Pemko Gagal Mediasi Sangketa Lahan, Nenek Pemilik Lahan Meradang


Wasiatriau.com -Sekretaris Daerah (Sekda) kota Dumai yang diwakili asisten II bidang pemerintahan dan pertanahan hari ini gagal  memidiasi antara kedua belah pihak, terkait Sangketa Lahan di kelurahan mekar sari.Sontak nenek pemilik lahan meradang, Selasa ( 20/08/2019) di ruang rapat lantai III kantor Walikota Dumai.

” Saya tidak mau melepaskan tanah yang sudah saya tanam sawit, itu tanah amanah almarhum suami saya “.Ujar Soimah dalam rapat mediasi tersebut.

Menurut beliau, tahun 2008 mantan suami beliau yang menebang hutan di atas lahan tersebut, mereka bercocok tanam menanam sayur sayuran dan menanam sawit.

Sedangkan lahan yang digarap suami beliau tersebut merupakan tanah warisan dari Datuk beliau, sesuai dengan surat yang dikeluarkan oleh penghulu pangkalan sesai, tahun 1978.

Sebelum suami nenek tersebut meninggal dunia tahun 2012 silam, beliau berpesan agar memelihara dan menjaga tanaman sawit yang telah ditanam suaminya. Ujar nenek tersebut didalam rapat.

Beliau diamanahkan oleh suaminya untuk merawat tanah dan tanaman diatasnya itu.

” Hasil tanaman itulah untuk kebutuhan hidup saya setelah ditinggal suami, tak.mungkin saya serahkan “. Sebut nenek itu dengan nada agak sedikit tinggi.

” Aku ini orang susah, lain lagi dengan dia, orang kaya, duit dio banyak “. Tentang beliau agak sedikit mengiba.

Berdasarkan surat undangan yang ditanda tangan langsung oleh Sekda Dumai, nomor 005/1333/pertanahan,  hari Selasa, tanggal 20 Agustus 2019, tempat ruang rapat lantai III Kantor Walikota Dumai, acara rapat tindaklanjut fasilitasi penanganan permasalahan tanah masyarakat kelurahan mekar sari kecamatan Dumai selatan.

Diketahui rapat yang dimediasi pemerintah kota Dumai sudah berlangsung lama, mulai dari mediasi di kantor kelurahan mekar Sari dan beberapa kali dilakukan rapat mediasi namun tak kunjung selesai, maka mediasi perselisihan lahan masyarakat dilanjutkan ke tingkat kota Dumai.

Sebenarnya Pemko Dumai melalui asisten bidang pertanahan sudah 2 kali melakukan rapat memediasi dan sekali turun ke lokasi lahan tersebut.

Setelah mendengar keterangan dari kedua belah pihak, namun tidak ada yang mau mengalah, tidak ada titik temunya, akhirnya rapat mediasi ditutup.

” Kami tidak memihak kemana, kami hanya memediasikan permasalahannya, jika tidak ada jalan keluarnya, maka silahkan tempuh jalur hukum “. Ujarnya pimpinan rapat (aba)