LAMR Dumai Sepakat Laporkan Suporter Hina Gubernur Riau


Wasiatriau.comn –  Terkait dengan dugaan adanya penghinaan kepada gubernur Riau yang akan dilaporkan LAMR Provinsi Riau ke pihak kepolisi. Sontak manjadi agenda pembahasan sejumlah tokoh masyarakat Riau, seperti apa yang disampaikan tokoh masyarakat Dumai. Datuk Seri Syarudin Husin.

Apalagi dugaan penghinaan yang ditujukan kepada seorang pemimpin Provinsi Riau  kepala daerah provinsi Riau atau Gubernur Riau yang notabenenya belaiu secara adat istiadat jabatan yang melekat disandang seorang pemimpin di negeri Melayu,secara langsung berkaitan dengan wilayah adat istiadat orang Melayu Riau. Jika pemimpin dilecehkan tentulah diselesaikan secara adat terlebih dahulu oleh pemangku adat.

Apalagi pejabat daerah yang melekat pada seorang pemimpin di negeri Melayu secara adat Melayu dianugerahi gelar kehormatan dari pemangku adat Melayu Riau.

Berdasarkan rilis berita suara trust ,com Lembaga Adat Melayu (LAMR)kota Dumai dukung penuh tindakan LAMR provinsi Riau melaporkan suporter PSPS pekan baru terkait penghinaan kepada gubernur riau Syamsuar, Jumat (28/06/2019).

Kejadian penghinaan terhadap Gubernur Riau terjadi ketika ada unjuk rasa yang dilakukan oleh suporter PSPS pekan baru.

LAMR Provinsi Riau mengambil langkah untuk melapor suporter yang diduga melakukan penghina terhadap gubernur Riau dan mengambil langkah akan memberikan sanksi adat.

Datuk seri Syarudin Husin ketua DPH Lembaga adat Melayu Riau kota Dumai dalam hal ini mengatakan sangat disayangkan suporter PSPS pekan baru ada diduga menghina  gubernur Riau Syamsuar.

” Kami dari LAMR kota Dumai mendukung penuh tindakan LAMR provinsi melaporkan perkara penghinaan kePolda Riau terhadap Gubernur Riau serta sanksi adat yang akan diberikan terhadap penghina gubernur riau ” ungkapnya

Datuk seri Syarudin Husin menambahkan, tidak melarang unjuk rasa menyampaikan pendapat namun yang kita tidak menerima ada unsur penghinaan terhadap gubernur Riau, dan hal ini tidak bisa kita toleransi, pungkasnya.

Ditempat terpisah, terkait kejadian tersebut salah seorang masyarakat Dumai Alamsah yang akrab disapa Jai menyebutkan, demo itu sah sah saja, karena dilindungi undang undang, tapi harus fokus pada inti masalah apa yang ingin disampaikan, dan jangan melenceng, jangan sampai para aksi demo melenceng dari pokok persoalannya. Tentu hal itu sudah tidak sesuai dengan rencana sesuai dengan permohonan izin dan atau surat pemberitahuan aksi demo kepada pihak yang berwajib.  Terang beliau.

” Apalagi dalam acara demo tersebut ada ucapan penggunaan terhadap personaliti seseorang, atau ucapan yang berbau sara dan lainnya yang dapat merugikan pihak lain “.

Hal ini sebuah pembelajaran bagi kita saat menyampaikan pendapat dimuka umum, harus menjaga etika dan norma hukum yang berlaku. Kilah beliau mengakhiri.(aba)