Mengintip Tadharus di Mesjid Al ikhlas


Wasiateiau.com – Berbagai kegiatan ibadah yang dilakukan ummat Islam di bulan ramadhan, terutama kegiatan tadharus Al Qur’an.

Seperti apa yang terpantau awak media wasiatriau.com disejumlah mesjid di kota Dumai, salah satunya mesjid Al ikhlas di jalan nelayan laut. Kelurahan pangkalan sesai kota Dumai.

Melihat keseriusan anak anak membaca Alquran dengan penuh hikmat membuat awak media tak berani mendekati mereka, karena dikuatirkan konsentrasi mereka akan terganggu melihat ada orang lain yang melihat mereka.

Mereka duduk melingkar dan dipimpin salah seorang pembimbing menyimak bacaan anak anak tersebut.

Sekitar dua puluh orang anak anak warga jalan nelayan yang bertadharus di mesjid Al ikhlas tersebut, mereka setiap malam selama bulan Ramadhan melaksanakan pengajian di mesjid tersebut.

Mereka bergantian membaca ayat suci Alquran, sementara yang lain menyimak bacaan teman mereka.

Sesekali pembimbing menyimak bacaan anak yang sedang membaca ayat Alquran artinya ada yang belum tepat bacaaanya.

Meskipun masih anak, namun suara yang dilantunkan mereka membuat hati ini jadi terharu, sebab ayat yang dibaca sangat sesuai dengan irama, ditambah lagi suara mereka sungguh merdu didengar, seakan akan kita lagi mendengar pengajian di TV.

Diketahui Tadharus merupakan kegiatan rutin bagi ummat Islam pada malam hari bulan ramadhan, Selepas sholat tarawih berjemaah, biasanya mereka melanjutkan dengan membaca Alquran  atau Tadharus Al-Qur’an.

Kebanyakan yang melaksanakan Tadharus adalah anak anak, hanya beberapa tempat yang dilakukan orang dewasa.

Orang tua mereka merasa senang melihat anak anak mereka mau pergi ke mesjid dan mushalla mengaji Alquran, hal tersebut untuk membiasakan anak anak membaca Alquran atau mengulang kaji apa yang dipelajarinya sebelum ini.

Sudah menjadi budaya masyarakat Melayu bertadharus di mesjid atau di musholla dan ini merupakan sebuah kebiasaan ditengah masyarakat Melayu khususnya mendidik anak anak sejak dini mengenai Al-Qur’an, sehingga tertempa dalam jiwa anak anak cinta Al-Qur’an.

Setiap orang punya kenangan tersendiri Tadharus di bulan puasa, keindahan bulan puasa bertadharus sambil bermain, sebab disaat itulah mereka dapat berinteraksi sesama mereka, bergurau dan mengaji

Memang adakalanya bapak bapak gemas melihat tingkah anak anak didalam mesjid membuat konsentrasi ibadah orang lain dapat terusik dengan suara bising mereka bermain, namun itulah sifat anak anak, suka bermain tidak peduli tempat ibadah.

Seharusnya orang tua yang mengerti sifat anak anak, karena dunia anak penuh rasa pantastik dan perlu bimbingan dengan penuh kesabaran, bukan dengan marah marah, tapi penyampaian dengan penuh kasih sayang melalui bahasa yang dapat dipahami oleh mereka. ( aba )