Ratusan Petugas Pemilu Jatuh Korban, Harus Dapat Santunan


Wasiatriau.com – Pemilihan umum (pemilu) serentak 2019 merupakan pemilu yang banyak menelan korban.

Tercatat ratusan korban meninggal dunia saat menjalankan tugas, mereka berjuang sampai menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kerja.

Personil yang Jatuh korban merupakan penyelenggara pemilu, mereka bekerja dan menjaga, mengamankan selama proses penghitungan suara di TPS sampai tingkat kecamatan.

Berdasarkan informasi, jumlah korban yang gugur dalam menjalankan tugas mulia tersebut, anggota KPU 225 orang, anggota polri 15 orang, dan Panwaslu 33 orang.

Sementara itu ribuan petugas pemilu yang mengalami sakit, mereka jatuh sakit saat bertugas selama proses penghitungan suara.

Ditempat terpisah, salah satu masyarakat Dumai menyebutkan bahwa petugas yang meninggal dunia diberi santunan asuransi. Sebab mereka meninggal dunia disaat menjalankan tugas mulia.

Mereka bekerja secara resmi untuk negara bukan untuk salah satu partai politik pemilu serentak 2019.

Jasa bakti mereka sebagai penyelenggara demokrasi hingga meninggalkan keluarga dan anak istri, mereka bekerja, menjaga dan mengamankan surat suara sebagai amanah rakyat yang harus dijaganya.

” Mereka yang meninggal dunia tersebut pantas mendapat santunan dari negara “.

Santunan yang diberikan kepada petugas pemilu yang meninggal dunia jangan asal asalan saja, tapi santunan yang diterima dapat dimanfaatkan oleh ahli waris yang ditinggalkan oleh korban. Seperti anak anak dan istri yang ditinggal dapat merasa manfaat santunan yang diberikan.

Sebagai contoh saja, jika santunan yang diberikan minimal seratus juta rupiah tentu dapat dimanfaatkan oleh anak dan istrinya.

Begitu juga petugas pemilu yang sakit saat menjalankan tugas, harus diberi pelayanan kesehatan yang baik dan cepat, jaminan kesehatan mereka harusnya diperlukan khusus, kenapa tidak,sebab karena mereka sedang menjalankan tugas negara.

Seharusnya ada komunitas demokrasi yang peduli pada petugas demokrasi yang telah jatuh korban meninggal dunia dan sakit.

Garakan Komunitas peduli korban petugas demokrasi yang menggerakkan membela para korban yang meninggal dunia dan sakit.

Berbagai instrumen yang bisa dilakukan oleh komunitas tersebut, bisa melalui jalur pemerintah, bisa melalui instrumen lainnya seperti rakyat yang merasa terpanggil  peduli untuk membantu terhadap korban meninggal dan sakit. Demikian tanggapan beliau yang tak mau disebutkan namanya. ( aba )