Budaya Ziarah Kuburan Menjelang Ramadhan


Wasiatriau.com ( Dumai ) – Sudah menjadi resam budaya masyarakat Melayu, ketika sudah mau masuk bulan suci ramadhan, warga masyarakat berbondong bondong datang menziarahi pemakaman atau kuburan keluarga mereka masing masing.

Seperti apa yang terpantau awak media saat menziarahi kuburan, terlihat ratusan warga memadati areal pemakaman umum sungai Dumai,jalan Budi kemuliaan Minggu sore ( 05/05/2019).

Terpantau juga disekitar areal, Sejumlah pedagang dadakan menjajakan kembang dan air kepada penziarah kuburan tersebut.
” Dua bungkus 5 rb rupiah “. Kata nenek penjaja kembang kepada awak media.

Begitu juga air yang diisi dalam botol Aqua dijual dengan harga 3 ribu rupiah perbotol.

Diketahui bahwa kembang dan air tersebut digunakan untuk ditaburkan diatas pusara, prosesi penaburan kembang dan air putih biasanya dilakukan setelah selesai para penziarah membaca tahlil dan berdoa.

Karena hal ini sudah menjadi nilai budaya, rasanya kurang lengkap jika berdoa dan tahlil tidak membawa kembang dan air. Sedangkan kembang terdiri dari bermacam jenis bunga, ada bunga melati, anggrek, 🌹 bunga sedap malam ( red ) dan berbagai jenis bunga sesuai selera penjual bunga, tidak ada standarisasi jenis kembang yang akan ditaburkan di atas kuburan.

Disisi lain, Budaya Ziarah Kuburan ternyata berdampak pada ekonomi masyarakat. Kenapa tidak, sebab barang dagangan khusus kembang dan air laris manis, habis terjual.

Disebalik itu ada keberkahan tersendiri bagi penjaja dadakan menjual kembang di sekitar pemakaman umum.

Bukan saja pedagang dadakan penjaja kembang yang mendapat berkah tapi bagi orang pintar yang sengaja dijemput oleh ahli waris yang akan menuntun membaca tahlil dan doa .

Kembali pada menziarahi kuburan saat memasuki bulan suci ramadhan, Mamang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Melayu Riau.

Bukan saja masyarakat Melayu melakukan ziarah kubur menjelang masuk ramadhan, tapi informasi dari berbagai kresponden di beberapa tempat khususnya ummat Islam, daerah lain juga melakukan hal yang sama, musim menziarahi kuburan keluarga.(aba)