T. Ir. H. Amir Ahmad, Zuriat Marhum Pekan Dari Kalimantan


Wasiatriau.com – Ratusan tahun yang lalu, rapatnya sekitar tahun 1786 M, Pekanbaru ( saat ini ) pernah menjadi pusat kerajaan Siak Sri Indrapura yang dipimpin oleh raja ke 5, Sultan Tengku Muhammad Ali Muazam Syah, yang akrab disapa mahum pekan.

Namun cerita tentang marhum pekan itu sempat menghilang, terutama keturunan Zuriat marhum pekan, sedangkan menurut cerita, marhum pekan memiliki saudara, anak dan keturunannya.

Salah satu keturunan Zuriat marhum pekan T. Ir. H. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazam Syah, yang saat ini bermustuatin di Dumai, Riau, Indonesia.

Setelah marhum pekan turun tahta, beliau mulai membuka perdagangan antara pulau dan negara, seperti negeri Johor Malaysia, Singapura, Kalimantan dan negeri berunai Darussalam.

Beliau bukan hanya berdagang, tapi beliau beserta rombongan keluarga juga menetap beberapa lama ditempat yang dikunjungi dalam misi perdaganganya, dan diantara rombongan kerabat beliau yang mengikuti misi perdagangan yang menikah dengan masyarakat setempat, hingga beranak Pinak ditempat tersebut, seperti di Johor, Kalimantan barat, berunai dan sejumlah daerah lainnya.

Berdasarkan informasi keturunan Zuriat marhum pekan, T. Ir. H. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazam Syah, merupakan keturunan Zuriat marhum pekan yang berasal dari Kalimantan barat, tepatnya di Tembelan.

Jika dirunut silsilah garis keturunan beliau merupakan keturunan yang ke 6 marhum pekan dan keturunan ke 9 dari raja Kecik, Sultan Abdul Djalil Rahmat Syah.1723 H.

Inilah silsilah keturunan Zuriat marhum pekan dari Kalimantan,  T. Ir. Ir Amir Ahmad Abdul Djalil Muazam Syah bin Ahmad bin H. Sulaiman Bin H. Muhammad Zakaria Bin Mahmud Bin Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazam Syah Bin Sultan Abdul Djalil Alamuddin dan raja Kecik Sultan Abdul Djalil Rahmat Syah.

Sebenarnya pusat pemerintahan kerajaan Siak Sri Indrapura di Pekanbaru tersebut dimulai dari ayahnya Marhun pekan, yaitu raja Siak Sri Indrapura yang ke 4, sultan Abdul Djalil Alamuddin, disaat memegang traju kerajaan,  beliau memindahkan pusat pemerintahan kerajaan Siak Sri Indrapura dari Mempura ke Senapelan.

Untuk mengendalikan pemerintahan,Beliau mendirikan istana, mesjid Nur alam, serta kerapatan adat yang terletak di sekitar bukit Senapelan, Pekanbaru saat ini.

Setelah kendali kepemimpinan kerajaan diganti anaknda beliau, marhum pekan raja ke 5, beliau membangun sebuah pasar di sekitar sungai Siak, dengan sebutan pekan baharu, tempat tersebut dijadikan sebagai pusat perdagangan masyarakat antara lain kota baru, pasir Pangaraian dan Pekanbaru sebagai pintu gerbang perdagangan.

Akhirnya nama pekan baharu berubah jadi Pekanbaru sampai saat ini dan pasar yang dibangun marhum pekan, saat ini menjadi pasar bawah. ( aba )