H. Zulkarnaen SH Tausiah Memperingati 1 Muharam 1441 H di mesjid Al Hikmah


Wasiatriau.com – H. Zulkarnaen SH MH melakukan safari menyampaikan tausiah dalam rangka memperingati tahun baru Islam, 1 Muharam 1441 H, di sejumlah mesjid dikota Dumai.

seperti apa yang dilakukan belaiu hari ini, Ahad malam 2 Muharam 1441 H, ( 01/09) di mesjid Al hikmah jalan nelayan laut.

Berdasarkan pantauan awak media, Acara memperingati tahun baru hijriah 1441 H berlangsung hikmat,suasana dalam mesjid terlihat antusias Jemaah mesjid Al hikmah mendengar dan menghayati tausiah yang disampaikan H Zulkarnaen SH MH tersebut

Sebelum acara dimulai, diawali pembacaan ayat suci Al Qur’an disampaikan langsung oleh Nasrudin, salah seorang Qori kafilah kota Dumai. Dan beliau pernah mendapat juara ditinggalkan provinsi Riau dan tingkat Nasional.

Salah seorang pemuka masyarakat jalan nelayan kelurahan pangkalan sesai, H. Abu bakar menyampaikan 1 Muharam adalah tahun baru Islam, untuk itu mari kita simak ustadz H. Zulkarnaen SH, menyampaikan sejarah tahun baru Islam. Ujarnya

Beliau menyebutkan bahwa H. Zulkarnaen SH adalah salah satu bakal calon walikota Dumai 2020 yang akan datang. Terangnya menambahkan. ” Calon Walikota Dumai itu sebaiknya pintar dan pandai berceramah “. Terang pemuka masyarakat pangkalan sesai tersebut.

Salah seorang panitia acara juga membaca biodata H. Zulkarnaen SH, beliau sebagai dosen dan beliau pernah menjabat sebagai anggota DPRD provinsi Riau dua periode, saat ini ia dipercayakan sebagai ketua dewan pendidikan Provinsi.

Disela sela pidato tausiah memperingati tahun baru hijriah 1441 H, H. Zulkarnaen SH MH menyebutkan, betapa pentingnya musyawarah dalam mengambil keputusan. Hal tersebut pernah dilakukan oleh umar bin Khattab ketika memutuskan tentang penetapan penanggalan tahun hijriah saat itu.

Ketika Khalifah Umar mengirim surat ke salah seorang pemimpin di negeri Basrah, setelah menunggu tak terlalu lama baru mendapat balasan dari pemimpin Basrah, namun jawaban dari pemimpin di Basrah menyebutkan, surat yang diterima tidak bertanggal.

Awalnya terasa agak kesal menerima surat balasan tersebut,namun oleh karena beliau seorang pemimpin yang bijaksana dan mau menerima perubahan dari kebiasaan tata kelola pemerintahannya, maka saat itu Khalifah Umar bin Khattab mengumpulkan pemuka pemuka masyarakat, melakukan musyawarah untuk menentukan dari mana dimulai penanggalan tahun hijriah.

Berbagai masukan yang disampaikan oleh pemuka Arab saat itu ditampung beliau, ada yang mengusulkan mulai penanggalan tahun hijriah dimulai dari lahirnya Rasul dan ada yang mengusulkan sejak nabi Muhammad Saw diangkat menjadi nabi, dan banyak lagi usulan yang diterimanya

Setelah memptimbangkan, diambilah kata sepakat, bahwa penanggalan tahun hijriah diambil disaat nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam melakukan Hijriyah dari kota Makkah ke Madinah. Ujarnya.

Tahun baru Islam berbeda dengan tahun baru Masehi, salah satunya cara melihat jadwal penanggalan, dalam penanggalan almanak Islam pergantian tanggal hijriah ditentukan peredaran bulan.saat matahari Tenggelam, Seperti saat pergantian bulan puasa ke bulan Syawal yaitu hari raya idul Fitri, setelah peserta rapat sidang isbath melihat bulan baru diambil kesimpulan memutuskan hari raya idul Fitri tersebut. Katanya mencontohkan ketentuan tanggal bulan hijriah.

Tausiah memperingati tahun baru Islam 1441 H tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin langsung H. Zulkarnaen SH MH, sekali lagi para jemaah terharu mendengar doa yang dibacakan. Pasalnya doa yang dibacakan lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia lebih jelas dipahami jemaah, apalagi doa untuk kedua orang tua semasa hidupnya menjaga dan mendidik anak anak mereka tak kenal lelah, namun sang anak anak belum sempat membalas jasa ibu bapaknya, membahagiakan orang tua mereka. Saat itu terpantau para jemaah tertunduk sambil mengucapkan aman dan ada juga bola mata para jemaah berkaca kaca mungkin rasa sedih mengingat masa masa bahagia bersama orang tua mereka, namun belum sempat membalas jasanya.

Setelah selesai pembacaan doa, beliau masih menambahkan pesan, ” saat kita dilahirkan, kita menangis, tapi disekeling orang yang melihat kita tersenyum rasa bahagia melihat kehadiran kita, hendaknya begitu juga jika kita meninggalkan dunia ini nantinya, kita tersenyum meskipun orang yang ada disekililing kita menangis atas kepergian kita “.

Perbanyakanlah amal ibadah kita, sebelum ajal menjemput, Sempena memperingati tahun baru hijriah, mari kita tingkatkan amal ibadah kita kepada Allah swt.  Pesan beliau.

Menurut informasi bahwa H Zulkarnaen SH. MH juga seorang advokat senior dan kebetulan beliau juga ikut maju sebagai kandidat Walikota Dumai 2020 yang akan datang. (aba )