Zuriat Marhum Pekan dari Berunai, Khatam Al Qur’an di Mesjid Nur Alam


Wasiatriau.com – Keturunan zuriat marhum pekan dari negara berunai dan Malaysia menggelar kegiatan khatam Al-Qur’an di mesjid Nur Alam Pekanbaru, Minggu (10/03/2019)

Kegiatan khatam Al-Qur’an yang mereka lakukan di mesjid Nur Alam Pekanbaru, adalah sebagai wujud rasa syukur mereka pada Allah swt yang telah mempertemukan keturunan raja ke 5 yang selama ini terpisah.

Diketahui mereka merupakan keturunan zuriat Marhum Pekan, raja ke 5 sultan kerajaan Siak Sri Indrapura, Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazzam Syah.

Pimpinan rombongan keturunan marhum pekan tersebut Tengku Ir. H. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazzam Syah dari Dumai, beliau menyebutkan acara khatam Al-Qur’an merupakan salah satu rangkaian kegiatan silaturahmi keluarga keturunan zuriat raja ke 5 tersebut. Ujarnya

Kemaren, sambung Tengku Amir Ahmad, mereka juga melakukan kegiatan khatam Al-Qur’an di melaka,

Tambah beliau lagi, rombongan keturunan raja ke 5 juga akan menziarahi makam makam raja dan keluarga kerajaan Siak Sri Indrapura.

Berdasarkan pantauan, prosesi acara silaturahmi keturunan raja ke 5 tersebut diisi dengan acara khatam Al-Qur’an dan berziarah ke makam marhum pekan serta marhum bukit ayahnda marhum pekan tersebut.

Diketahui bahwa marhum bukit dan marhum pekan merupakan raja ke 4 dan raja ke 5 kerajaan Siak Sri Indrapura tersebut yang mendirikan kota Pekanbaru.

Marhum bukit, raja ke 4 Sultan Alamuddin Muazzam Syah yang pertama membuka Pekanbaru.

Beliau yang memindahkan pusat pemerintahan kerajaan Siak Sri Indrapura, beliau mendirikan istana kerajaan, kerapatan adat dan mesjid yang dikenal dengan mesjid Nur Alam.

Bangunan tersebut menunn simbol budaya Melayu, ” Adat bersendikan Sara’ , Sara’ bersendikan Kitabullah “.

Adapun letak Posisi bangunan tersebut diatas Bukit Senapelan dan disekitar lokasi bangunan juga dibangun makam keluarga raja, sehingga beliau digelar Marhum Bukit.

Setelah pucuk pimpinan diganti oleh anaknda beliau raja ke 5, Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazzam Syah, yang digelar masyarakat dengan nama marhum pekan, karena beliau meneruskan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh ayahnda beliau dengan membangun pekan baharu, Pekan Baharu itu bertujuan untuk membuka pusat perdagangan,

Menurut cerita, beliau membuka pusat perdaganga baru untuk menghindari campur tangan pihak Belanda, mungkin sistem perdagangan Belanda tidak sesuai dengan budaya ekonomi Masyarakat pada waktu itu.

Terobosan baru yang dilakukan oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Djalil Muazzam Syah tersebut mendapat sambutan rakyat, dimana saat itu menjadi jalur perdagangan yang maju pesat. Hingga sekarang pasar yang dibangun marhum pekan tersebut menjadi terkenal dan menjadi pusat perdagangan masyarakat Pekanbaru yang disebut pasar bawah.

Setelah pergantian tampuk kekuasaan kerajaan Siak Sri Indrapura, marhum pekan mulai mengorak langkah membuka akses perdagangan dengan daerah sahabat beliau, seperti Kalimantan barat, Singapura, Malaysia dan berunai.

Beliau menjadi saudagar yang sukses, dan cukup disegani oleh kawan maupun lawan.

Marhum pekan memiliki anak seramai 6 orang, disinilah mulai.berkembangnya garis keturunan beliau, seperti yang kita saksikan saat ini, keturunan zuriat beliau ada dimana mana, seperti berunai Darussalam, Malaysia dan Singapura.

Meskipun hampir seratus tahun lebih, tidak ada kabar tentang keturunan Zuriat Marhum Pekan namun karena keluarga besar keturunan raja ke 5 yakin bahwa falsafah marhum pekan ” jika sabut Hb timbul, jika batu tenggelam “.

Semboyan marhum pekan itu saat ini sudah menjadi kenyataan dengan telah bertaut kembali keturunan zuriat raja ke 5. ( aba )