Beranda Daerah Dumai Jadi Bulan Bulanan KPK

Dumai Jadi Bulan Bulanan KPK


Wasiatriau.com – Kota Dumai sepertinya menjadi bulan bulanan KPK. Pasalnya dalam tahun 2019 ini saja, sudah tiga kali KPK mengunjungi kota Dumai. Demikian pantauan awak media wasiatriau.com

Seperti apa yang dilakukan KPK hari ini, Selasa ( 13/08) pagi, institusi anti rasuah tersebut kembali ke kota Dumai, tapi kali ini  mereka menggeledah kantor Walikota Dumai, bagian ruang pengadaan jasa dan barang.

 

 

Berdasarkan Informasi, kutipan rilis berita media infowarta.com,  Usai menggeledah ruang kerja Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kantor Sekretariat Daerah (Sekda ) Kota Dumai, beberapa dari Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia membawa sejumlah berkas.

Berdasarkan keterangan Kabag Hukum Pemko Dumai, Dede Mirza kepada wartawan mengatakan bahwa ia diperintah oleh Pj Sekdako Dumai, H.Hamdan Kamal untuk mendampingi petugas KPK menggeledah ruang Bagian Pengadaan Barang dan Jasa tersebut.

Selanjutnya ia menyampaikan bahwa KPK membawa sejumlah berkas pekerjaan tahun anggaran 2017.

“Petugas membawa berkas pekerjaan barang dan jasa tahun 2017,” ujarnya.

Pemeriksaan yang dilakukan KPK masih terkait dugaan korupsi yang melibatkan nama Walikota Dumai disebut Yaya Purnomo diduga terlibat dalam kasus suap DAK.

Dalam kasus tersebut, DAK Kota Dumai sebesar Rp96 miliar, Yaya dan Rifa mendapat Rp250 juta. Kemudian, atas tambahan DAK Rp 20 miliar, Rifa menerima fee Rp200 juta. Selain itu, atas jasanya meloloskan DAK, Yaya dan Rifa menerima kembali uang sebesar 35.000 dolar Singapura.

Pengeledahaan KPK masih berlangsung, dan saat ini tengah melakukan penggeledahan di ruang kerja Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Dumai yang berada di Komplek Perkantoran Walikota Dumai.

Sebelumnya KPK mulai merambah ke kota Dumai sejak bergulirnya kasus korupsi Sekda Dumai, M. Nasir, tahun 2018 yang lalu,

Kasus Sekda Dumai berbeda dengan kasus yang sedang ditangani KPK saat ini, kasus proyek jalan lingkar pangkalan nyirih – batu panjang, pulau Rupat kabupaten Bengkalis, kebetulan saat beliau menjalani penyidikan beliau  sebagai Sekda Dumai saat itu.

Sementara kasus yang ditangani PKP saat ini adalah dugaan kasus suap DAK mulai tahun 2017, 2028. KPK sudah menetapkan status Walikota Dumai Zulkifli As sebagai tersangka. ( aba )