Kasus Cabul Anak Tiri, Diduga Ada Ditemukan Kejanggalan Bukti Visum


Wasiatriau.com ( Rohul ) – Proses Sidang Pemeriksaan Saksi Anak Kembali Digelar Rabu ( 15/01/2020 )

Dalam Persidang Kali Ini Pantauan Awak Media ini Tampak Sudah Beberapa Hakim Yang Ikut Menyidangkan Perkara Cabul Dalam hal ini Pemeriksaan Saksi Anak Korban

Yang Mana Sidang Sebelumnya Hanya di Sidangkan Oleh Hakim Sendirian

Humas Pn Rohul Irfan Hasan Lubis Ketika Dikonfirmasi dari awak media ini Menyebutkan” Pada Waktu Pemeriksaan Ini Terdakwa M Pitar Alias Pitar Mengakui Segala Perbuatan Kejinya, Yang Mana Telah Melakukan Perbuatannya Terhadap Korbanya Inisial K Selama 5 Kali, Dalam Menjalankan Aksi Bejadnya Ini Terdakwa M Pitar Alias Pitar Mengiming imingi Korban Untuk Di Belikan Emas “.

Sementara itu, Berbeda Dengan Pengakuan Korban K, Bahwa Korban Diancam Akan Dibunuh Bila Menceritakan Hal ini kepada orang lain.

Sedangkan Terdakwa M Pitar Alias Pitar juga mengakui Bahwa Memang Telah Memasukkan Alat Kelaminnya Terhadap Korban Yang Tidak Lain Adalah Anak Tirinya Sendiri Yang Masih Berusia 9 Tahun

Humas PN menambahkan Ketika di Konfirmasi terkait Visum si korban berinisial K, Humas PN Mengatakan Dalam Hasil Visum Dokter Spesialis Tidak Ditemukan Adanya Robek Selaput.

sementara sebelum pengakuan, “orang tua atau ibu kandung si korban, sudah pernah di visum bidan yang menyatakan bahwa alat kelamin si korban tersobek akibat kejadian pencabulan yang dilakukan ayah tirinya ber inisial M Pitar

Ditempat Terpisah saat Ketua Lsm Perkara Faisal Purba mengatakan,” Yang Baru Baru Ini Melakukan Aksi Nekat Pecah Gelas Di Kepala Saat Dimintai Komentarnya Terkait Hasil Visum , Bagaimana Mungkin Tidak Ada Robek Sementara Terdakwanya Saja Sudah Mengakui Perbuatannya Telah Memasukkan Alat Kelaminnya 5 Kali, Kan Aneh,”ungkap nya.

Faisal Purba menambahkan lagi,” Apalagi Menurut Keterangan Orang Tua Korban, dari Hasil Visum pertama, Bidan menyatakan adnya robek, Inikan Sudah Bisa Sebagai Bentuk Perbandingan Hasil Visum. tuturnya.

” Saya Sebagai Sosial Control Meminta Kepada JPU dan Pengadilan Negeri agar tidak rbemain main dalam menangani kasus cabul ini. Apalagi Ini Anak di bawah Umur Kami Dari DpLPC LSM Perkara Akan terus memantau perkara ini “.

Sesuai Dengan Peran Masyarakat BAB X Pasal 72. Terangnya menyebutkan

“Masyarakat Berhak Memperoleh Kesempatan se Luas Luasnya Untuk Berperan Dalam perlindungan Anak”

“Peran Masyarakat Sebagaimana Dimaksud Dalam Ayat (1) Dilakukan Oleh Orang Perseorangan, Lembaga Perlindungan anak, Lembaga Sosial Kemasyarakatan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Pendidikan, Lembaga Keagamaan, Badan Usaha, dan Media Massa”

“Oleh Karna Itu Jika Ada Nantinya Kejanggalan Dalam Penanganan Perkara Ini Maka Kami Dari Lsm Perkara Akan Siap Melakukan Aksi Sosial Terhadap Perkara Ini”.

“Karna Jelas Dalam Amandemen UU Perlindungan Anak UU RI No 35 Tahun 2014
Pada Pasal 76D Yang Berbunyi”.

“Setiap Orang Dilarang Melakukan Kekerasan Atau Ancaman Kekerasan Memaksa Anak Melakukan Persetubuhan Dengan Orang Lain”

Pada Pasal 81
Setiap Orang Yang Melanggar Ketentuan Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 76D Dipidana Dengan Pidana Penjara Paling Singkat 5 (lima) Tahun dan Paling Lama 15(lima belas)Tahun dan Denda Paling Banyak Rp 5.000.000.000,00(Lima Miliar Rupiah) ungkap Ketua Lsm Perkara Faisal Purba mengahiri pembicaraan.(jj)