Datuk Bandar Bakau : Ketua DPH LAMR Kota Dumai Diberikan Dua Pilihan


Dumai-wasiatriau.com Pantai Wisata Bandar Bakau menjadi Tuan Rumah diselenggarakannya Musyawarah Melayu Bangkit yang diadakan pada hari Ahad, 29/12/2019 sekitar pukul 14:00 WIB. Datuk Bandar Bakau yang bernama asli Darwis Muhammad Saleh, yang juga merupakan Sastrawan Nasional dan pernah meraih Juara Nasional sebanyak tiga kali ini menjelaskan bahwa Melayu Dumai bangkit pada tahun 1998. Seluruh Riau, Melayu bangkit dari Dumai. Kalau tidak salah dimasanya Tabrani Rab, jauh sebelum adanya Bumi Siak Pusako. Dan pada masa Wan Syamsir, sempat mendapat gelar WTS (Wan Tengku Said), tutur Datuk Bandar Bakau mengawali acara.

Menurut Datuk Bandar Bakau ketika diwawancarai oleh wasiatriau.com pada hari Ahad, 29/12/2019, tujuan diadakannya Musyawarah ini adalah :

1) Mengevaluasi ketertinggalan Melayu di segala bidang, terutama Ekonomi. Ekonomi Melayu selalu mengalami ketertinggalan, baik setelah ada Perda maupun sebelum ada Perda. Caranya ketika Lembaga Melayu tidak berperan pada Ilmu Administrasi sesungguhnya. Ilmu itu sudah ada di Jaman Kesultanan, tetapi di Era ini Organisasi Organisasi Melayu tidak berperan secara Organisasi.

2) Masalah Kultur, Kultur adalah Jatidiri sebuah Negeri. Ketika Kultur ini menghilang disebabkan tidak berjalannya sistem Administrasi Organisasi Melayu, ini menjadi hal yang merisaukan Saya. Dan Dasar inilah Saya melahirkan Melayu Bangkit. Bangkit ini adalah semua Elemen dan tidak hanya Orang Melayu saja, tetapi juga bangkit dengan Orang Orang Non Melayu di mana mana, bangkit bersama Orang Melayu. Agar menjadi Inspirasi Orang Melayu Riau.

Ketika ditanya mengenai Ketua DPH LAMR Kota Dumai, Datuk Bandar Bakau mengatakan bahwa sangat tidak layak secara Organisasi. Karena di dalam Organisasi Lembaga Adat Melayu itu ada Dewan Pertimbangan Adat. Dewan Pertimbangan Adat adalah Jaringan Struktural yang paling utama membolehkan atau tidaknya. Tetapi ini tidak terjadi di dalam Lembaga ini dan merupakan kelemahan Administrasi dalam Organisasi Budaya Melayu ini.

Harapan Saya adalah Ketua DPH LAMR Kota Dumai mundur sebagai Pengurus DPH LAMR Kota Dumai lalu teruskan Misi ingin menjadi Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Dumai, atau mundur dari Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Dumai, lalu urus kembali DPH LAMR Kota Dumai sesuai Alur Patut, tutur Datuk Bandar Bakau menambahkan.

Turut hadir dalam Musyawarah tersebut beberapa Unsur LSM Melayu, Tokoh Lingkungan, Tokoh Budayawan, Da’i, Ulama dan beberapa Anjungan Tokoh Politik Melayu. Namun kami belum fokus kepada ke mana tujuan yang mau dituju, tetapi kami menunggu, siapa yang berlayar, kami pasti sertai dukungan dan do’a, jelas Datuk Bandar Bakau kepada wasiatriau.com

Di lain Pihak, wasiatriau.com juga mewawancarai seorang Tamu yang juga merupakan Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Dumai, Hj. Mimi Lutmia, terkait Musyawarah tersebut. Menurut Saya secara Organisasi, LAMR Kota Dumai tentunya memiliki Mekanisme Organisasi sendiri. Pasti punya AD/ART. Apapun bentuknya pasti mengacunya ke sana dalam penyelesaian masalah, baik Internal maupun Eksternal. Jadi kita kembalikan saja ke Mekanisme Organisasi tersebut, jelas Hj. Mimi Lutmia.

Secara Misi ke depan untuk mengembangkan Bandar Bakau menjadi suatu Destinasi Wisata Nasional, Saya sangat mendukung. Karena memang Representasi dari Wisata Melayu, salah satunya Maritim. Dumai ini Pesisirnya paling panjang , yaitu 134 Km, dengan 37 Km itu kedalaman 40 Meter. Artinya menjadi Pelabuhan Internasional sangat berpotensi. Kita Orang Melayu harus siap meningkatkan Daya Saing kita. Harus siap kita membuat Embrio Embrio awal dulu, untuk pengembangan, boleh Orang dari luar, seperti Investor boleh datang. Embrio itu tetap kita yang siapkan, imbuh Hj. Mimi Lutmia.

Kemudian wasiatriau.com melanjutkan wawancara dengan salah seorang Tamu yang juga merupakan Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Dumai, Kamaruzaman, terkait Musyawarah tersebut. Saya juga selaku Pengurus LAMR Kota Dumai yang tadinya di bawah Datuk Syarudin Husin, tapi begitu ada Revisi SK, Saya meminta dan memohon kepada Beliau dan banyak Pihak agar Saya pindah posisi DI MKA (Majelis Kerapatan Adat). Di atas MKA itu ada lagi DKA (Dewan Kehormatan Adat), lanjut Kamaruzaman menjelaskan.

Barangkali apa yang dikatakan Datuk Bandar Bakau itu benar, namun Saya tambahkan bahwa Struktur paling bawah adalah DPH (Dewan Pengurus Harian), di atasnya MKA dan di atasnya lagi DKA. Saya menyarankan bahwa salah benar itu bukan kita yang mengatakan, tetapi bisa ditengahi dengan Sidang Adat. Karena masih ada dua tingkat lagi di atas Beliau, MKA dan DKA. Ini menyangkut kehormatan Masyarakat Adat Melayu. Persoalan Beliau lanjut atau tidak ke DPH LAMR Kota Dumai, sebenarnya Saya no comment, karena Saya juga ikut mencalonkan diri sebagai Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Dumai. Kapasitas Saya maju menjadi Bacalon adalah sebagai LAMR Kota Dumai, namun Saya ini adalah kandungnya Partai PDI Perjuangan, jelas Kamaruzaman kepada wasiatriau.com

Lebih lanjut Kamaruzaman menjelaskan bahwa kami dua beradik dengan Hj. Mimi Lutmia ini adalah sama sama kandung dari Partai PDI Perjuangan. Hal ini membuat Datuk Syarudin Husin berkecil hati, kenapa Saya mau di nomor dua, imbuh Nurzaman.

Editor : Andri