Bangunan Spam Durolis Ambruk, Air Minum Gagal Mengalir


Wasiatriau.com ( Rohil )-Masyarakat di tiga daerah berharap proyek air minum, sistem penyediaan air minum ( Spam ) regional Dumai, Rohil dan Bengkalis ( Durolis ) bakal gagal mengalir ke rumah warga. Kenapa tidak. Pasalnya bangunan Spam yang baru dibangun tersebut sudah roboh.

Harapan puluhan tahun masyarakat di Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir, dan Bengkalis, untuk menikmati air bersih tersebut terpaksa ditunda hingga beberapa tahun lagi.

Diketahui Bangunan yang terletak di tanah seluas 3 hektar tersebut terlihat nyaris rata dengan tanah.

Proyek Spam regional Durolis merupakan proyek nasional dibawah kementrian pekerjaan umum, Menelan biaya hampir Rp 26 miliar,kini sedang diusut oleh Kejaksaan Tinggi Riau.

Berdasarkan informasi.robohnya bangunan fisik Spam regional Durolis, pada 4 Januari 2019, dan sejumlah pihak sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Riau Muspidauan menyebutkan, para pihak yang dipanggil untuk diminta keteranganya seperti direktur PT. Mohas Andresrabat Minang Hasibuan, pihak balai sungai Sumatra kementerian PU, Cahaya Santoso Samosir selaku pejabat pembuat komitmen dalam proyek air bersih tersebut

“Ahli dari Litbang Kemen PU juga mengkaji secara teknis kenapa bangunan itu roboh, tim ahli lain juga meneliti, saat ini masih menunggu hasilnya,” sebut mantan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Pekanbaru ini.

Muspidauan menyebutkan, proyek ini dianggarkan pada tahun 2017 melalui APBN. Pengerjaannya berlangsung hingga akhir tahun 2018, lalu bangunan intake SPAM tersebut roboh sebelum air bersih mengalir ke masyarakat.

“Yang diambil itu air dari Sungai Rokan, lalu disalurkan melalui pipa-pipa ke rumah warga di 3 wilayah itu,” ucap Muspidauan.

Sebagai informasi, tiga daerah itu melalui APBD masing-masing daerah kabupaten kota juga menganggarkan dana hingga puluhan miliar rupiah, Daerah menyiapkan infrastruktur instalasi pipa bawah tanah ke rumah-rumah.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, dari penelusuran di LPSE.pu.go.id, pemenang lelang pembangunan konstruksi proyek air bersih ini adalah PT Monhas Andresrabat,  harga penawaran Rp 26.600.000.000 dari pagu Rp 33.685.452.000.

Sedangkan untuk supervisi dimenangkan oleh PT Riau Multi Cipta Dimensi dengan harga penawaran Rp 1.035.100.000 dari pagu sebesar Rp 1.050.000.000. dan dua perusahan ini masing-masing beralamat di Pekanbaru.

Untuk perusahaan-perusahaan tersebut, Muspidauan menyebut sudah diagendakan untuk dipanggil.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau Dadang menyebutkan, robohnya SPAM ini membuat pendistribusian air bersih ke warga tertunda.

“Seharusnya awal Februari warga Rokan Hilir sudah mendapatkan air bersih karena jaringan pendistribusian utamanya sudah selesai dibangun oleh Pemprov Riau,” kata Dadang.

Ditempat terpisah, masih berita yang sama, pemko Dumai juga ketergantungan dengan proyek Spam regional Durolis, sebab kota Dumai mendapat distribusi bahan baku air dari sungai Rokan melalui program Spam tersebut sebanyak 150 liter perdetik.

Hal ini disampaikan Walikota Dumai saat melakukan sosialisasi program Air Bersih beberapa waktu yang lalu.

Menurut belaiu, melalui program tersebut Kota Dumai mendapat 4 kecamatan, Rohil 4 kecamatan dan Bengkalis 2 kecamatan. Sedangkan pembangunan pipanisasi dari Rohil Sampai perbatasan dibiayai oleh pusat dan provinsi, mulai dari perbatasan wilayah Sampai ke kota ditanggung daerah kabupaten kota. Ujarnya

Untuk memenuhi kebutuhan distribusi air masyarakat kota Dumai, akan diambil dari air baku sungai Mesjid, terang Zul As.

Sementara itu, saat ini kota Dumai sedang  mulai melakukan pembangunan pipanisasi yang dikerjakan oleh perusahaan PT Adaro dan PT. Adhi karya,  Demikian sebut orang nomor satu Dumai tersebut. ( aba )