Keduri 3 Hari Almarhumah Ibunda Syarifuddin Berlangsung Hikmat


Wasiatriau.com ( DMI)  sudah menjadi  adat istiadat masyarakat Melayu Dumai khususnya, jika meninggal dunia, anak anaknya atau keluarga akan mengadakan kenduri, dan doa yang difidiahkan kepada almarhum, almarhumah,

Seperti apa yang dilaksanakan Syarifuddin dan ahlil bait, mengadakan kenduri 3 hari almarmalma Ibunda Syarifuddin bernama Murniati Antek Binti Boirah, meninggal hari Ahad (05/01) yang lalu.

Prosesi kenduri 3 hari diawali dengan sesi pembacaan ayat suci Al-Quran, khatam Al-Quran, Rabu ( 07/01) malam, di rumah duka, kelurahan purnama.

Diketahui bersama, Syarifuddin kebetulan merupakan salah seorang calon Walikota Dumai 2020 melalui jalur independen.

Ratusan jemputan kenduri 3 hari tumpah ruah dirumah duka, dan sejumlah tokoh masyarakat turut hadir, seperti H. Khaidir dan lainnya.

Para jemputan kenduri duduk dalam ruang selasar rumah duka, mereka duduk dengan cara berselemput melingkar, bersandar ke diding, mereka bergantian membaca ayat suci Al-Qur’an jus 30, dimulai dari ayat wadduha sampai qul a’u zubirabbinnas,

Mereka duduk berselimut membaur antara orang tua sampai anak anak, dan mereka membaca ayat suci, saling bergantian dan yang lainnya menyimak bacaan yang dibaca, dan begitulah seterusnya sampai selesai pembacaan ayat suci Al-Quran.

Berdasarkan pantauan awak media, ada diantara anak anak, dengan merdu beliau melantunkan ayat suci Al-Quran, suaranya terasa merdu dan sampai menusuk dalam sanubari para jemputan.

Setelah selesai membaca ayat khatam Al-Quran, salah seorang dari tokoh ulama setempat langsung memimpin membaca tahlil tahmid dan takbir, dan diakhiri dengan membaca doa keselamatan.

Pembacaan ayat suci khatam Al-Quran dan doa difidiahkan kepada almarhumah Murniati Antek Binti Boirah, ibunda dari Syarifuddin.

Ditempat terpisah, berdasarkan pantauan awak media wasiatriau.com di makam almarhumah Murniati Antek Binti Boirah anak anak dan keluarga almarhumah tetap melaksanakan pengajian dan membaca ayat qulhuwallah.

Prosesi membaca ayat suci Al-Qur’an dan qulhuwallah sudah berjalan 3 hari 3 malam, mereka mulai melakukan kegiatan ritual itu mulai malam almarhumah dikebumikan.

Menurut H. Gedang, prosesi ritual tersebut dilaksanakan selama 41 hari 41 malam, dan setiap 3 hari sekali, dilaksanakan acara khatam Al-Quran dan khatam qulhu. Ujar Panglimo gedang pada awak media dihari partama dikebumi almarhumah di pemakaman umum kelurahan purnama.

Lanjut H. Gedang, kebetulan almarhumah tersebut adalah kakak beliau, menyebut kegiatan itu mengenang jasa ibunda pada anak anaknya, perjuangan seorang ibunda melahirkan, membesarkan, mendidik anak anaknya hingga dewasa sampai sukses. Ujar Panglimo mengakhiri karena giliran beliau membaca ayat suci Al-Quran. (aba )