Udo Jay Apresiasi Pestival Lampu Colok Semakin Semarak


Wasiatriau.com – Sempena menyambut malam 27 likur ramadhan, masyarakat Dumai antusias menyalakan lampu colok di setiap jalan di lingkungan mereka.

Budaya  memasang lampu colok adalah sebuah budaya Melayu yang dilaksanakan setiap bulan ramadhan, lampu colok biasa dipasang mulai memasuki malam 27 bulan ramadhan. Dengan sebutan ” 27 likur “.

Pemasangan lampu colok pada malam 27 likur ramadhan 1440H dibuka secara resmi oleh Walikota Dumai H. Zulkifli As Jumat (31/05) di mesjid As Salam kelurahan purnama dan sekaligus dimulainya acara  perlombaan lampu colok kota Dumai.

Turut hadir mendampingi walikota Dumai Ibuk Hj. Haslinar Zulkifli As dan rombongan satuan kerja pemerintah kota Dumai,antara lain kepala dinas pendidikan Ashari, kepala dinas perdagangan dan pasar, Zulkarnain, SH, Satpol PP H. R. Bambang Wardoyo dan kepala dinas perikanan dan kelautan serta sejumlah OPD lainnya dan camat Dumai barat, beberapa lurah kecamatan Dumai barat.

Sejumlah tokoh masyarakat Dumai barat turut hadir, seperti H. Jamini, Amiruddin, dan tokoh pemuda purnama Jailani A.M serta jemaah mesjid dan warga kelurahan purnama.

Disela sela pesan yang disampaikan oleh Zul As menyebutkan lomba lampu colok tersebut merupakan Iven budaya kearifan lokal.

DiketahuiPementah kota Dumai telah melaksanakan perlombaan lampu colok setiap tahun, perlombaan tersebut dimulai pada malam 27 ramadhan.Kegiatan perlombaan lampu colok dalam rangka untuk melestarikan budaya kearifan lokal, lampu colok 27 likur.

Ditempat terpisah, tokoh pemuda purnama Jailani A. M, disela sela acara peresmian lomba lampu colok,beliau apresiasi kepada pemerintah kota Dumai yang berperan aktif setiap tahun menyelenggarakan kegiatan perlombaan lampu colok tersebut, hal ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat terutama kepada generasi muda Dumai  untuk mencintai budaya daerah.

dengan adanya pemasangan lampu colok disekitar lingkungan mereka pada malam 27 likur setiap bulan Ramadhan itu, secara langsung  masyarakat sudah berperan aktif berkontribusi melestarikan budaya daerah yang notabenenya kearifan budaya lokal, khususnya kota Dumai. Ujar Jailani yang akrap disapa Udo Jay.

Beliau berharap kepada semua pihak yang ada dikota Dumai agar dapat ikut berperan serta berpartisifatif memeriahkan helat budaya tersebut. Begitu juga dengan pihak perusahaan swasta maupun BUMN yang ada di kota Dumai, mereka seharusnya ikut berperan aktif memberikan kontribusi yang terbaik dalam upaya memajukan budaya kearifan lokal ini. Demikian harap Udo Jay mengakhiri.

Berdasarkan pantauan awak media, setiap jalan dilingkungan warga terlihat kemerlip lampu colok, para pemuda setempat sibuk menyusun pelita atau lampu colok tersebut pada posisi yang sudah ditata sebelumnya.

Berbagai bentuk gambar yang telah ditata, ada bentuk kubah mesjid, tulisan Arab dan ada juga gambar yang seakan akan orang sedang duduk tahyat dalam sholat. Namun bagi yang tidak membuat gapura, mereka tetap memasang lampu colok disepanjang jalan lingkungan mereka. minimal di rumah mereka masing masing. Terutama rumah orang orang Melayu.

Keindahan gambar dengan cahaya lampu colok menjadi daya tarik tersendiri warga, hal itu terlihat warga berbondong bondong datang melihat keindahan gambar lampu colok tersebut. Malah ramai warga yang berselfi mengabadikan keindahan cahaya gambar lampu colok yang berbagai motif. Demikian pantasan awak media dilokasi malam 27 lulur di kota Dumai. ( aba )