T. Ir. H. Amir Ahmad Akan Menggelar Seminar Zuriat Marhum Pekan


Wasiatriau.com ( Pekanbaru ) Keturunan Zuriat marhum pekan, T. Ir. H. Amir Ahmad rencana akan menggelar seminar marhum pekan di Pekanbaru. Demikian kata beliau pada awak media wasiatriau.com, Senin (14/10/2019)

Rencana seminar tersebut juga disambut baik budayawan Riau, Oka  Nizami Jamil dan beberapa tokoh masyarakat Riau.

Menurut T. Ir. H. Amir Ahmad Abdul Djalil Muazam Syah mengatakan, rencana acara seminar akan dilaksanakan setelah helat haol marhum pekan pada bulan Desember 2019 yang akan datang.

Menurut keturunan Zuriat marhum pekan itu lagi, peserta yang akan mengikuti acara seminar tersebut terdiri dari keturunan Zuriat marhum pekan dari negeri berunai Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Riau

Sementara keturunan raja Kecik terdiri dari garis keturunan raja alam, buang asmara, dan keturunan Hang Tuah

Diketahui bahwa T. Ir. H. Amir Ahmad Abdul Djalil muazam syah merupakan keturunan ke 7 dari raja ke 5 sultan Siak Sri Indrapura, Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil Muazam Syah, yang akrab disapa marhum pekan, dan keturunan ke 9 raja kecik, raja pertama Siak Sri Indrapura, Sultan Abdul Djalil Rahmat Syah. ( 1723 H ).

Rencana kegiatan seminar marhum pekan merupakan tindak lanjut dari pertemuan keturunan Zuriat marhum pekan beberapa waktu yang lalu, di Pekanbaru.

Pertemuan keturunan Zuriat marhum pekan yang pertama sekali diadakan oleh anak cucu marhum pekan dan bersamaan dengan haol marhum pekan yang digelar oleh LAMR Pekanbaru.

Dalam helat houl Pekanbaru dihadiri oleh utusan keturunan Zuriat marhum pekan dari negeri Berunsur Darussalam,Malaysia dan Dumai Riau.

Turut hadir dalam acara akbar yang juling kali diadakan LAMR Pekanbaru tersebut, Gubernur Riau Samsuar beserta jajarannya Walikota Pekanbaru dan beberapa kepala dinas lingkungan Pemko Pekanbaru, panitia pelaksana, petinggi LAMR provinsi Riau, pengurus LAMR Pekanbaru, tokoh masyarakat, budaya dan tokoh agama Riau

Berdasarkan pantauan awak media setelah berselang beberapa bulan acara haol marhum pekan, keturunan Zuriat marhum pekan dari berunai Darussalam datang ke Pekanbaru melaksanakan katam Al-Qur’an.

Sekitar 53 orang keturunan Zuriat marhum pekan hadir dalam acara katam Al-Qur’an yang dilaksanakan di komplek pemakaman marhum bukit, marhum pekan dan mesjid Nur Alam, bukit Senapelan, Pekanbaru Riau

Turut juga hadir dalam acara katam Al-Qur’an keturunan Zuriat marhum pekan dari Malaysia, Dumai dan sekitarnya.

Menurut informasi, acara katam Al-Qur’an bukan saja di komplek pemakaman raja ke 4 dan raja ke 5, marhum bukit dan marhum pekan, tapi rombongan keturunan Zuriat marhum pekan juga melaksanakan katam Al-Qur’an di Malaka, tepatnya disekitar area bukit gereja Portugis, bandar hilir, Malaka.

Diketahui bahwa disekitar bukit gereja Portugis tersebut informasinya bekas tapak istana kerajaan Malaka ( 1511 M ).

Rombongan keturunan Zuriat marhum pekan melakukan katam Al-Qur’an dan berzikir mulai dari tengah malam sampai pagi hari.

Sekedar informasi bahwa kesultanan Siak bermula dari kerajaan Malaka, dan pindah ke negeri Johor, lalu kesultanan Johor dibagi dua wilayah disaat kerajaan Johor dipimpin Sultan Abdul Djalil Rahmat Syah atau yang digelar raja Kecik.

Sementara raja Kecik membuka kawasan baru mendirikan kerajaan di daratan pulau Sumatra tepatnya daerah Riau, tepi sungai Siak Desa buatan, bernama kerajaan Siak Sri Indrapura.

Pusat pemerintahan Kerajaan Siak Sri Indrapura beberapa kali mengalami perpindahan, buatan pindah ke Mempura dan disaat kerajaan dipegang raja ke 4, raja alam yang bergelar Sultan Alauddin Syah, pusat kerajaan berpindah ke  daerah bukit Senapelan Pekanbaru ( sekarang ) red,  dan dilanjutkan oleh Ananda beliau raja ke 5 yang digelar masyarakat Pekanbaru saat itu marhum pekan, yaitu Sultan Tengku Muhammad Ali Abdul Djalil muazam syah. Beliaulah yang mendirikan pasar sebagai pusat perdagangan masyarakat, dan pasar tersebut  bernama pekan Baharu, artinya pasar baharu untuk pusat perdagangan rakyat negeri kerjaan siak Sri Indrapura dan segitiga jalur perdagangan saat itu, seperti pangkalan dan Tapung, saat ini pekan baru langsung melekat menjadi nama ibukota provinsi Riau yaitu kota Pekanbaru. ( aba )