bongkar muat barang dalam negeri atau antar pulau di kawasan pelabuhan tersebut merupakan tanggung jawab KSOP melalui kesayahbandaran Dumai.

Hal senada juga disampaikan salah satu tokoh masyarakat Medang kampai Jailani, Terkait pengangkutan batu bes yang berserak di jalan lintas tersebut, seharusnya ada pengawasan dari instansi terkait, didalam hal ini dihub kota Dumai. Ujarnya

Beliau berharap kepada Dinas Terkait menundak tegas kepada kandaraan yang mengangkut batu bes yang tercecer tersebut, karena bisa mengganggu arus lalulintas, malah bisa mengancam keselamatan orang lain.

Tambah Jailani menyebutkan batu yang terserak di jalan tentu merusak lingkungan, jalan jadi kotor, berdebu, pengendara bisa terjatuh. Jadi dishub kota Dumai harus bertindak tegas. Harap beliau mengakhiri.

Jalan lintas Dumai sungai Pakning berdasarkan pantauan merupakan satu satunya akses jalan masyarakat, terutama anak anak yang mau pergi dan pulang ke sekolah, akses transportasi masyarakat kecamatan Medang kampai. ( aba )