Walikota Resmikan Pestival Lampu Colok


Wasiatriau.com – Walikota Dumai H. Zulkifli As secara resmi membuka Pestival lampu colok kota Dumai, Jumat ( 31/05/2019) di mesjid As Salam jalan daeng taugek kelurahan purnama.

Pestival lampu colok sesuai dengan tema, pelestarian dan aktualisasi budaya daerah, Sempena menyambut malam 27 likur ramadhan 1440 H

Turut hadir mendampingi walikota Dumai Ibuk Hj. Haslinar Zulkifli As dan rombongan satuan kerja pemerintah kota Dumai,antara lain kepala dinas kesehatan Ashari, kepala dinas perdagangan dan pasar, Zulkarnain SH, Satpol PP H. R. Bambang Wardoyo dan kepala dinas perikanan dan kelautan serta sejumlah OPD lainnya dan camat Dumai barat, beberapa lurah kecamatan Dumai barat.

Hadir juga sejumlah tokoh masyarakat Dumai barat, seperti H. Jamini, Amiruddin, dan tokoh pemuda purnama Jailani A.M serta jemaah mesjid dan warga kelurahan purnama.

Disela sela pesan yang disampaikan oleh Zul As menyebutkan lomba lampu colok tersebut merupakan Iven budaya kearifan lokal.

Diketahui Pementah kota Dumai telah melaksanakan perlombaan lampu colok setiap tahun, perlombaan tersebut dimulai pada malam 27 ramadhan.

Kegiatan perlombaan lampu colok dalam rangka untuk melestarikan budaya kearifan lokal,

Ditempat terpisah, tokoh pemuda purnama Jailani A. M, disela sela acara peresmian lomba lampu colok, Beliau apresiasi sekali kepada pemerintah kota Dumai yang telah setiap tahun menyelenggarakan kegiatan perlombaan lampu colok tersebut, hal ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat terutama kepada generasi muda DumaiĀ  untuk mencintai budaya daerah.

denganĀ  adanya memasang lampu colok pada malam 27 likur merupakan budaya orang Melayu, khususnya kota Dumai. Ujar Jailani yang abrap disapa Udo Jay.

Beliau berharap kepada semua pihak yang ada dikota Dumai agar dapat ikut berperan serta berpartisifatif memeriahkan helat budaya tersebut.

Begitu juga dengan pihak perusahaan swasta maupun BUMN yang ada di kota Dumai, mereka seharusnya ikut berperan aktif memberikan kontribusi dalam upaya untuk memajukan budaya lokal tersebut. Demikian harap Udo Jay mengakhiri. (aba)