Ini Penjelasan Pemkab Rohil Tersendatnya Pembangunan Infrastruktur

Bupati Rohil ( net )

Wasiatriau.com ( Bagan Siapiapi ) – Berbagai faktor yang menghambat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, terutama di daerah penghasilan minyak dan gas bumi. seperti apa yang dialami Pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil ).

Hal yang sama juga dialami daerah kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan banyak lagi daerah di Provinsi Riau mengalami nasib yang sama, rencana pembangunan infrastruktur yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah daerah masing masing terpaksa ditunda.

Rencana pembangunan yang dibatalkan tersebut disebut rasionalisasi, artinya rencana pembangunan disesuaikan dengan penyerapan anggaran daerah. sedangkan bagi daerah penghasil menganggarkan anggran bagi hasil Migas untuk menopang roda pembangunan daerahnya tersebut.

Sementara Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) mengalami Defisit anggaran, disebabkan menurunya harga minyak dunia. tentu berimbas kepada daerah penghasil, menurunya inkam Daerah bagi hasil ( DBH ) bagi daerah penghasil migas. seperti apa yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melaui Kasubag Hububungan Masyarakat Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rokan Hilir Husnul Yamin. S.SoS beberapa waktu yang lalu.

Kasubag Hubungan Masyarakat Bagian Humas dan Protokol Setda Kab. Rokan Hilir, Hasnul Yamin, S.Sos menanggapi capaian misi industri hilir. Ternyata banyak faktor penyebab tidak maksimalnya realisasi visi misi tersebut.

“Banyak faktor penyebab tidak maksimalnya realisasi visi misi tersebut, memang berawal dari defisit anggaran yang jadi momok hampir semua kabupaten/kota penghasil minyak dan gas yang berimbas pada menurunnya DBH pada daerah tersebut. Iklim investasi juga bergantung pada RTRW Provinsi Riau yang menjadi tarik ulur pusat dan daerah, ini juga jadi pertimbangan investor dalam melirik rokan hilir dalam mengembangkan usahanya,” katanya.

Rencana pembangunan infrastruktur Sinaboi-Dumai yang sampai saat ini masih rumit finalisasinya karena beberapa aspek terkait perusahaan dan aturan. Dan semua upaya telah dilakukan Pemerintah Daerah Rokan Hilir baik melalui formal dan non formal.

“Sambil tetap berupaya melakukan terobosan dan lobi agar roda pembangunan tetap berjalan di  Rohil melalui kegiatan dari dana pusat (DAK) ditengah defisit yang melanda. Meningkatnya pengangguran memang tak dapat kita pungkiri sebagai imbas dari defisit. Namun bila dibandingkan dengan kabupaten/kota lain kita termasuk lebih cepat berbenah dari tertidur nyaman hampir dua periode pemerintahan sebelumnya,” tutupnya. Demikian informasi yang dapat dirangkun awak media Wasiatriau.com. ( aba )