Mesjid Tawakkal Rumbai Bersedekah Sarapan Pagi Ahad


Wasiatriau.com – Berbagai kegiatan yang dilakukan pengurus mesjid untuk menarik minat jemaah cinta dan memakmurkan di tempat ibadah tersebut.

Seperti apa yang dilaksanakan salah satu mesjid pengurus mesjid Tawakal kelurahan rumbai, kota Pekanbaru,mereka melakukan bersedekah sarapan pagi setiap subuh Ahad.

Menurut Ketua Pengurus mesjid Tawakkal H.Zulkarnain Noerdin SH MH menyebutkan kegiatan subuh bersedekah itu merupakan sebuah program rutin dilaksanakan oleh pengurus mesjid Tawakkal. Ujarnya.

Program Subuh bersedekah dimulai sejak setahun yang lalu dimulai dari partisipasi jemaah masjid, seiiring dengan perjalanan waktu,terlihat kegiatan tersebut semangkin berkembang, banyak peminat jemaah yang turut berpartisifasi ber- infaq, bukan hanya jamaah mesjid Tawakkal yang bersedekah, malah banyak juga masyarakat Pekanbaru datang memberikan sedekahnya ke mesjid Tawakkal tersebut.

Setiap subuh Ahad, sebelum acara sarapan pagi, para jemaah,terutama anak anak para jemaah mesjid Tawakkal, diawali dengan sholat subuh berjamaah,dan setelah sholat subuh berjemaah, lalu mereka melakukan kegiatan belajar dan mengaji, acara belajar  dibimbing oleh ustadz dan ustadzah, dan dilanjutkan dengan acara sarapan bersama dengan jemaah mesjid.

” Panitia sering juga mengundang anak yatim-piatu ke mesjid Tawakkal tersebut “.

Masih ucapan H. Zulkarnain Noerdin SH MH, program yang dilakukannya tersebut untuk memotivasi masyarakat terutama pada generasi muda agar tertanam dalam jiwa mereka mencintai mesjid, karena jika dari kecil sudah terbiasa masuk ke mesjid dan selalu menghadiri kegiatan di mesjid, maka Sampai dewasa akan tetap lengket cintanya dengan mesjid. Ujarnya.

Apalagi kegiatan yang dilakukan di mesjid  tersebut lebih banyak manfaatnya, kenapa tidak, karena sarana tempat ibadah dapat dijadikan tempat beramal sambil belajar.

Bak pepatah orang tua tua “belajar diwaktu kecil, ibarat mengukir diatas batu, belajar sesudah besar, ibarat menulis diatas pasir”

Pendapat orang orang tua dulu ternyata dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari hari, terutama dalam menuntut ilmu, seperti apa yang dipesan dalam pepatah tersebut, ” belajar diwaktu kecil, ibarat mengukir diatas batu “, artinya ilmu yang dipelajari diwaktu kecil memang agak sulit mendidik mereka, karena sifat anak anak lebih banyak dipengaruhi dunia Fantastik dan lebih senang bermain, namun setelah mereka mendapat ilmu tersebut melekat sepanjang hidupnya. Walau dalam rentang perjalanan waktu menjelang usia dewasa mereka terpapar pengaruh pergaulan dan berbagai faktor kehidupan, namun mereka sudah punya pondasi ilmu yang kokoh dan dengan mudah kembali kepangkuan jalan.

Sedangkan ” belajar diwaktu dewasa, ibarat menulis di atas pasir “. Artinya tulisan yang ditulis diatas pasir, jika dipukul gelombang air pasang, maka tulisan yang diukir diatas pasir akan mudah terhapus, karena akan tertimbun kembali pasir pantai disekitar tulisan tersebut.

Tambah Zulkarnain Noerdin SH MH itu lagi bahwa program bersedekah sarapan pagi Ahad merupakan program rutin dilakukan pengurus mesjid Tawakkal, apalagi makin hari makin bertambah ramai masyarakat yang ikut berpartisipatif mensukseskan program tersebut. Demikian ucapan calon Walikota Dumai tersebut mengakhiri. (aba)