Udo Jay : Utamakan Perusahaan Lokal


Wasiatriau.com – Perusahaan kontraktor lokal terkesan kurang diberi peluang ikut berperan serta melaksanakan proyek pembangunan di lingkungan pemerintahan kota Dumai. Sontak membuat sejumlah pihak angkat bicara.

Seperti apa yang disampaikan oleh salah srorang tokoh muda Dumai Jailani A.M  yang akrab disapa Udo Jay menyebutkan bahwa, perusahaan kontraktor lokal kurang diperhatikan, hanya sebagian kecil saja yang diberi kesempatan ikut melaksanakan pembangunan di lingkungan pemko Dumai, mereka selalu kalah dengan perusahaan yang masuk dari luar daerah. Ujarnya.

Menurut beliau, seharusnya pemerintahan Daerah kota Dumai melalui Dinas terkait saat mengeluarkan proyek pembangunan fisik bangunan haruslah memperhatikan perusahaan lokal. Karena perusahaan lokal juga masih mampu melaksanakannya. Ujar Udo Jay pada awak media, Jum’at ( 04/10)

Sementara perusahaan lokal juga punya, skill, kemampuan dan pengalaman sesuai dengan bidangnya.

Tambah beliau lagi, jika perusahaan lokal kurang diperhatikan, dikuatirkan banyak perusahaan lokal yang akan gulung tikar, karena tidak ada kegiatan. Katanya.

Sedangkan selama ini perusahaan lokal telah membayar pajak di kota Dumai, dan banyak memberikan kontribusi kepada daerah, seperti tenaga kerja dan lainnya.

” Seharusnya perusahaan lokal, apalagi perusahaan yang berskala kecil, menengah dibina, sehingga perusahaan tersebut bisa berkembang dan maju, bukan sebaliknya “.

Masih ucapan Udo Jay, setiap tahun harus mengurus untuk menghidupkan dokumen perusahaan, bayar pajak, dan juga pekerja administrasi perusahaan, tentu semua itu pihak perusahaan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit,  jika perusahaan tidak diberi kesempatan, dikuatirkan akan banyak perusahaan yang gulung tikar.

Beliau berharap kepada pemerintah kota Dumai melalui dinas dinas terkait selaku pengguna anggaran,agar memprioritaskan perusahaan daerah, terutama pekerjaan penunjukan langsung ( PL ), karena untuk pekerjaan dibawah 200 juta, rasanya masih mampu dikerjakan oleh pemilik atau owner perusahaan yang bersangkutan. Demikian harap Udo Jay.

Ditempat terpisah, salah seorang pemilik perusahaan kontraktor lokal, sebut saja Angga, merasa heran melihat kondisi saat ini. Pasalnya yang mendapat pekerjaan penunjukan langsung ( PL ) bukan pemilik perusahaan, tapi kebanyakan orang per -orangan, lalu mereka meminjam jasa dari perusahaan orang lain. Ujar angga singkat.

Seharusnya dinas terkait mamanggil owner perusahaan swasta tersebut, bukan orang perorangan apalagi orang tersebut tidak pernah memiliki perusahaan, serta tidak pula berpengalaman mengerjakan proyek sebelumnya, tentunya akan berpengaruh dengan kualitas bangunan fisik yang  akan dikerjakannya.

Beliau juga belasan, diindikasi masih ada perusahaan yang melaksanakan pekerjaan penunjukan langsung ( PL ) lebih dari satu pekerjaan, memang perusahaan tersebut tidaklah melanggar aturan kepres tentang pengadaan barang dan jasa, tapikan masih banyak perusahaan lainnya yang tidak beroperasi, seharusnya Dinas terkait ikut membina perusahaan lokal yang berskala kecil dan menengah, agar kesempatan berusaha khususnya bagi perusahaan lokal dapat terakomodir dengan baik. Demikian alasan beliau mengakhiri. ( aba )