Udo Jay dan H. Ramlan Bersilaturahmi Sambil Membahas Terkait Tenaga Kerja Lokal


Wasiatriau.com –  Terkait permasalahan tenaga kerja lokal ( TKL ) kota Dumai tidak kunjung selesai,malah sudah lama menjadi isu publik ditengah masyarakat Dumai.

Seperti apa yang dilakukan tokoh muda Dumai Jailani, A. M, yang akrab disapa Udo Jay, bersilaturahmi dengan salah seorang tokoh masyarakat Dumai. H. Ramlan, hari Kamis ( 17/10) disalah satu tempat di kota Dumai.

Seperti biasa suasana pertemuan antara kedua tokoh masyarakat Dumai ini terlihat akrab dan berlangsung santai,  terkesan penuh  pesan untuk masyarakat Dumai yang lebih baik kedepannya. Kenapa tidak, selama ini permasalahan tenaga kerja lokal semakin selektif, sehingga angka tingkat pencari kerja makin bertambah sesuai dengan pertumbuhan penduduk terutama siswa SLTA yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan.

Sementara pertumbuhan investasi yang masuk ke Dumai makin bertambah, para investor menanamkan saham untuk mengembangkan usahanya, tentu secara langsung membuka lapangan pekerjaan, namun kesempatan pencari pekerja lokal belum dapat dapat terserap maksimal sebagai mana yang diharapkan masyarakat Dumai itu sendiri.

Sedangkan pemerintah daerah kota Dumai juga sudah membuat kebijakan peraturan daerah nya ( Perda ) nomor 10 tahun 2004. Dengan pembagian 70:30, artinya pencari kerja lokal mendapat porsi 70 Porseni dari kebutuhan tenaga kerja perusahaan yang membuka usahanya di kota Dumai, dan 30 persen tenaga kerja teknisi atau ahli dalam bidangnya yang dibutuhkan perusahaan direkrut dari luar sesuai kebutuhan pihak perusahaan tersebut.

Jika dilihat dari jumlah tenaga kerja yang direkrut perusahaan, terkesan masih ada yang belum memihak kepada Perda nomor 10 tahun 2004 tersebut. Meskipun ada beberapa perusahaan yang merekrut tenaga kerja yang terdaftar atas nama kartu Tanda penduduk ( KTP ) kota Dumai, diduga hanya sebuah KTP namun bukan orang Dumai asli.

Disamping itu ada lagi salah satu program  Walikota dan Wakilkota Dumai 2016-2021 tentang tenaga kerja lokal menyebutkan secara gamblang bahwa bukan lagi 70 : 30 persen, tapi seratus persen, namun sampai hampir penghujung jabatan pemerintahan kota Dumai, berakhir 2021 nanti, program penempatan tenaga kerja lokal Belum terlihat realisasinya dari instansi terkait.

Berangkat dari permasalahan diatas itulah kedua tokoh masyarakat Dumai tersebut merasa empati terhadap nasib tenaga kerja lokal,  mereka bersilaturahmi sambil berbincang bincang bagaimana cara dan pola yang harus dilakukan pemimpin kota Dumai Kedepan terhadap tenaga kerja lokal tersebut.

” Kita membahas bagaimana nasib tenaga kerja lokal Kedepan “. Ujar Udo Jay pada awak media wadsiatriau.com.

Beliau berharap siapapun pemimpin kota Dumai Kedepan harus memperhatikan secara serius tentang tenaga kerja lokal, karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Kilah Udo Jay mengakhiri dan diamini oleh tokoh senior masyarakat Dumai H. Ramlan. ( aba )