Zulkarnaen Noerdin,SH.MH diundang Warga Makan Siang


Wasiatriau.com -Beginilah kisah salah satu bakal calon Walikota Dumai H. Zulkarnaen Noerdin SH MH, sikap dan tindakan beliau yang sederhana, sontak disambut antusias masyarakat. Demikian pantauan wartawan saat beliau berkunjung melakukan kegiatan silaturahmi ditengah masyarakat mundam, Sabtu (13/07) siang.

Bukan hanya menggelar acara silaturahmi, tapi beliau juga sempat diundang jamuan makan siang disalah satu rumah warga kelurahan mundam kecamatan Medang kampai kota Dumai.

H. Zulkarnaen Noerdin SH MH didampingi rombongan dari kota Dumai menghadiri undangan masyarakat mundam, kehadiran mereka disambut masyarakat setempat dengan penuh kegembiraan, sebab mereka menganggap calon Wako itu sudah tidak asing lagi bagi mereka, apalagi masyarakat setempat sudah lama tidak bertemu,  tentu rasa rindu dengan tokoh idolanya semakin dalam.

Suasana jamuan makan siang yang penuh keakraban, terkesan dapat mengobati rasa rindu mereka selama ini. Pasalnya suasana semakin cair ketika mendengar cerita dari sang calon. Kenapa tidak,tak henti hentinya mereka tertawa terpingkal pingkal ketika mendengar cerita lucu Cawako tersebut. Sampai tak sadar menu yang dihidangkan tuan rumah sudah habis 2 pinggan.

Diketahui H. Zulkarnaen Noerdin SH MH merupakan seorang Dosen khusus S I, dan ramai bekas mahasiswa beliau di Dumai, malah mantap Walikota Dumai H Khairul Anwar juga pernah menjadi mahasiswanya beberapa waktu yang lalu.

Disamping itu beliau juga seorang advokat senior, banyak masyarakat Dumai menjadi kuasa hukum beliau, beliau juga pernah menjadi kuasa hukum ustadz Abdul Somad yang akrab disapa UAS,oleh karena  kredebelita beliau dipercaya mendampingi UAS memidiasi dan menyelesaikan sebuah kasus.

Disisi lain, beliau juga pernah duduk sebagai anggota dewan Provinsi Riau dari PBB selama dua periode, 2004 – 2009 dan 2009 – 2014, daerah pemilihan Bengkalis, Dumai dan Meranti.

Selama menjabat anggota dewan provinsi Riau selama dua periode, Dumai menjadi salah satu daerah perhatian beliau, karena perolehan kantong suara lebih banyak dari Dumai dan kota Dumai juga menjadi kota kedua bagi beliau setelah Pekanbaru saat itu, kota Pekanbaru tempat beliau bekerja sebagai anggota dewan sedangkan Dumai merupakan salah satu basis beliau.

Beliau juga dipercaya oleh anggota dewan menjabat sebagai dewan kehormatan (DK) provinsi Riau, awalnya beliau diminta oleh DPRD provinsi Riau sebagai ketua DK, tapi karena beliau selalu berbagi rasa dan tepo selera dengan yang lain, akhirnya beliau lebih memilih menjabat wakil ketua DK DPRD Provinsi Riau.

Selama menjabat anggota dewan, banyak usul aspirasi masyarakat yang direalisasi oleh beliau,  namun tidak banyak terpantau oleh masyarakat banyak, karena beliau tak suka dipublikasikan terutama yang terkait dengan kegiatan religius.

Beliau juga sering diundang masyarakat Dumai memberi tausiah pada hari besar Islam, membaca kutbah Jumat, hari raya idul Fitri dan idul Adha.

Diketahui bahwa saat beliau lebih banyak beraktivitas menjadi dosen, dan pengacara, beliau juga dipercayakan menjabat ketua dewan pendidikan provinsi Riau hingga saat ini. (aba)