Mediasi Sangketa Tanah Tak Kunjung Selesai


Wasiatriau.com – Pemerintah kota Dumai gagal memediasi Sangketa tanah milik Sarmiyah dan keluarga dengan kelompok penggugat, selasa (30/04/2019) di ruang rapat walikota Dumai.Sebab pihak tergugat datang terlambat.

Berdasarkan pantauan awak media, pihak tergugat datang terlambat, sekitar pukul 10.35 wib. Sementara undangan mediasi pukul 9.00 wib.

Salah seorang dari pihak tergugat,  lingga beralasan bahwa undangan baru diterima kemaren, senin (29/04) sedangkan surat undangan tertanggal (26/04/2019).

Surat undangan baru kemaren sampai ke tangan kelompok mereka, ”  sehingga kami tidak dapat mempersiapkan segala sesuatu “. Alasannya

Rapat mediasi kedua kelompok tersebut sudah masuk yang ke 5 kali, namun masih belum juga menemukan titik temu.

Diketahui rencana pertemuan yang kelima berdasarkan surat masuk dari penggugat meminta pemerintah kota Dumai ( Pemko) melalui asisten pemerintahan dan ekonomi untuk memediasi pertemuan antara kedua belah pihak.

Menurut Kabag Pertanahan dilingkungan  sekretaris daerah kota Dumai Bambang menyebutkan, Pemerintah Kota Dumai memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak. Pertemuan ini sesuai surat masuk dari pihak penggugat. Ujarnya saat menerima kelompok tergugat di ruang kerja beliau.

Oleh karena kelompok penggugat sudah pulang, untuk sementara rapat mediasi dipending. Ujar Bambang.

Lanjut Bambang lagi, dalam waktu dekat ini beliau akan turun kelapangan mengecek lokasi lahan tersebut.Terang beliau kepada pihak tergugat.

” Agar jelas duduk persoalannya dan baru dilanjutkan dengan pertemuan mediasi antara kedua belah pihak “.Jelas Bambang

Mewakili pihak tergugat, Lingga menyebut agar melibatkan pihak beliau saat turun ke lokasi nanti. Usul beliau.

Begitu juga yang disampaikan Panglimo Gedang, bahwa pihaknya akan melanjutkan pengerjaan lahan tersebut, karena buah sawit sudah besar, tentu harus didodos.

Lanjut beliau lagi, tidak ada yang dapat mencegah mereka untuk mengerjakan lahan kebun milik mereka, terkecuali jika pengadilan yang memerintahkan. Ujarnya selaku ketua kelompok dan diamini Ibuk Sarmiyah.

Diketahui lahan milik Sarmiyah diperdapat warisan suaminya dan ahli waris keluarga samiyah, selama ini telah tanah tersebut  digarap menjadi kebun, berbagai tanaman yang ditanam oleh Sarmiyah,

Tanpa diketahui beliau tiba tiba ada yang mengaku bahwa tanah tersebut milik orang lain, informasinya sebagaian lahan kebun milik Sarmiyah itu telah dijual seseorang kepada orang lain yang berinisial hi dan beberapa orang lainnya.

Oleh karena Sarmiyah merasa lahan kebun itu milik beliau, maka beliau tetap bertahan, setapakpun beliau tidak mundur.Ujar nenek tersebut.

Beliau mengatakan, sudah lama bercocok tanam di lahan kebun tersebut. Dan Sudah berbuah, sawit yang ditanamnya itu sudah dapat dipanen. Kata nenek yang masih energik tersebut.

Dengan penuh semangat nenek samiyah menyebutkan, beliau bergantung hidup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari dari hasil kebun sawit tersebut.

” Saya setiap hari pergi ke kebun bercocok tanam dan membersihkan lahan “. Sebut nenek samiyah.

Tambah nenek samiyah, beliau merasa kurang nyaman menggarap tanah kebun milik beliau tersebut, pasalnya ada pihak lain yang menggugat,  mengklaim sudah membeli kepada seseorang. Ujarnya.

Berdasarkan informasi, rapat mediasi ini tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya,  pertemuan pertama sampai ke empat kalinya digelar dikantor lurah mekar sari kecamatan Dumai selatan. Namun selama empat kali pertemuan, belum menemukan titik temunya. ( aba )