Plt Sekda Gelar Resepsi Malam Ultah Dumai ke 20


Wasiatriau.com – Malam resepsi Hari ulang tahun kota Dumai ke 20 dipimpin langsung Plt sekretaris daerah Sekda kota Dumai H. Hamdan Kamal.

Ulang tahun Dumai ke 20 tersebut dengan tema terwujud masyarakat Dumai yang makmur dan  Madani pada tahun 2021,

Turut hadir dalam acara malam resepsi Sempena hari jadi kota Dumai ke 20, sekda Dumai H. Hamdan Kamal, Wakil Ketua dewan Forkompinda Dumai, Disdukcapil dan sejumlah organisasi Perangkat daerah  ( OPD ) Dumai.

Walikota Dumai  H. Zulkifli As yang diwakili oleh Plt sekda Dumai  H. Hamdan Kamal menyampaikan tentang terbentuknya kota Dumai, berkat perjuangan masyarakat Dumai itu sendiri.

Sekitar tahun 1963, Dumai pernah diusulkan menjadi kota madya, dibawah pimpinan Temas Efendi, namun usulan tersebut kandas.

Status Dumai merupakan sebuah daerah kecamatan dibawah kabupaten Bengkalis, dan pada tahun 1983, Dumai menjadi kota administratif, saat itu kata H Hamdan Kamal, gubernur imam Munandar meluluskan kecamatan Dumai meningkat status menjadi daerah kota administratif ( kitif ) Dumai.

Perjuangan masyarakat Dumai terus bergulir menjadikan kitif Dumai menjadi kota madya.

Berbagai unsur dan organisasi ikut serta menyuarakan agar status Dumai menjadi kita madya ( kodya Dumai.

Salah satunya alasan kenapa masyarakat Dumai menginginkan status Dumai menjadi kodya, karena rentang birokrasi yang jauh dengan kabupaten Bengkalis dan untuk membangun Dumai membutuhkan anggaran dana yang tidak sedikit, sementara saat itu motif Dumai alokasi anggaran pembangunan terbatas.

Kotif Dumai di istilahkan seperti kain sarung yang pendek untuk menyelimuti tubuh,  ditutup kepala kaki tersingkap, ditutup kaki kepala terbuka,  itulah sebabnya masyarakat Dumai berusaha menjadikan Dumai dari status kotif Dumai menjadi kodya Dumai.

Mereka menganggap Dumai sudah layak dijadikan kodya Dumai, berbagai faktor instrumen pendukung, salah satunya  geografi Dumai, jumlah penduduk, jumlah kecamatan, fasilitas pendukung lainnya dan Dumai dianggap daerah industri saat itu karena sejumlah perusahaan nasional maupun internasional berada di Dumai.

Pergerakan masyarakat menyuarakan kota administratif menjadi kodya Dumai sampai ke titik puncaknya saat berobahnya retorika perpolitikan nasional, dari sentralisasi ke disentralisasi, setelah runtuhnya orde baru, berobah menjadi reformasi,

Diketahui pergerakan masyarakat Dumai yang tergabung dalam  komite reformasi masyarakat Dumai ( KRMD ) membentuk Tim perjuangan menjadikan kotif Dumai menjadi kota madya Dumai.

Sejumlah tokoh masyarakat Dumai yang ikut bergabung dalam KRMD seperti alm Asmaran Hasan, umat umayah, Zulkifli As, Zulkifli Ahad, Ahmad Maritulius, Suseto, H. Armidy, Zanzibar dan sejumlah masyarakat Dumai lainnya.

Mereka mengusulkan kepada menteri dalam Negeri ( Mendagri ) saat itu dijabat Sarwan Hamid. Beliau adalah Tokoh asal Riau.

Setelah menjalani berbagai proses yang panjang dan melelahkan, dan akhirnya Dumai di terima meningkatkan statusnya dari kotif menjadi kota madya para tanggal 20 April 1999. Yang ditanda tangani oleh Mendagri, dan terbit undang undang nomor 16 tahun 1999, tentang pembentukan kota madya Dumai. Ditetapkan pada Tertanggal 20 April 1999.

Sudah lima kepala pemerintahan kota Dumai, antara lain :  Zainuddin Abdullah, Wan Syamsir Yus, Zulkifli As, Khairul Anwar dan walikota yang kelima kembali dipimpin Zulkifli As hingga hari ini ( red ).( aba )