Ada Apa Dengan RSUD Dumai


Wasiatriau.com – Rumah sakit umum daerah ( RSUD ) Dumai beberapa waktu lalu menjadi sorotan masyarakat Dumai. Pasalnya kepala RSUD Dumai dr.fery yang baru beberapa bulan menjabat yang menggantikan dr. Syaiful, sudah diganti kembali.

Informasi penggantian kepala RSUD Dumai sempat juga mendapat sorotan sejumlah media Dumai, mempertanyakannya terkait dengan pergantian jabatan kepala dalam waktu yang singkat.

Selama ini jabatan yang diberikan kepada aparatur sipil negara ( ASN ) melalui surat keputusan ( SK ) Kepala Daerah tersebut tentu setelah mempertimbangkan secara profesional melalui evaluasi Baperjakat.

Selain itu proses pengangkatan jabatan dan kepangkatan ASN disalah satu jabatan di lingkungan pemerintah daerah melalui test dan profertest uji kelayakan jabatan yang dilaksanakan oleh panitia tim seleksi ASN yang ditunjuk Kementrian Birokrasi Reformasi, dan Pemberdayaan Aparatur Negara (B-R dan PAN), dan Pengangkatan  melalui panitia seleksi ASN tersebut juga memiliki batas waktu yang ditekankan.

Terkait hal diatas,tentu menjadi pertanyaan bagi masyarakat Dumai tentang tata kelola manajemen RSUD Dumai sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ditempat terpisah,informasi dari salah satu warga Dumai menyebutkan, pergantian kepala RSUD Dumai, diduga tidak mampu mengelola format sistem yang lama, sebab tidak ada Personil yang bisa membuka kunci sistemnya, sedangkan sistem yang baru dibuat diduga juga eror. Ujarnya kepada awak media beberapa  hari yang lalu.

Untuk memastikan informasi yang akurat, silakan tanya dengan yang bersangkutan, atau langsung tanya kenapa Walikota dan Wakil Walikota Dumai, karena merekalah yang lebih berwenang menjelaskannya. Terang beliau yang tidak mau disebutkan namanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, awak media cuba mencari tahu kepada Walikota Dumai dan Wakil Walikota Dumai, namun belum dapat ditemui. Begitu juga dengan kepala RSUD lama dr. Fery juga tidak ditemui.

Masih berita yang sama,dan untuk mencari kejelasan terkait pergantian kepala RSUD Dumai tersebut. Awak media mencoba sekali lagi mendatangi kepala RSUD yang baru dr. Redo, setelah menginformasikan kepada salah seorang karyawati RSUD untuk bisa bertemu, karyawati tersebut langsung menuju ke ruang kepala RSUD, mungkin menginformasikan kepada kepala RSUD perihal kehadiran awak media, tapi anehnya setelah ditunggu hampir satu jam, karyawati tersebut tidak keluar dari ruang kepala dinas tersebut.  tidak ada jawaban dari karyawati tersebut, bisa atau tidaknya bertemu dengan kepala RSUD Dumai.

Sekali lagi awak media tidak menemukan informasi terkait pergantian RSUD Dumai tersebut, apakah sudah sesuai tupoksi dan mekanisme peraturan yang berlaku, atau ada sesuatu hal yang ditutupi.